27 C
Jakarta
21 Sep, 2021.

Chandra Asri Dukung Regulasi TKDN di Sektor Otomotif

Chandra Asri mengembangkan resin PP kopolimer inovatif dan tahan benturan demi mendukung regulasi tingkat kandungan dalam negeri di sektor otomotif Indonesia.

Bumper Fascia (Foto: Chandra Asri)

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, perusahaan petrokimia terintegrasi dan terbesar di Indonesia, telah memasok kebutuhan industri otomotif yang sedang berkembang pesat di Indonesia dalam dekade terakhir. Setelah Thailand, Indonesia adalah produsen kendaraan bermotor yang terbesar di ASEAN. Indonesia memproduksi hampir 1 juta mobil penumpang dan hampir 250.000 mobil niaga per tahun. Sektor otomotif sangat vital dalam perekonomian Indonesia dan berkontribusi lebih dari 10% terhadap produk domestik bruto nasional.

Pemerintah menerapkan regulasi untuk menambah tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada seluruh kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Langkah ini termasuk pengembangan kendaraan listrik (electronic vehicle/EV). Pada tahun ini, setiap EV roda empat wajib memenuhi TKDN sebesar 35%, dan angkanya akan meningkat hingga minimal 80% dalam beberapa tahun mendatang, tepatnya pada 2030.

“Chandra Asri berupaya memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Supriyanto, General ManagerTechnical Service & Product Development, Chandra Asri, dalam rilis perusahaan itu, Senin (21/6). “Kami aktif mengembangkan dan memproduksi resin kopolimer tahan benturan (impact copolymer/ICP) yang inovatif dan berkinerja tinggi. Berkat ICP ini, kalangan produsen otomotif domestik dapat memenuhi aturan TKDN,” urainya.

Chandra Asri bermitra dengan Divisi Kimia, Milliken, produsen global yang membuat bahan aditif plastik canggih, untuk mengembangkan resin polipropilena (PP) ICP terbaru, Trilene BI55GN. Dengan aspek melt flow rate (MFR) yang mencapai 50 g/10 menit—MFR tertinggi di antara seluruh ICP buatan Chandra Asri—Trilene BI55GN ideal digunakan dalam pembuatan komponen-komponen otomotif berukuran besar, seperti fasad bumper dan panel instrumen. 

“Trilene BI55GN telah memenuhi standar produksi panel instrumen yang ditetapkan sebuah produsen mobil terkemuka asal Jepang,” menurut Supriyanto. “Produk ini juga telah menunjukkan hasil evaluasi yang menjanjikan setelah dites oleh beberapa produsen otomotif terkemuka lainnya. Kalangan produsen ini segera menggunakan resin tersebut dalam waktu dekat,” jelasnya.

Untuk melengkapi resin baru dengan MFR tinggi ini, produk performance additive Hyperform HPN buatan Milliken akan “turut menambah produktivitas kalangan konverter, sekaligus menyeimbangkan keunggulan material, yakni antara kekakuan dan daya tahan terhadap benturan, serta stabilitas dimensional terbaik,” kata Bhavesh Gandhi, Global Product Line Manager, Hyperform HPN.

“Chandra Asri memiliki kapasitas produksi yang sanggup memenuhi tingkat kebutuhan pasar atas BI55GN, baik saat ini dan masa mendatang. BI55GN juga dapat dipakai untuk membuat thin-wall packaging,” ujar Hendra Gunawan, General ManagerPolymer Sales, Chandra Asri.

Menurut Supriyanto, produk terbaru ini melengkapi resin PP ICP lain buatan Chandra Asri yang telah banyak digunakan industri, yakni Trilene BI32AN, juga dikembangkan bersama Milliken. “Dengan flow-grade menengah (38 MFR), Trilene BI32AN memiliki fitur fisik unggulan dan stabilitas dimensional, serta cocok digunakan dalam beragam aplikasi, termasuk perlengkapan dan perangkat kebutuhan rumah tangga, serta banyak komponen otomotif. Trilene BI32AN dinilai sebagai standar unggulan dalam produksi sepeda motor,” jelasnya.

“Chandra Asri akan terus menjalankan pengembangan produk inovatif,” kata Hendra, “demi mengantisipasi tren pasar, memenuhi kebutuhan para pelanggan, serta mendukung berbagai kebijakan pemerintah untuk meningkatkan TKDN pada kendaraan buatan Indonesia.” (Sumber: PR Newswire)

Related posts