27.2 C
Jakarta
6 Mar, 2021.

Bongkar Muat Alat Berat Tetap Ramai di Terminal IPCC

Proses pengiriman alat berat di PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (Dok. IPCC)

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) catatkan kenaikan pertumbuhan volume penanganan ekspor Alat Berat di Terminal Internasional. Secara bulanan, kenaikan penanganan tersebut mampu melampaui pertumbuhan penanganan volume bongkar muat layanan kendaraan CBU di Terminal Internasional yang biasanya mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penanganan bongkar muat Alat Berat dan Spareparts/General Cargo. Tahun ini, tampaknya menjadi berkah tersendiri bagi segmen Alat Berat dimana pertumbuhan positifnya mampu melampaui pertumbuhan segmen lainnya di Terminal IPCC.

Sebagai catatan, kenaikan penanganan ekspor Alat Berat di bulan Juli 2020 sebanyak 479 unit atau mengalami kenaikan 205,10% dibandingkan Juni 2020 sebanyak 157 unit. Pertumbuhan positif lain juga terjadi pada bulan September 2020 sebesar 43,75% dari 432 unit di bulan Agustus 2020 menjadi 621 unit. Lalu, di bulan November 2020 sebanyak 558 unit atau naik 2,39% dibandingkan bulan Oktober 2020 sebanyak 545 unit. Selanjutnya, di penghujung akhir tahun 2020, volume penanganan ekspor Alat Berat bertumbuh 42,65% menjadi 796 unit di bulan Desember 2020 dibandingkan 585 unit di bulan November 2020.

Tidak hanya ekspor, pada impor pun juga catatkan kenaikan. Sebagai contoh, di bulan Desember 2020 setidaknya terdapat 322 unit Alat Berat yang masuk ke Terminal Internasional IPCC atau naik 28,29% dibandingkan bulan November 2020 sebanyak 251 unit Alat Berat impor. Bahkan di bulan November 2020, mengalami kenaikan yang lebih tinggi dengan naik 109,17% dengan volume impor Alat Berat sebanyak 251 unit dibandingkan bulan Oktober 2020 sebanyak 120 unit.

“Kenaikan volume penanganan Alat Berat tersebut tentunya memberikan berkah dan bak oase di tengah turunnya volume layanan bongkar muat di segmen lainnya, terutama dari segmen CBU. Kondisi tersebut pun juga berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya (2019) dimana volume penanganan Alat Berat di Terminal IPCC justru mencatatkan penurunan dibandingkan tahun 2018,” ujar Sofyan Gumelar, Sekretaris Perusahaan IPCC, Senin (11/1).

Adapun pertumbuhan volume penanganan Alat Berat secara tahunan di bulan Desember 2020 mengalami kenaikan 62,78% dibandingkan Desember 2019 sebanyak 489 unit. Kenaikan pertumbuhan juga terjadi pada bulan November 2020 dimana naik 65,58% menjadi 558 unit dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 337 unit. Bahkan di bulan September 2020 mencatatkan kenaikan yang cukup tinggi sebesar 107% dengan volume Alat Berat sebanyak 621 unit dibandingkan September tahun sebelumnya sebanyak 300 unit.

“Pertumbuhan volume penanganan Alat Berat tersebut di tahun ini dapat dikatakan membaik meski di tengah masih berlangsung pemulihan ekonomi global yang sempat diterjang badai Covid-19. Meski demikian, IPCC tidak menampik bahwa jika dihitung setahun penuh (akumulasi), total volume penanganan Alat Berat di tahun 2020 masih di bawah tahun sebelumnya,” ujar Sofyan.

Secara akumulasi di tahun 2020, volume Alat Berat mencapai 9.856 unit atau lebih rendah 22,80% dibandingka akumulasi di tahun 2019 sebesar 12.767 unit. Dari jumlah tersebut, volume akumulasi penanganan ekspor dapat mencatatkan kenaikan sebesar 53,05% sebanyak 6.278 unit dibandingkan tahun 2019 pada periode yang sama sebanyak 4.102 unit. Sementara itu, volume impor di tahun 2020 sebesar 3.578 unit atau 58,71% di bawah volume impor di tahun 2019 sebanyak 8.665 unit.

“Manajemen berharap, tahun ini dapat menjadi tahun perbaikan dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan seperti yang diperkirakan Pemerintah dan sejumlah kalangan sehingga dapat meningkatkan permintaan kembali atas Alat Berat. Dengan demikian, kondisi tersebut dapat memberikan tambahan peningkatan kinerja bagi IPCC dalam melayani bongkar muat kendaraan, khususnya Alat Berat di Terminal IPCC,” ujar Sofyan. EI

Related posts