Alat Berat
Technology Business Construction EQ Top News

Shantui Klaim Dirinya sebagai Penemu Bulldozer Otomatis Pertama di Dunia

Dozer otomatis penuh Shantui dikembangkan di National Digital Construction Technology Innovation Center di Wuhan. Foto: Huazhong University of Science and Technology

Produsen alat berat China, yang dikenal sebagai spesialis Buldozer, Shantui, bersama para peneliti dari Huazhong University of Science and Technology (HUST) mengembangkan bulldozer otomatis (bulldozer autonomous) yang dapat bergerak sendiri. Mereka mengklaim temuan ini sebagai yang pertama di dunia. Hanya saja, mereka belum memberi nama pada produk pintar  ini.

Melansir laporan Equipment World pada Selasa (30/8/2022), dalam tiga tahun terakhir, tim dari Shantui dan HUST sudah melakukan lebih dari 100 kali uji coba terhadap mesin yang mereka kembangkan ini. Hasilnya, mesin ini mampu menjalani instruksi dan bekerja secara otomatis tanpa harus dikendalikan dari jarak jauh.

Laporan IOT World Today menyebutkan, tim yang bekerja di bawah proyek bernama DH17C2U mengklaim bahwa Shantui berhasil menemukan bulldozer otomatis pertama di dunia. Temuan ini kemudian dikembangkan lebih lanjut di National Digital Construction Technlogy Innovation Center milik HUTS di Wuhan.

Disebutkan, bulldozer ini bisa bekerja sendiri menggunakan sistem komputer bertenaga tinggi, sistem keberadaan yang presisi (precision positioning system), serta dilengkapi dengan jaringan komunikasi 5G.

Masih menurut laporan IOT World Today, dozer yang bekerja otomatis ini bisa mendorong dan meratakan material hingga pada suhu minus 10 derajat selsius. Meski demikian, laporan media itu menyebutkan, alat ini masih butuh sejumlah uji coba lagi. Akhir tahun ini, alat itu akan diuji coba di lokasi tambang dan proyek-proyek infrastruktur guna memastikan sejumlah skenario.

Rencananya, Shantui baru akan meluncurkan mesin ini ke pasar setelah semuanya sempurna. Shantui yakin alat-alat berat otomatis seperti ini akan laku di pasaran dan sangat dibutuhkan karena sudah pasti menjamin keselamatan kerja. Yang paling penting lagi, dengan mengoperasikan alat-alat otomatis seperti ini akan bisa menghemat banyak pengeluaran.

Namun bila mengacu pada definisi alat-alat otomatis yang sebenarnya, maka Shantui bukanlah perusahaan manufaktur pertama yang bermain di wilayah bulldozer otomatis. Sebelum mereka, Liebherr sudah lebih dulu memaparkan konsep itu pada pameran Bauma 2019 silam.

Beda dari model yang dikembangkan Shantui, Liebherr memperkenalkan 7XX sebagai alat yang bisa bekerja dengan sistem kontrol jarak jauh.

Kemudian, pada 2020, Built Robotics meluncurkan sebuah alat yang memungkinkan semua bulldozer produk banyak perusahaan menjadi mesin otomatis secara penuh. Pihak Built Robotics mengatakan, ekosistem mesin-mesin dozer yang mereka kembangkan bisa menyelesaikan pekerjaan menumpuk, meratakan dan mendorong material secara otomatis. Sumber: Equipment World

Berita Terkait