
Tahun 2020 adalah tahun yang menantang untuk berbagai industri, termasuk industri alat berat secara keseluruhan, terutama mini excavator (mini hex). Awalnya, diharapkan, dengan adanya pemerintahan yang sudah firm, keberlangsungan proyek-proyek bisa lebih menjanjikan, khususnya di pasar konstruksi-infrastruktur dimana mesin-mesin mini hex ini banyak digunakan. Setidaknya market size yang diharapkan tidak kurang dibanding tahun lalu sekitar 1400 unit per tahun.

“Namun, penularan Covid-19 berpengaruh cukup besar terhadap pasar mini hex. Di awal tahun penjualan cukup menjanjikan dengan inline-nya pernjualan mini hex di pasar. Tetapi semenjak Maret 2020 ketika penyebaran Covid-19 mulai massive di Indonesia, penjualan alat-alat berat mini ini menunjukkan penurunan signifkan. Dari sisi sales pipeline, penurunannya sampai 70%,” kata Bobby Cangkrama, Sales General Manager PT MHE-DEMAG Indonesia kepada Equipment Indonesia beberapa waktu lalu.
Mini Hex sendiri, pada dasarnya, dapat dipergunakan di berbagai market, terutama konstruksi dan perkebunan. Sektor pertambangan tidak banyak menggunakan mini hex ini. Di sektor konstruksi, alat-alat ini banyak dipergunakan untuk pembangunan perumahan, konstruksi bangunan dan juga untuk pekerjaan landscaping.
Menurut Bobby, dengan banyaknya sektor pasar yang bisa dipenetrasi oleh mini hex, potensi pasarnya menjanjikan. “Indonesia saat ini masih terbilang 20 tonner class country, karena banyak aplikasi atau pekerjaan menggunakan excavator kelas 20 ton, yang sebenarnya akan lebih efektif dan efisien jika menggunakan mini hex. Jadi, kami masih punya ruang untuk mengedukasi mini hex Wacker Neuson dengan segala kelebihannya di pasar ini,” ungkapnya. PT MHE-DEMAG Indonesia adalah dealer produk Wacker Neuson di pasar Indonesia.
Wacker Neuson merupakan perusahaan yang berbasis di Jerman yang fokus memproduksi compact heavy equipment/mini class. Produk-produknya bukan hanya mini hex tetapi juga compact wheel laoder, mini telehandler dan juga rough terrain dumpers. Untuk excavator, product range-nya dimulai dari yang terbesar, EZ80 yang berada di kelas 8 – 9 ton yang sangat tangguh, kemudian 6003 di kelas 6 ton dengan kemampuan berada di kelas 7,5 ton, disusul kelas 5 ton, EZ53.
Bobby menjelaskan, khusus untuk unit-unit EZ36, EZ26 dan EZ17, dua nomor di belakang kode EZ menunjukkan operating weight dari alat-alat tersebut yang sangat tepat untuk pekerjaan seperti building construction, landscaping, housing development karena kelincahannya. Alat-alat yang berpostur ramping ini memiliki zero tail design juga tele travel gear yang sangat cocok untuk bekerja di area yang sangat terbatas.
Skuad mini hex Wacker Neuson yang paling kecil adalah 803 (800 kg) sangat cocok untuk pekerjaan renovasi perumahan atau perkebunan yang concern terhadap area sempit karena size yang sangat compact juga dilengkapi dengan dozer blade dan powerful output engine. Selain itu, model 803 dilengkapi dengan opsi dual power yang menawarkan Zero Emission sehingga tepat digunakan di dalam ruangan tertutup.
“Dengan kondisi market yang ada, juga persaingan yang ada, Wacker Neuson akan lebih banyak fokus pada sektor konstruksi, baik heavy construction yang biasanya digunakan pada tahap finisihing maupun light construction seperti housing development, building construction, landscaping serta beberapa perkebunan,” kata Bobby.
Respons positif pasar

Kondisi pasar saat ini semakin ramai dengan kehadiran banyak pemain, baik pemain-pemain lama maupun baru. Ada pemain lama yang sebelumnya tidak fokus pada mini hex, namun saat ini mulai masuk ke dalam pasar mini hex. Ada juga pemain yang memang sedari dulu fokus bermain di market ini dan masih eksis. Hal itu menunjukkan optimisme dari masing-masing pabrikan terhadap pasar mini hex di Indonesia.
