
PT Pamerindo Indonesia berhasil mengobati kerinduan para pelaku industri pertambangan dan alat berat di Tanah Air dengan kembali menyelenggarakan pameran Mining Indonesia dalam rangkaian acara “Indonesia Energy & Engineering 2022 Series” (IEE 2022 Series) di arena Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, 14-17 September 2022.

Pameran yang mengusung berbagai produk dan teknologi tambang ini merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat alat berat Indonesia karena beberapa faktor. Pertama, saat ini bisnis tambang, terutama batubara, sedang jaya-jayanya karena harganya yang melambung. Tren kenaikan itu terjadi sejak akhir 2021 yang dipicu oleh krisis energi global sebagai buntut dari perang Ukraina – Rusia yang tak kunjung berhenti hingga kini. Merespon lonjakan harga komoditas tersebut, perusahaan-perusahaan tambang menggenjot produksi mereka. Alat berat merupakan andalan utama untuk mendukung peningkatan produksi mereka.

Kedua, sejak awal tahun permintaan alat-alat tambang makin tinggi seiring dengan kian pesatnya produksi batubara tetapi pasokan sangat terbatas karena krisis rantai pasokan. Kapasitas produksi produsen-produsen alat berat sangat terbatas terutama karena problem rantai pasok berbagai material dan komponen yang menghambat proses produksi. Diperparah lagi oleh masalah logistik dan delivery yang masih terhambat sebagai dampak lanjutan dari pandemi tersebut. Waktu tunggunya lama, bahkan hingga berbulan-bulan. Problem ini mendera semua pabrikan alat berat.

Namun, seiring perjalanan waktu, secara perlahan persoalan-persoalan ini mulai terurai. Proses produksi semakin lancar dan delivery time makin cepat. Beberapa OEM China, misalnya, mengaku fabrikasi mesin-mesin baru mereka makin cepat dan proses delivery-nya ke Indonesia butuh waktu beberapa minggu saja. Sebab itu, mereka memanfaatkan Mining Indonesia 2022 sebagai kesempatan untuk memproklamirkan kesiapan mereka untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan industri tambang dengan lebih cepat. Mereka juga menampilkan produk-produk andalan mereka untuk industri tambang.
Pameran Mining Indonesia 2022 ini menuai sukses besar. Ukurannya sederhana. Selain karena diikuti 1.100 peserta pameran dari 42 negara dan 2.700 produk, juga sepanjang pameran, jumlah pengunjung membeludak hingga hari terakhir, Sabtu 17 September 2022. Kesuksesan lainnya tercermin dari pengakuan sejumlah eksibitor yang dijumpai Majalah Equipment Indonesia selama acara berlangsung. Mereka mengaku mendapat order yang jumlahnya sangat signikan. Bahkan beberapa mesin yang bertubuh bongsor yang ditampilkan sudah laku terjual. Terlihat tulisan “Sold” pada beberapa alat di hampir setiap booth. Namun, ada beberapa brand yang harus menolak secara halus pesanan pelanggan karena khawatir mesin-mesin itu tidak bisa diterima tepat waktu.

Setelah absen selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, pemeran ini memang bagaikan oase di padang gurun. Rindu bertemu dari para pelaku di industri alat berat dan seluruh ekosistemnya terobati. Begitu juga sektor-sektor lainnya. Sebagai pameran pertama sejak meradangnya pandemi Covid-19 pada Maret 2022, Pamerindo Indonesia langsung menggabungkan lima buah pameran dari berbagai sektor berskala internasional sekaligus. Kelima ajang itu adalah Electric & Power Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Mining Indonesia, Construction Indonesia, serta Concrete Show Southeast Asia.
Pembukaan pameran berlangsung secara hybrid, yaitu secara online dan offline, pada Rabu 14 September 2022 pagi. Beberapa pejabat hadir dan memberi kata sambutan. Sebut saja, antra lain, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusbroto, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Basilio Dias Araujo, serta sebagai tuan rumah, Event Director Energy & Engineering Series – Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari.

