
Doosan Infracore berencana melakukan rebranding pada tahun 2023 dengan nama baru, menyusul akuisisi perusahaan itu oleh Hyundai Heavy Industries (HHI) pada Agustus tahun lalu.
Nama baru akan diumumkan pada acara ConExpo tahun depan, kata Todd Roecker dari Doosan Infracore Amerika Utara, seperti dilaporkan Equipment World, Selasa (25/1/2022). Sebuah tim perwakilan Doosan dan Hyundai yang berbasis di Korea Selatan telah memulai proses rebranding dimaksud.
Roecker mengatakan niat awalnya adalah menunggu tiga tahun sebelum melakukan rebranding, tetapi ketika berbicara dengan para dealer, mereka justru memberikan tanggapan yang luar biasa dengan mengatakan “mengapa harus menunggu?”
“Jika Anda tetap harus mengubah merek Anda, mari kita lakukan lebih cepat,” kata Roecker dalam wawancara dengan Equipment World pada 25 Januari silam. “Jadi, kami akan mengubah brand kami pada akhir tahun ini, dan mudah-mudahan mengumumkannya pada ConExpo tahun 2023.”
Roecker berharap nama baru ini akan menyatu dengan Concept-X Doosan, yang menggabungkan kecerdasan buatan dan teknologi informasi serta komunikasi, serta memajukan teknologi-teknologi lainnya, seperti operasi otonom, excavator elektrik, paket baterai, dan sel bahan bakar hibrida.
“Saya membayangkan nama brand baru itu akan berbicara tentang sesuatu yang terkait jenis teknologi dan tipe produk di pasar, tetapi saya tidak memperkirakan itu akan menjadi beberapa versi dari Hyundai,” katanya.
“Rencananya adalah terus mempertahankan dua merek independen, dua model distribusi independen, yang pada dasarnya bersaing dengan itikad baik. Jadi, jika Anda akan melakukan itu, Anda harus membedakan diri Anda dengan tepat untuk menghindari kebingungan itu.”
Perubahan nama brand itu akan terjadi secara global, tidak hanya untuk Amerika Utara. Meskipun namanya akan berubah, kata Roecker, mesin Doosan akan mempertahankan warna oranye yang khas.
Hyundai membeli Doosan Infracore pada bulan Agustus setelah Doosan Heavy Industries & Construction mengalami masalah keuangan dan memutuskan untuk menjual segmen peralatan konstruksinya untuk melunasi utang. Sejauh ini, Doosan Infracore Amerika Utara dan Hyundai Construction Equipment telah beroperasi secara terpisah sebagai anak perusahaan di bawah Hyundai Genuine yang baru dibentuk. Akuisisi tersebut mencakup lini peralatan konstruksi Doosan yang berwarna oranye dan grup Doosan Engine, tetapi bukan Doosan Portable Power atau Bobcat.
Roecker mengakui ada kebingungan di kalangan para pelanggan dan dalam industri tentang bagaimana menyebut perusahaan-perusahaan itu sejak akuisisi tersebut dan sejauh mana Doosan akan mempertahankan identitas dan otonominya yang terpisah. Saat membahas masa depan Doosan, Roecker mengharapkan pabrikan itu untuk melanjutkan secara terpisah Hyundai Construction Equipment tanpa batas waktu tetapi dengan nama baru. Dia mencatat bahwa ketika Hyundai mengakuisisi Kia, produsen mobil Korea itu mempertahankan identitasnya yang terpisah.
“Ini tentu bukan hal baru bagi Hyundai,” ujarnya. “Ketika mereka mengakuisisi Kia, mereka menjalaninya; mereka membuat Kia tetap mandiri. Hyundai independen, brand Genesis mereka independen. Dan sebagai hasil dari mempertahankan merek-merek independen dan distribusi-distribusi yang independen tersebut, mereka berhasil mencapai tiga besar global dalam industri otomotif.”
