25.9 C
Jakarta
Apr 2, 2020.
Machines Tools Top News

Mengapa Pasar Forklift Cat Tetap Bagus di Tengah Pasar Yang Lesu?

Pasar alat berat Indonesia sepanjang tahun 2019 yang lalu mengalami kelesuan mengikuti tren ekonomi makro yang juga menurun. Di tengah kondisi tersebut, ditambah sengitnya persaingan antar para pemain, perusahaan-perusahaan agen penjual alat berat di tanah air harus bekerja keras untuk tetap menjaga performa penjualan mereka.

Lukas Sotardodo Silaban, Manager – Construction Product Lifecycle PT Trakindo Utama, mengatakan secara industri pada tahun 2019 penjualan forklift turun 15-20%. Tetapi, dalam kondisi decline seperti itu, penjualan forklift Caterpillar yang diageni oleh Trakindo tetap bagus.

“Penjualan forklift Caterpillar relatif bagus. Angkanya tidak bisa kami sebut, tetapi range-nya kami ada di empat besar, naik dua peringkat dari tahun sebelumnya” ujarnya kepada Equipment Indonesia saat ditemui di sela-sela acara Manufacturing Indonesia 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu (4/12/2019).

Menurut Lukas, size pasar forklift di Indonesia tahun 2019 sekitar 8.000 unit. Forklift Caterpillar, termasuk dalam empat merek yang menguasai pasar forklift di Indonesia. “Forklift Caterpillar merupakan brand Amerika yang mampu bersaing di papan atas penjualan Forklift di Indonesia” ujarnya.

Lukas memperkirakan pada tahun 2020 ini permintaan forklift akan mengalami penurunan sekitar 5-10%. Tetapi, seperti pada tahun 2019, dia optimis penjualan forklift Caterpillar akan tetap bagus. “Kami punya persediaan alat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar termasuk jika ada kenaikan permintaan, kami bisa suplai. Itu salah satu kelebihan kami. Kami punya alat yang ready stock, termasuk suku cadangnya,” jelasnya menegaskan.

Ditanya mengapa kondisi pasar forklift kembali menurun pada tahun 2020 ini, menurut Lukas, hal itu terjadi karena kondisi industri manufaktur, sektor yang banyak membutuhkan forklift, diperkirakan masih menurun. “Faktor ketidakpastian ekonomi global turut mempengaruhi kondisi tersebut,” ujarnya. Selain itu, hal tersebut juga nampak dari demand investasi forklift baru dari para pemain utama forklift juga mengalami penurunan tidak seperti pada periode sebelumnya.

Kelesuan pada sektor manufaktur ini menyebabkan volume barang yang dipindahkan pun menurun. Karena, fungsi utama forklift adalah memindahkan barang. Menurut Lukas, salah satu indikator yang dipakai untuk memproyeksikan permintaan forklift adalah angka nilai impor barang ke Indonesia. Bila impor menurun, permintaan forklift juga diperkirakan akan turun. “Korelasinya ke sana,” ujarnya.

Dalam kondisi pasar yang lesu, Lukas mengatakan Trakindo akan memperkuat dukungan serta pelayanan purna jual dan memperluas channel penjualan. “Tim kami tersebar di lebih dari 60 cabang di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Trakindo menjual berbagai tipe forklift mulai dari kelas 1,5 ton hingga 15 ton. Pada ajang Manufacturing Indonesia 2019, Trakindo memajang forklift kelas 3,5 ton. Lukas mengatakan selama ini pelanggan umumnya hanya mengetahui bahwa Trakindo punya forklift kelas 2,5 ton dan 3 ton. Dengan memajang kelas 3,5 ton pada ajang Manufacturing Indonesia 2019, Trakindo ingin membangun awareness dan sekaligus interest pada forklift Caterpillar ukuran 3,5 ton. Forklift 3,5 ton ini, memiliki range kemampuan angkat hingga mencapai 6 meter.

“Kita menghadirkan forklift kelas 3,5 ton dengan kemampuan angkat 6 meter ini untuk memberikan awareness kepada pelanggan bahwa Trakindo tidak hanya memasarkan forklift 2,5 ton dan 3 ton, tetapi ada 3,5 ton juga. Kami juga punya yang matic,” ujar Lukas. Forklift kelas 3,5 ton ini, menurutnya, banyak digunakan di industri manufaktur, pergudangan dan logistik.

Fitur presence detection system

Ketika ditanya apa saja keunggulan forklift Caterpillar 3,5 ton, Lukas mengatakan, sisi safety adalah salah satu hal yang paling utama. Forklift ini sudah dilengkapi dengan fitur presence detection system. Dengan fitur ini, fungsi transmisi dan hidrolik untuk mengangkut atau menurunkan barang, akan berhenti bila operator tidak berada di tempat duduknya.

“Artinya kalau operator tidak ada di tempat duduknya, sistem hidrolik dan engine alat ini akan berhenti. Mesinnya tidak mati, tetapi fungsinya berhenti,” Lukas menjelaskan. Fitur presence detection system juga akan memberikan alarm bila operator tidak mengenakan seat belt.

Seperti forklift pada umumnya, forklift kelas 3,5 ton juga bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan pelanggan, misalnya dengan menambahkan attachment yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. “Kami menyediak

an fitur yang umum dipergunakan di pasar tetapi dapat juga disesuaikan dengan kebutuhan. Tim kami siap membantu menyediakan fitur non standar sesuai kebutuhan pelanggan,” ujarnya.

Forklift 3,5 ton ini sendiri menggunakan mesin Mitsubishi S4S, dengan tingkat konsumsi bahan bakar sekitar 2.5 liter per jam, tergantung kapasitas beban yang diangkut dan frekuensi mobilisasinya. Makin tinggi beban yang diangkut konsumsi bahan bakar juga meningkat. Selain itu, konsumsi bahan bakar tergantung pada banyaknya aktivitas forklift dari satu titik ke titik lainnya. #

36 total views, 1 views today

Related posts