Dalam sambutannya, Lia Indriasari mengatakan, pameran ini menjadi bukti nyata adanya perkembangan industri di sektor energi dan teknik di Indonesia. Dan, industri ini menjadi salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi nasional. Hanya saja, kata Lia Indriasari, untuk semakin mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu dukungan dari seluruh pelaku industri.
“Pameran ini akan menjadi platform yang menciptakan multiplier effect terutama di sektor perekonomian seperti pertumbuhan devisa negara, ekspor-impor, serta iklim investasi,” ujarnya.
Mengutip data Badan Pusat Statistik atau BPS, Lia Indriasari mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2022 mencapai 5,44%. Sektor pertambangan memberi sumbangan cukup signifikan yaitu sebesar 4,01%. Sementara sektor konstruksi menyumbang 1,02%.

Menurut dia, pertumbuhan tersebut terjadi seiring dengan mengalirnya arah industri menuju digitalitasi. Pemerintah, kata dia, sangat berperan penting dalam mendukung percepatannya di berbagai sektor.
Pada bagian lain, Lia Indriasari mengungkapkan, sebagai penyelenggara pameran, Pamerindo Indonesia berupaya menyeleraskan pameran ini dengan program keberlanjutan yang dicanangkan pemerintah. “Saya sangat bangga karena IEE 2022 Series kali ini telah ikut mengimplementasikan 11 program pembangunan berkelanjutan yang akan mendukung negara ini dalam mencapai visi Indonesia tahun 2045 menjadi negara maju dan termasuk ke dalam lima kekuatan ekonomi dunia dengan kualitas manusia yang unggul,” jelasnya lagi.
Sementara Sidarto Danusubroto menekankan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup tinggi tidak terlepas dari dukungan pemerintah dalam digitalisasi serta investasi, termasuk lewat sektor energi dan pertambangan.
“Sebagai contoh, Indonesia baru saja mengadopsi teknolgi 5G Smart Mining di PT Freeport Indonesia dan merupakan yang pertama di Asia Tenggara. Artinya apa? Masih terbuka luas upaya-upaya digitalisasi pada proses kerja di sektor energi, konstruksi, dan infrastruktur. Pemerintah turut bangga dengan berperannya anak bangsa yang memiliki kecakapan khusus di bidang ini,” jelasnya.

Pada bagian lain, pensiunan jenderal polisi bintang dua ini mengungkapkan bahwa pemerintah telah menjadikan pembangunan SDM sebagai pengarusutamaan strategi pembangunan nasional dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan ekonomi serta dukungan terhadap program Sustainability Development Goals atau SDG.
Adapun Basilio Dias Araujo yang hadir menggantikan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapan bahwa implementasi teknologi digital sangat membutuhkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
“Sektor energi merupakan salah satu kekayaan terbesar Indonesia dan pengolahannya perlu dilakukan secara efisien. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kapabilitas SDM serta teknologi digital. Apalagi, saat ini implementasi energi terbarukan (EBT) sebagai porsi terbesar menuju ketahanan energi, baru mencapai 5% dari target 30% pada 2045,” jelasnya.
Menurut dia, peran EBT dan digitalisasi di sektor energi ini sangat penting, terutama dalam rangka percepatan transformasi energi hijau menuju target nol emisi karbon pada 2060. Selain itu, EBT dan digitalisasi di sektor energi juga penting dalam mendukung implementasi program SDG, terutama yang terkait dengan ketahanan energi agar mencapai target.
Seusai acara pembukaan, beberapa peserta pameran langsung unjuk gigi. Mereka menggelar berbagai acara, mulai dari peluncuran booth hingga peluncuran dan memperkenalkan produk terbaru dan unggulan mereka selama pameran ini. Selama pameran berlangsung para pengunjung juga dihibur baik oleh berbagai atraksi tarian maupun musik beragam genre dari beberapa booth peserta pameran.
Satu hal lain yang juga mencolok selama pameran ini adalah setiap brand berlomba-lomba menampilkan sales promotion girls yang mengenakan pakaian “mini” serta dandanan yang aduhai. Itu membuat mereka tampil semakin cantik. Belum lagi melihat aksinya yang cukup menarik perhatian pengunjung. Dengan sepatu hak tinggi plus pakaian mini, mereka tidak segan-segan memanjat alat-alat berat seperti excavator sambil menari.
Ya, pada pameran ini, para pengunjung memang bukan hanya dimanjakan oleh mesin dan alat-alat berat terbaru dari berbagai tipe dan merk, tetapi juga oleh berbagai hiburan. Termasuk pemandangan-pemandangan indah yang menyegarkan mata para pengunjung di bawah terik matahari selama empat hari pameran berlangsung.*
















