26.2 C
Jakarta
23 Jun, 2021.

Kuartal I-2021, Penjualan Alat Berat UNTR Naik 12%

Excavator Komatsu PC 210 (Foto: KI)

Membuka tahun 2021, PT United Tractors, Tbk (UNTR) membukukan kinerja positif. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, Perseroan berhasil membukukan laba besih sebesar Rp1,9 triliun. Ini berarti naik 2%  dari capaian periode yang sama tahun 2020 di angka Rp1,8 triliun. Padahal pendapatan bersih turun sebesar 2%, yakni sebesar Rp17,9 triliun. Pada kuartal I tahun 2020 Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp18,3 triliun.

Kinerja positif ini dipengaruhi oleh turunnya beban penjualan, berkurangnya beban keuangan dan beban lainnya. Selama ini kinerja perusahaan ditopang oleh beberapa segmen usaha mulai dari mesin konstruksi, kontraktor pertambangan, pertambangan batu bara, pertambangan emas dan industri konstruksi.

Segmen usaha mesin konstruksi menyumbang 24% dari total kinerja perusahaan. Dalam tiga bulan pertama ini ada peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebanyak 688 unit. Terjadi kenaikan 12% dari periode yang sama tahun lalu di angka 617 unit. Sementara untuk penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat mengalami penurunan sebesar 7% menjadi sebesar Rp1,6 triliun.

Di sisi lain, penjualan UD Trucks mengalami peningkatan dari 73 unit menjadi 129 unit. Kemudian penjualan produk Scania juga naik dari 64 unit menjadi 126 unit. Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha mesin konstruksi sama dengan triwulan pertama tahun 2021 sebesar Rp4,3 triliun.

Sementara untuk segmen kontraktor pertambangan masih menjadi penopang utama kinerja perusahaan. Segmen ini memberi kontribusi sebesar 39%. Segmen ini dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

Sampai dengan Maret 2021, kontraktor tambang ini membukukan pendapatan bersih sebesar Rp7,0 triliun. Mengalami penurunan 15% dari Rp8,2 triliun pada periode yang sama pada tahun 2020. PAMA mencatat penurunan volume produksi batu bara sebesar 4% dari 28,0 juta ton menjadi 26,9 juta ton dan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun 10% dari 212,7 juta bcm menjadi 191,0 juta bcm.

Lalu ada segmen usaha pertambangan batu bara yang dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA). Hingga Maret 2021 total penjualan batu bara mencapai 3,7 juta ton. Ini sudah termasuk 849 ribu ton batu bara kokas. Ada kenaikan 17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebesar 3,2 juta ton. Sejalan dengan peningkatan penjualan batu bara, pendapatan segmen ini naik 18% menjadi Rp4,0 triliun.

Kontribusi lain bersumber dari segmen usaha pertambangan emas yang dijalankan oleh PT Agincourt Resources (PTAR). Perusahaan ini mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sampai dengan Maret 2021, total penjualan setara emas dari Martabe mencapai 95,3 ribu ons. Ada kenaikan 1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebanyak 94,8 ribu ons. Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,2 triliun atau naik 15% dari Rp2,0 triliun.

Selanjutnya segmen usaha industri konstruksi yang dijalankan oleh PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). Sampai Maret 2021, industri konstruksi membukukan pendapatan bersih sebesar Rp380 miliar. ACSET membukukan rugi bersih sebesar Rp80 miliar yang disebabkan oleh perlambatan pekerjaan beberapa proyek yang sedang berlangsung. Juga berkurangnya kontrak baru yang diperoleh akibat dampak pandemi COVID-19.

Segmen terakhir adalah usaha energi yang dijalankan PT Bhumi Jati Power (BJP) yang 25% sahamnya dimiliki anak perusahaan Perseroan. PT BJP  saat ini sedang membangun pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2×1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah. Sampai dengan Maret 2021, progress pembangunan konstruksi proyek ini telah mencapai 98%. BJP merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha Perseroan, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc. EI

Related posts

005852
Users Today : 2056
Views Today : 11785
Total views : 159225
Who's Online : 131
Your IP Address : 3.235.223.5
Server Time : 2021-06-23