Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Iklan Multi
Iklan Multi
Example 728x250
EquipmentTop News

Lift Truck Lonking Bidik Semua Sektor Industri

428
×

Lift Truck Lonking Bidik Semua Sektor Industri

Share this article
Example 468x60
Lonking Forklift 1
Forklift Lonking membidik beragam industri di Indonesia.

PT Lonking Indonesia kian agresif memasarkan lift truck merk Lonking. Hal itu terlihat dari ambisinya untuk memasarkan 200 unit forklift dalam setahun, seperti diutarakan H. Supratman, General Manager PT Lonking Indonesia.

“Kami harus bisa membuktikan apakah kami bisa menjual rata-rata 200 unit setahun atau tidak. Pasarnya harus stabil supaya kami tetap dipercaya untuk memasarkan mesin-mesin forlift merek Lonking ini di Indonesia,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela sebuah pameran di Jakarta beberapa waktu lalu.

ALTRAK

Nama Lonking tidak asing lagi di kalangan masyarakat konstruksi Indonesia karena produk-produk  alat berat dengan merk yang sama sudah lama hadir di Indonesia. Menurut Supratman, dipasarkan secara terpisah dari mesin-mesin besar itu, karena PT. Lonking Indonesia ingin benar-benar fokus memasarkan produk forklift.

Lift truck Lonking sudah sekitar 5 tahun masuk pasar Indonesia, tetapi baru sekitar tiga tahun belakangan dipasarkan oleh PT. Lonking Indonesia. Respon pasar terhadap produk-produk ini sangat positif, menurut Supratman, dan hal ini memacu semangat perusahaan ini untuk memasarkannya ke berbagai sektor usaha.

Ukuran unit-unit yang dipasarkan bervariasi mulai dari 2 ton hingga 16 ton, mulai dari mesin yang menggunakan bahan bakar diesel hingga yang ditenagai bateri. “Tersedia dalam berbagai ukuran supaya dapat melayani seluruh industri yang ada,” tukasnya.

Apa yang membedakan forklift Lonking dari produk-produk kompetitor, terutama yang sama-sama buatan Cina? Menurut Supratman, desain forklift, apapun merknya, simple. Hanya ada tiga komponen kunci dalam mesin ini: engine, transmisi dan pompa.

“Rata-rata semua komponen penting tersebut buatan Jepang. Semua forklift Lonking ukuran 2 hingga 10 ton menggunakan  mesin Isuzu dengan tipe yang berbeda sesuai ukurannya,” urainya. Hal ini menguntungkan dari segi servis karena kersediaan suku cadang untuk engine berlimpah di pasar.

Baca Juga :  Vermeer Akuisisi Teknologi HDD Normag

Harga produk-produk Lonking ini, sebagaimana mesin-mesin forklift Cina lainnya, sangat kompetitif, karena mereka bisa menekan biaya. “Kalau selisih harga dengan merek-merek terkenal sekitar 20 jutaan, sementara garansinya samapersis, para pelanggan mikir-mikir juga. Bagaimana customer tidak ngiler?” ujarnya sembari mengumbar senyum.

Dia mencontohkan produk-produk Lonking ini yang ditopang dengan garansi layanan purna jual selama satu tahun atau 1000 jam, tergantung mana yang dicapai terlebih dahulu. Juga dalam setiap penjualan perusahaan ini melakukan kunjungan ke lokasi pelanggan setiap 250 jam, 500 jam, 750 jam sampai 1000 jam. Tidak hanya itu, jika terjadi kerusakan karena kesalahan pabrik, komponen atau peralatan yang rusak akan diganti sepenuhnya. Bagusnya lagi, menurut Supratman, respon dari pabrik cepat.

Namun untuk menjamin kelancaran operasi alat-alat angkat ini, dia menyarankan para operator untuk selalu melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum memulai operasi. Dia mencontohkan pemeriksaan kondisi air radiator karena biasanya radiator cepat panas. Meski demikian, penggantian komponen-komponen seperti ini, lanjutnya, tidak harus menunggu pasokan dari Lonking karena di sini sudah banyak tersedia, kecuali untuk komponen-komponen yang standar pabrik.

Meski keberadaannya di Indonesia masih relatif baru, Supratman mengklaim produk-produk Lonking ini sudah teruji. Dia mencontohkan 20 unit yang sedang disewakan di pabrik Holchim. Hingga kini belum ada persoalan signifikan, walaupun bekerja 24 jam non-stop.

“Ini kami sengaja sewakan sebagai test case untuk mengetahui sejauh mana kekuatan mereka. Alat-alat ini bekerja dengan tiga shift dan empat kru,” ungkapnya sembari mebandingkan unit-unit ini dengan produk-produk Jepang yang digunakan sebelumnya di tempat yang sama.

 

 

Iklan Berca