Daya tahan dan kinerja Buldoser Dressta TD-40 sudah teruji di area tambang bijih besi yang menantang di Kazakhstan.

Sokolov-Sarbai Mining Production Association (SSGPO) – anak usaha dari Eurasian National Resources Corporation – adalah perusahaan penambang dan pemroses bijih besi terbesar di Kazakhstan. Kazakhstan merupakan negara dengan cadangan bijih besi di urutan keenam dunia. Dengan mempekerjakan lebih dari 19.000 pekerja, perusahaan ini mengoperasikan tambang-tambang di Sokolovsky, Sarbaisky, Korzhinkolskiy dan Kacharsky.
Dressta TD-40 beroperasi di tambang Kacharsky Karyer yang terletak di bagian utara negeri itu, kira-kira 70 km dari kantor pusat SSGPO di kota Rudny. Tambang Karcharsky menghasilkan 48% dari total produksi SSGPO. Sebab itu, operasi tambang harus optimal. Resikonya, alat-alat berat yang bekerja di sini harus bekerja sepanjang waktu.
Daya tahan pada kondisi berat
Sejak digunakan pada awal tahun 2000, Dressta TD-40 di Kacharsky telah membukukan lebih dari 65.000 jam operasional tanpa kenal lelah dalam kondisi cuaca yang dapat mencapai suhu terendah hingga -40°C pada musim dingin dan naik setinggi 30°C pada musim panas.
Setelah ribuan jam menangani pekerjaan berat di dasar tambang bijih besi, belakangan buldoser ini telah mengerjakan pekerjaan yang ‘lebih ringan’, yakni pemindahan lapisan batuan penutup dan bebatuan besar ke lokasi-lokasi yang telah ditentukan dengan menggunakan bilah semi U TD-40 berkapasitas 39.8 m³ yang diperkuat secara khusus.
Sebagai tambahan, mesin ini dilengkapi dengan roda rantai berjarak lebar yang memberikan kestabilan saat beroperasi di sisi yang miring. Di lingkungan operasi yang berbukit-bukit dan menantang yang mendominasi kawasan penambangan terbuka ini, tenaga, kestabilan, dan kemampuan TD-40 adalah kunci utamanya.
Untuk para operator, masa pakai yang panjang dari suku cadang utama merupakan hal yang luar biasa mengesankan. Mengganti sabuk roda pada buldoser seberat 67.700 kg bukanlah pekerjaan yang menyenangkan, tetapi hal tersebut telah menjadi pekerjaan yang jarang terjadi dengan TD-40 – penggantian sabuk roda rutin pertama dilakukan setelah 14.408 jam pengoperasian.
Kisah yang sama juga terjadi pada mesin KTA19C dengan turbocharger yang bertenaga dari buldoser ini, yang baru mengalami turun mesin pertamanya setelah 25.070 jam pengoperasian. Untuk masalah transmisi – dengan enam kecepatan maju dan enam kecepatan mundur pada TD-40 – pertama kali turun mesin setelah 40.579 jam. Konversi torsi mesin ini pertama dilakukan setelah 49.588 jam, dan penggerak akhir modular setelah 53.913 jam.
Daya tahan sempurna TD-40 dan komponen-komponen pentingnya adalah kesaksian dari kualitas teknik dan desain yang diperoleh dari pabrik Dressta di Polandia. Hanya komponen dan material paling tangguh yang digunakan di pabrik itu, yang pada akhirnya menjamin produktivitas maksimum dan memuaskan pengguna akhir.
Kenyamanan Operator
Bagi para operator mesin, TD-40 dibuat dengan fitur-fitur yang menawarkan kenyamanan sepanjang waktu saat melakukan pekerjaan di tambang Kacharsky. Walaupun mampu beroperasi selama ribuan jam tanpa henti, mesin ini harus mampu membuat operatornya menjalankan pekerjaan tersebut dengan nyaman, efisien dan efektif.
Kabinnya yang tertutup dan berperedam suara dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara, yang berarti bahwa walaupun udara di luar kotor karena penambangan besi, kualitas udara di dalam kabin sendiri bersih dan aman. Dalam hal pengoperasian yang sesungguhnya, TD-40 dirancang dengan tuas kendali ergonomis untuk pengendalian dan pergerakan bilah yang presisi, dengan kelistrikan canggih dan kontrol penggerakan yang memungkinkan pengontrolan yang halus untuk semua fungsi mesin.
Sejak Dressta TD-40 pertama kali digunakan di tambang bijih besi Kacharsky SSGPO lebih dari 15 tahun yang lalu, kontribusinya terhadap produksi proyek yang berkelanjutan tidaklah luput dari perhatian. Kazakhstan adalah sebuah negara dengan mesin-mesin Dressta yang semakin umum digunakan pada proyek pertambangan dan konstruksi besar di negara ini.


















