Alat Berat
Agriculture Business Construction EQ Top News

Hyundai HX 55S Untuk Perkebunan Kelapa Sawit

Mendukung pertumbuhan industri perkebunan kelapa sawit, Hyundai Construction Equipment memperkenalkan mini excavator HX 55S.

Indonesia menjadi tanah subur untuk kelapa sawit. Areal perkebunan kelapa sawit tersebar di 26 provinsi. Sejak lama kelapa sawit menjadi  komoditas unggulan di sektor perkebunan nasional. Selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, kelapa sawit juga menjadi produk ekspor andalan. Bahkan harga CPO (crude palm oil) di pasar ekspor lebih tinggi daripada di pasar domestik. Kondisi ini yang mendorong banyak pemain industri kelapa sawit lebih mengutamakan pasar ekspor daripada melayani kebutuhan pasar dalam negeri, yang memicu krisis ketesediaan minyak goreng di Indonesia baru-baru ini.

Menurut data Kementerian Pertanian, seperti dikutip Kata Data, luas areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia terus bertambah. Dilaporkan, selama 2017 – 2021 terjadi tren peningkatan. Pada tahun 2021, luas perkebunan kelapa sawit mencapai 15,08 juta hektare, naik 1,5% dibanding tahun sebelumnya yang seluas 1,48 juta ha. Dari 15,08 juta ha, mayoritas dimiliki oleh Perkebunan Besar Swasta (PBS) yaitu seluas 8,42 juta ha (55,8%). Perkebunan Rakyat (PR) seluas 6,08 juta ha (40,34%) dan Perkebunan Besar Negara (PBN) seluas 579,6 ribu ha (3,84%). Kementan juga mencatat, jumlah produksi kelapa sawit nasional sebesar 49,7 juta ton pada 2021, naik 2,9% dari tahun sebelumnya yang berjumlah 48,3 juta ton.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis kelapa sawit di Indonesia, suplier-suplier mesin menyediakan berbagai peralatan yang sesuai dengan kebutuhan industri tersebut dari mulai persiapan dan  pengolahan lahan, perawatan, pemanenan hingga pengangkutan tandan buah segar (TBS). Khusus untuk perawatan perkebunan kelapa sawit, Hyundai Construction Equipment, contohnya, menyediakan mini excavator HX 55S. 

Herman Sukmana, Regional Sales Manager PT Hyundai Construction Equipment Asia menjelaskan beberapa spesifikasi mesin yang berpostur ramping ini. HX 55S ditenagai oleh engine 4TNV94L-ZXSHYBC dengan tenaga 48,5 HP/2200 RPM. Dengan berat operasi 5,56 ton, mini excavator ini menawarkan bucket dengan kapasitas 0,18 m3.

“Mini excavator Hyundai HX 55S lebih cocok untuk pekerjaan-pekerjaan di perkebunan kelapa sawit, seperti penggalian  parit dan lain-lain,” kata Herman saat menjelaskan aplikasi mini excavator Hyundai tersebut kepada Equipment Indonesia baru-baru ini.

Mini excavator Hyundai HX 55S menawarkan jangkauan horisontal maksimal sejauh 6,11 m.  Sementara kedalaman penggalian maksimal 3,730m dan tinggi penggalian maksimal 5,740m. Untuk memudahkan mobilisasi dan manuvernya di area perkebunan kelapa sawit, Hyundai mendesain alat ini dengan ukuran yang kompak. Panjangnya saat diangkut hanya 5,9m dengan lebarnya 1,92m dan tinggi 2,55m.

Mini excavator HX 55S diklaim sebagai sebuah mesin yang ramah lingkungan, bertenaga, lincah dan hemat pemakaian bahan bakar. Alat ini menggunakan beberapa sistem filtrasi bahan bakar engine yang menjamin durabilitas dan performa yang lebih baik. Alat ini juga menggunakan desain MCV optimal yang meningkatkan kecepatan dan produktivitasnya. Selain itu, terdapat fitur engine auto idle yang berguna untuk membantu mengurangi biaya bahan bakar.

HX 55S memiliki sistem hidrolik canggih. Dilengkapi dengan “load sensing system” membuat mesin ini bergerak lebih halus dan lebih cepat. Selain itu, terdapat rem parkir yang memungkinkan perputarannya lebih halus dan mudah dikontrol.

Untuk menjamin daya tahan yang kuat selama operasi, Hyundai melengkapi mini excavator ini dengan attachment yang diperkuat. Pabrikan ini mengklaim rangka mesin kecil ini dapat menahan benturan dan tekanan yang keras selama operasi di medan yang buruk. Kerangka baja berbentuk X (X-type) semakin mengoptimalkan kekuatan mesin ini, sehingga usia pakainya makin lama.

Menurut Herman, daya serap pasar produk-produk mini excavator sekelas HX 55S di Indonesia cukup signifikan. “Market size-nya mini excavator HX 55S sebanyak 1500 unit,” ujarnya. Tantangannya, ia melanjutkan, dengan semakin banyaknya pilihan model mini excavator dari berbagai merek saat ini membuat PT Hyundai Construction Equipment Asia bersama dengan dealer Hyundai di Indonesia harus bisa menawarkan produk dengan harga yang lebih kompetitif, tetapi memiliki performa dan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pasar dan juga dengan berbagai opsi pembayaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan pasar.

Merespons persoalan tersebut, PT. Hyundai Construction Equipment Asia sudah menjalin kerja sama dengan konsorsium perusahaan-perusahaan pembiayaan KFC (Korean Finance Consortium) yang terdiri dari 5 institusi keuangan. “Konsorsium ini khusus membiayai Hyundai Construction Equipment. Prosesnya sangat cepat dan bunganya sangat bersaing,” kata GM Marketing & Sales PT. Hyundai Construction Equipment Asia, Intianto DS meyakinkan.

Selain itu, khusus untuk mini excavator HX 55S dan HX 75S, PT. Hyundai Construction Equipment Asia menawarkan tiga kali bebas angsuran dan proses cepat (paling lambat 7 hari), tentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Untuk informasi selengkapnya, silahkan kunjungi www.hyundai-ce.com atau Hotline (WA): +62 852 1749 1533 a.n. Herman Sukmana.

Berita Terkait