Alat Berat
Technology Business Top News

Excavator Robotik, Era Baru Industri Konstruksi Telah Tiba

Dengan kacamata virtual-reality dan kontrol tangan, operator excavator robot SRI International dapat menggerakkan lengannya dan excavator meniru gerakan secara instan. Sumber: SRI Internasional

Sebuah lembaga penelitian nonprofit, SRI International, telah mengembangkan sebuah robot yang selama beberapa dekade sudah menjadi perhatian di dunia industri alat konstruksi. Awal tahun ini, mereka merilis sebuah video yang memperlihatkan protopite excavator robot sedang melakukan sejumlah pekerjaan dan trik.

Excavator robot itu dikendalikan dengan cara otomasi. “Kami menyebutnya media robotikasi (robotication kit),” kata insinyur senior dalam bidang robotik di SRI International, Reuben Brewer, dikutip Rabu (10/8).

Reuben Brewer menjelaskan, pada dasarnya, excavator robot ini lahir dari sebuah penelitian para ahli di SRI. Mereka mengambil hydraulic excavator  berbahan bakar diesel dan memasukkannya ke dalam robot.

“Kami memasang motor listrik ke dalam excavator ini. Hal ini yang memungkinkan excavator robot ini bisa menggerakan semua panel, termasuk pedal, seperti yang dilakukan manusia. Kami juga menempatkan komputer dan sensor-sensor yang bisa memperkuat operasional excavator robot. Kemudian, yang paling penting adalah bahwa excavator pintar ini terhubung dengan internet. Jadi, ini bukan hanya sebagai excavator, tetapi pada dasarnya ini adalah sebuah lengan robot yang difungsikan sebagai excavator,” papar Reuben Brewer. 

Menurut Reuben Brewer, excavator robot ini gampang dipelajari dan mudah dioperasikan. Mesin pintar ini juga bisa dikendalikan dari jarak jauh melalui tiga cara. Pertama, dioperasikan dengan cara “dilihat secara realitas virtual” dan kontrol dengan tangan. Dengan teknologi 3D, daerah di sekeliling excavator robot ini bisa terlihat dan terpantau dengan jelas. Bahkan tangan pengontrol bisa langsung menyentuh bucket excavator lalu menggerakannya sesuai yang diinginkan. Persis seperti bermain video game.

“Dibanding mengontrol excavator bagian per bagian yang begitu sulit, di excavator robotik ini, operator dapat mengontrol posisi dan orientasi bucket. Dalam hal ini dibutuhkan lebih banyak intuisi. Dalam excavator robot, bila Anda ingin mengeduk, tinggal menyentuh scoop lalu menggerakkan tangan mengikuti bayangan scoop. Nanti bucket akan dengan sendiri mengikutinya. Jadi, karena lebih banyak berdasarkan intuisi, maka jauh lebih mudah dipelajari,” jelas Reuben Brewer.

Lebih jauh dikatakan, “Dengan alat bantu untuk melihat (goggles), Anda bisa melihat kedalaman dan panjang lubang yang digali. Dengan kamera, Anda bisa melihat semua apa yang dikerjakan.”

Kedua, semi-otomatis. Melalui cara ini, operator mengajarkan robot tentang bagaimana bergerak secara semiotomatis. “Anda bisa memberitahu robot apa yang Anda ingin lakukan kemudian tinggal tekan play,” papar Reuben Brewer lagi.

Ketiga, menggunakan cara “Wireless joystick” atau pengontrol nirkabel. Model pengendalian excavator robot dengan cara ini adalah operator bisa menggunakan alat dengan sabuk keselamatan atau alat yang ditempatkan di depan operator. Nanti, pengontrol nirkabel akan mengoperasikan pedal dan berbagai tuas lain sebagaimana seorang operator mengoperasikan excavator dari dalam kabin. Dengan cara operasi seperti itu, excavator robot ini memang didesain untuk dioperasikan oleh mereka yang sudah sepuh.

“Kami berpikir bahwa sangat penting bagi para pekerja yang masih ada saat ini, yang sudah bekerja selama berpuluh-pulu tahun tetapi mungkin tidak mau lagi mengubah cara kerja mereka. Dengan excavator robot ini, mereka tetap melakukan pekerjaan yang sama tetapi cukup dengan menggerakan pengontrol nirkabel.

Sangat Nyaman

Dengan mengembangkan excavator robot, SRI sebetulnya ingin mencapai dua tujuan utama. Pertama, memperbaiki kondisi dan situasi kerja dari para pekerja konstruksi. Kedua, membantu industri memenuhi tuntutan lingkungan kerja yang ideal dan nyaman bagi para pekerja.

“Degan dioperasikan dari jarak jauh, Anda bisa bayangkan, seseorang yang biasanya duduk di dalam kabin dalam kondisi panas dan berdebu. Tiba-tiba kemudian mereka ditempatkan di dalam sebuah ruang kerja yang nyaman dan berudara sejuk. Mungkin juga ruangan itu berada dalam sebuah gedung yang jaraknya berkilo-kilo meter dari lokasi pekerjaan. Mereka akan merasa sangat nyaman bekerja dari sana. Ini sekaligus menciptakan situasi dan suasana kerja yang nyaman bagi karyawan serta membuat mereka begitu betah menjalankan pekerjaannya. Selain itu, keselamatan kerja juga sangat terjamin,” jelas Reuben Brewer. 

Menurut Reuben Brewer, alat-alat robotik, termasuk excavator, menjadi sebuah daya tarik bagi para pekerja generasi baru. Mereka juga bisa dilatih secara lebih cepat dan lebih mudah. “Anda bisa mempelajari sistem SRI ini hanya dalam tempo 20 menit. Sebab kontrol-kontrolnya lebih mengandalkan intuisi. Tidak ada banyak tuntutan menggunakan otak untuk mengoprasikan excavator robot,” jeaslnya lagi.

Transparan

Kabin excavator robot ini didesain dengan sangat transparan, termasuk kanopinya. Dengan keterbukaan seperti itu, orang bisa melihat semua yang ada di dalam kabin excavator. Pada bagian paling atas kanopi dipasang kamera anti-air yang bisa memotret 360 derajat. Dengan begitu seluruh area di sekitar excavator beroperasi bisa terpantau dengan jelas. Kamera itu juga sangat membantu dalam menjamin keamanan dan keselamatan kerja. “Demi keamanan dan keselamatan, maka tidak ada daerah yang tertutup. Semua terbuka,” kata Reuben Brewer.

Perlengkapan lain dari excavator robot ini, imbuh Reuben Brewer, adalah sensor, baterai, dan fasilitas pengisian ulang daya. Artinya, ketika excavator robotik beroperasi lagi, maka baterainya akan terisi ulang secara otomatis.

Hanya saja, excavator robot ini, kata Reuben Brewer, masih membutuhkan uji coba lebih banyak lagi di lokasi konstruksi seungguhnya. “Kami mendapat banyak masukan setelah kami mengunggah video excavator itu di Youtube, saat melakukan uji coba di lokasi proyek,” jelas Brewer. Sumber: SRI International

Berita Terkait