Dengan semakin banyak pilihan, pelanggan semakin diuntungkan. Mereka tinggal memilih brand-brand mana yang paling sesuai dengan kebutuhan. Ada pelanggan yang concern terhadap harga, adapula yang concern terhadap ketahanan dan performance unit. Ada pula yang concern terhadap after sales service atau bisa juga faktor ketersediaan unit stock jadi pilihan utama.
Sebagai pemain baru di Indonesia saat ini Wacker Neuson merasakan optimisme menerima respons yang cukup positif dari pasar lokal. “Para pelanggan memberikan kesan positif baik ketika melihat unit secara langsung pada saat menyaksikan demo unit maupun ketika pembicaraan tatap muka secara langsung. Hampir semuanya setuju dengan kecakapan dari design dan struktur dari alat-alat Wacker Neuson ini. Apalagi kami juga datang dengan pendekatan berbeda dengan apa yang sudah dilakukan oleh pemain-pemain mini hex saat ini,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa MHE Demag sebagai penyedia alat untuk Wacker Neuson merupakan perusahaan yang sudah cukup lama berada di Indonesia. Sudah hampir 50 tahun berada di Indonesia, khususnya untuk material handling equipment seperti crane, hoist, forklift, gondola, work platform dan yang terakhir adalah construction equipment ini. Hal ini menunjukkan komitmen dan rasa aman kepada para pelanggan bahwa MHE bukan perusahaan yang “hit and run” dan sudah terbukti dalam 50 tahun ini. Perusahaan ini memiliki 33 cabang di seluruh Indonesia yang menjamin respon lebih cepat kepada para customer.
Berceritera tentang pasar, Bobby mengatakan bahwa market terbesar saat ini berada di kelas 5 ton dan 7,5 ton dengan model unit 6003. Alat ini menawarkan berbagai kelebihan, seperti German Design dan Workmanship yang menunujukkan superioritas di kelasnya. Selain itu, tidak hanya unit 6003, tetapi semua unit Wacker Neuson sudah dilengkapi dengan 2 way auxiliary pipe sebagai kelengkapan standar. Customer tidak perlu menambah biaya ketika hendak mengganti attachment.
“Mengapa hal ini krusial, karena hakikatnya mini hex biasanya diperlukan kesiapan untuk menjadi alat multi purpose/multi application, dan bukan production equipment seperti excavator besar. Jadi, kemudahan untuk berbagai aplikasi dan attachment merupakan suatu keharusan untuk sebuah mini hex,” ia menjelaskan.
Wacker Neuson juga memiliki feature engine 45 deg temperature capability, yang berarti engine dari alat-alat ini memiliki ketahanan ambient temperature hingga pada 45 derajat. Padahal, biasanya di pasar, resistansinya pada 33–35 derajat Celcius. “Unit-unit kami siap beroperasi dalam kondisi yang lebih ekstrim tanpa kehilangan performa terbaik. Artinya, jam kerja bisa lebih lama tanpa mengurangi performa unit,” ujarnya.
Selain itu, tiltable cabin dan stand on maintenance position menjamin kecepatan dan kemudahan ketika melakukan perbaikan (maintenance accessibility). “Wacker Neuson sangat peduli dengan waktu bekerja pelanggan. Dengan feature ini, kami bisa melakukan perbaikan langsung onsite tanpa harus membawa unit itu ke workshop hanya untuk perbaikan minor. Cukup perbaiki di lapangan dan biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan, jam kerja yang tereduksi menjadi lebih sedikit dan ini value untuk pelanggan-pelanggan kami. Berdasarkan testimoni dari operator-operator yang sudah mencoba unit-unit kami, mereka mengakui mendapatkan pengalaman operasi yang berbeda dari sisi kelapangan kabin, posisi duduk yang lebih nyaman dan aman dengan fitur ROPS FOPS dan TOPS yang kami miliki,” pungkasnya. EI


















