
Terik begitu menggigit di kawasan pergudangan Kapuk Kamal, Jakarta Barat. Namun, kondisi itu tidak mengurungkan semangat para customer untuk merapat ke Used Equipment Center Kobelco. Setelah berteduh sejenak di sebuah tenda besar yang telah disiapkan, mereka bergegas menuju ke pelataran belakang untuk melihat-lihat jejeran excavator bekas yang terpajang rapi.
Acara open house yang digelar pada Jumat (22/8) bukan baru sekali terjadi. PT Daya Kobelco CMI sudah beberapa kali menyelenggarakan event serupa di fasilitas ini, rata-rata setiap enam bulan sekali. Hal ini seiring dengan makin besarnya minat pelanggan memburu mesin-mesin bekas. Di sini para kontraktor atau pembeli bisa mendapatkan mesin-mesin yang mereka inginkan. Pililhannya cukup beragam dan tersedia alat-alat bekas Kobelco yang masih dalam kondisi prima, tetapi dengan harga terjangkau.
Tutuk Hascarya, Assistant Manager Used Equipment Center PT Daya Kobelco CMI mengungkapkan, kegiatan open house ini merupakan salah satu dari kebijakan manajemen ke arah promosi dan memperkenalkan excavator bekas Kobelco ke pihak pembeli maupun pengguna.
“Pada penyelenggaraan kali ini, terjadi peningkatan jumlah excavator yang kita display, yakni total 61 excavator bekas dengan variasi tahun mulai 2005 hingga 2014. Kelas 20 ton mendominasi total jumlah excavator bekas yang kami pajang. Selain itu. ada pula beberapa unit di kelas 10 ton dan 30 ton,” jelasnya.
“Target kami adalah para pemain di sektor perkebunan, khususnya usaha perkebunan kelapa sawit. Di samping itu, karena excavator kelas 30 ton juga dapat digunakan di sektor pertambangan,” katanya memaparkan.
Ia menambahkan, target penjualan pada penyelenggaraan kali ini adalah 40 unit. Untuk mencapainya, Kobelco tidak hanya mengundang customer dari seputaran Jakarta saja, tapi juga menyebar informasi mengenai open house ini ke cabang-cabang di seluruh Indonesia dan acara inipun dibuka untuk umum. Imbasnya, beberapa customer dari Manado, Jambi, Medan, Gorontalo, Banjarmasin dan lainnya, tak ketinggalan memburu excavator bekas Kobelco.
Selain itu, terdapat program promosi menarik yang diberikan Kobelco kepada para customer yang membeli pada hari itu. “Program diskon harga yang kami berikan cukup menggiurkan,” ujarnya.
Prospek pasar alat berat bekas nampaknya akan semakin cerah pada masa mendatang. Yushi Sandidarma, Sales & Marketing Director PT. Daya Kobelco mencatat, minat customer terhadap excavator-excavator bekas Kobelco terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Dibandingkan tahun lalu, terjadi peningkatan permintaan alat berat bekas hingga 10-15%. Permintaan tersebut terutama untuk alat-alat berat bekas dengan tahun pembuatan yang masih baru.
Dijelaskan Yushi, kurs dolar yang tinggi menjadi salah satu alasan mengapa banyak customer melirik excavator bekas. Proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur yang dilaksanakan pemerintah maupun swasta kian hari kian bertambah. Tentu saja dibutuhkan suplai alat berat yang tidak sedikit dalam pekerjaan-pekerjaan tersebut. Hal yang sama juga terjadi di sektor perkebunan dan HTI. Sementara tambang batubara sedang mati suri, tambang-tambang galian C masih aktif dan membutuhkan alat-alat berat kelas 30 ton.
“Saat ini, kurs dolar masuk pada level yang cukup tinggi. Hal itu tentu saja berimbas pada harga excavator baru yang juga turut melejit. Sementara excavator bekas Kobelco dijual dengan rupiah, jadi harganya tidak terpengaruh dengan dolar,” ujar Yushi.
Yushi menambahkan, hal lain yang juga mendukung laris manisnya excavator-excavator bekas Kobelco adalah karena diterapkan back-up standard terhadap alat-alat tersebut. “Dimanapun excavator used itu bekerja, kami memberi support penuh terhadap parts-nya melalui cabang-cabang Kobelco yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Budiono Wibowo, Product Support Director Daya Kobelco. Bahkan ia mencatat tren baru di pasar penjualan alat bekas Kobelco. Di samping excavator Kobelco kelas 20 ton memang masih menjadi primadona lantaran banyak pelanggan yang memburunya, kini muncul permintaan di kelas-kelas lainnya.
“Kami mencatat permintaan terhadap mini excavator bekas juga bertumbuh saat ini. Unit-unit tersebut digunakan untuk proyek-proyek kecil di sektor infrastruktur seperti perbaikan jalan, pembuatan saluran air, dan sebagainya,” ungkap Budiono.



