Dia menambahkan bahwa akuisisi Doosan Engine memberi Hyundai solusi internal daripada harus mengalihdayakan produk-produk engine-nya.
Hyundai dan Doosan bersama-sama ingin naik ke peringkat lima besar produsen-produsen peralatan konstruksi di dunia pada tahun 2025. Roecker mengatakan bahwa tujuan itu masih dapat dicapai.
Dia mencatat bahwa tidak mungkin ada dealer gabungan Hyundai-Doosan di AS. “Dalam pengalaman saya, jika satu dealer memiliki 30% pangsa pada satu merek, dan mereka memegang merek pesaing lain, mereka mungkin masih memiliki pangsa pasar 30%, tetapi mereka tentu tidak memiliki yang 60%.
“Dan saya pikir masuk akal bagi Hyundai untuk mengakui dan tidak berharap bahwa mereka akan melakukan crossover atau menggabungkan brand-brand itu atau menggabungkan distribusi untuk tujuan itu.”
Dia juga mencatat bahwa agar kesepakatan itu disetujui di Korea dan negara-negara lain, Hyundai harus memastikan langkah itu tidak akan melanggar perjanjian perdagangan yang adil di masing-masing negara. “Mereka harus menjelaskan dengan sangat jelas kepada pemerintah-pemerintah di masing-masing negera bahwa rencana mereka adalah menjaga merek tetap independen,” jelasnya.
Doosan telah menjadi merek yang lebih kuat dari keduanya di dunia peralatan konstruksi. Brand ini berada di peringkat ke-10 secara global dengan penjualan $9,1 miliar, menurut Yellow Table KHL 2021. Hyundai berada di urutan 21 dengan penjualan $2,3 miliar, menurut Yellow Table.
Untuk Amerika Utara, Roecker menunjuk pada pengakuan merek Hyundai yang kuat, terutama karena produk-produk otomotifnya. Roecker mengatakan dia sudah mulai melihat manfaat bagi Doosan, yang tidak lagi menjadi bagian dari perusahaan yang kekurangan keuangan. Hyundai telah berinvestasi lebih banyak di Doosan dan melihatnya untuk membantu meningkatkan posisi Hyundai di industri peralatan, katanya. Ini juga membantu rencana Doosan untuk mengembangkan jaringan dealernya.
“Saya pikir persepsinya adalah ada kekuatan di belakang kita sekarang, mungkin lebih dari sebelumnya,” katanya. “Ada keuangan di belakang kita lebih dari sebelumnya.”
Perubahan nama terjadi saat Doosan meluncurkan hingga 35 produk baru selama dua tahun ke depan, termasuk rangkaian mesin-mesin compact excavator pertama dan dozer pertamanya.
Roecker mengatakan Doosan akan terus berinvestasi pada mereknya saat ini hingga penggantian nama. “Kami terus menjadi bullish dalam upaya periklanan kami dan mendorong kesadaran merek itu, karena kami adalah pendukung kuat dan percaya bahwa jika merek kami menjadi lebih kuat dan menjadi, apa pun merek X, akan lebih mudah untuk mengaitkan keduanya bersama-sama.”
Dia juga melihat Hyundai menempatkan fokus yang lebih besar secara keseluruhan pada bisnis peralatan konstruksi yang baru diperluas, dengan tujuan mencapai lima besar secara global pada tahun 2025.
“Mereka telah melakukan upaya sadar dengan menciptakan Hyundai Genuine untuk mengisolasi dan berinvestasi dalam industri konstruksi secara global. Di masa lalu, Peralatan Konstruksi Hyundai adalah bagian kecil di bawah Hyundai Heavy Industries,” katanya. “Sekarang terpisah; mereka memanfaatkan ini sebagai fokus berikutnya untuk mendorong pendapatan dolar melalui payung Hyundai Heavy. … Mereka berinvestasi sangat besar.” Sumber: Equipment World


















