Memasuki usia 15 tahun, PT Daya Kobelco CMI ingin bekerja lebih smart dan makin efisien. Mengapa?
Gejolak pasar alat berat/konstruksi yang berkepanjangan saat ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi Daya Kobelco. Budiono Wibowo mengatakan, meski kondisinya sangat menantang, tetapi Daya Kobelco tetap eksis. “Dari segi man power, baik tim penjualan, pemasaran maupun marketing support, kami selalu berusaha lebih dekat dengan para customer di berbagai belahan Indonesia,” ia menyebut salah satu karakteristik yang membedakan perusahaan ini dari kompetitor.
Untuk menjamin kelancaran usaha para customer dan menjaga loyalitas mereka, Daya Kobelco saat ini sedang mengembangkan pusat logistik atau semacam hub office di beberapa daerah untuk memudahkan pasokan suku cadang dan servis. Untuk daerah Kalimantan, Budiono mencontohkan, perusahaan ini akan membangun hub office di Samarinda, dan Makasar untuk wilayah Timur Indonesia, Palembang serta Pekanbaru untuk wilayah Sumatera. Daya Kobelco saat ini memiliki 29 jaringan bisnis di seluruh Indonesia yang mencakup kantor cabang, kantor perwakilan dan service.
Orimoto menambahkan, dalam membangun jaringan bisnis, Daya Kobelco selalu berpikir efisien. Pengembangan kantor cabang sangat bergantung pada kondisi pasar lokal. Di usianya yang sangat relatif muda dibandingkan kompetitor, ia mengakui, akumulasi aset perusahaan di beberapa daerah tidak seberapa dibandingkan kompetitor.
“Pembangunan kantor cabang mengikuti pertumbuhan pasar setempat. Namun, yang paling penting bagi Daya Kobelco adalah menempa man power,” ucapnya meyakinkan.
Budiono mencontohkan kantor cabang Daya Kobelco di Balikpapan. Karena yang menjadi pasar utama di area Kalimantan Timur adalah usaha pertambangan, meski ada juga perkebunan dan infrastruktur, maka Daya Kobelco belum membangun fasilitas yang megah untuk melayani kebutuhan pasar tersebut. Namun, untuk mengantisipasi kebutuhan produk-produk medium size ke bawah untuk sektor konstruksi, perkebunan dan HTI di wilayah Kalimantan Timur, Daya Kobelco akan membangun hub office di Samarinda.
Daya Kobelco juga terus mengembangkan produk dan service agar tetap eksis di tengah tekanan krisis. Dari sisi service, kata Budiono, kondisi pasar yang lesu selama ini dimanfaatkan Daya Kobelco untuk untuk me-reinforce sumber daya manusia, terutama dalam hal knowledge dan skill melalui berbagai pelatihan, baik technical training maupun management, baik untuk tim product support maupun marketing.
Sejak tahun lalu Daya Kobelco sudah memperkenalkan SK75 – salah satu benchmark Kobelco hingga kini – selain mini excavator kelas 5 ton. “Ternyata sampai saat ini, para kompetitor kami menjadi follower kami. Mereka ramai-ramai memperkenalkan mini excavator di kelas yang sama. Sebagai market leader di kelas mini excavator kami patut berbangga dan sekaligus waspada karena pesaing-pesaing di segmen ini makin banyak. Sebagai market challenger mereka pasti kembangkan strategi-strategi untuk menekan kami. Itu sebabnya, kami harus waspada,” ungkap Budiono lagi.
Dari segi pasar, Daya Kobelco akan terus memperluas jaringan ke berbagai belahan Indonesia. Kalau sebelumnya perusahaan ini fokus di wilayah Jawa, Sumatera dan Kalimantan, sekarang ini Daya Kobelco sudah merambah wilayah bagian Timur.



















