28.4 C
Jakarta
23 Jun, 2021.

Mengapa Industri Konstruksi Indonesia Diprediksi Hanya Tumbuh 0,5%?

GlobalData melaporkan banyak pasar konstruksi global akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat pada tahun 2020 karena langkah-langkah yang ditempuh untuk memperlambat penyebaran COVID-19.

Pengerjaan jalan tol layang Becakayu di daerah Bekasi (Foto: EI)

Dampak penularan COVID-19 sedang dirasakan di banyak industri, termasuk industri konstruksi global. Hal ini disebabkan karena sebagian besar pemerintah di seluruh dunia memberlakukan penguncian (lockdown) sebagai cara untuk menahan dan memperlambat laju penyebaran Covid-19. Akibatnya, banyak bisnis ditutup, termasuk proyek-proyek konstruksi di beberapa bagian dunia. Dengan demikian, output konstruksi 2020 diperkirakan lebih lambat dari perkiraan semula di banyak pasar, termasuk di Indonesia.

Menurut GlobalData (oemoffhighway.com, 12/6), sebelum pecahnya pandemi COVID-19, industri konstruksi Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh dengan cepat selama periode perkiraan karena rencana pemerintah untuk memajukan pembangunan infrastruktur skala besar. Namun, mencermati perkembangan COVID-19 yang masih cenderung tinggi hingga kini, GlobalData memperkirakan prospek pertumbuhan ekonomi negeri ini makin melemah, pertumbuhan output konstruksi pada tahun 2020 diperkirakan melambat menjadi hanya 0,5%.

Krisis COVID-19 telah berdampak pada industri konstruksi pada kuartal pertama tahun 2020. Kondisinya diperkirakan terus memburuk pada kuartal kedua. Nilai tambah konstruksi pada harga konstan 2010 telah tumbuh sebesar 2,9% YoY selama kuartal pertama 2020 – tingkat pertumbuhan triwulanan paling lambat sejak kuartal pertama tahun 2002.

“Gangguan dalam aktivitas-aktivitas konstruksi akan memuncak selama kuartal kedua tahun 2020 dan akan mulai pulih pada kuartal berikutnya. Segmen-segmen komersial, industri dan perumahan diprediksikan menjadi segmen-segmen yang paling terkena dampak sementara pemulihan akan didukung oleh investasi-investasi pemerintah di segmen infrastruktur,” komentar  Dhananjay Sharma, analis Konstruksi di GlobalData.

Untuk mengurai dampak destruktif krisis kesehatan global itu, sejak awal Juni 2020 Pemerintah Indonesia mulai melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah dengan membuka kembali beberapa sektor ekonomi. Langkah ini ditempuh untuk menghidupkan kembali perekonomian yang sempat lumpuh karena COVID-19. Namun, pelonggaran PSBB dengan menerapkan new normal (kenormalan baru) tetap mengikuti protokol-protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan seterusnya.

“Investasi dalam infrastruktur akan menghidupkan kembali pertumbuhan begitu perekonomian dibuka sepenuhnya setelah COVID-19 mereda. Hal ini akan dipicu oleh investasi-investasi untuk relokasi ibukota, pekerjaan yang telah dihentikan karena  pandemi,”  Sharma berharap.

89 proyek strategis nasional

Ilutrasi proyek infrastruktur (Foto: EI)

Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, jelang akhir Mei silam mengungkapkan 89 proyek infrastruktur yang memenuhi kriteria sebagai proyek strategis nasional (PSN). Proyek-proyek yang memenuhi kriteria PSN itu adalah yang memberikan dampak terhadap masyarakat, pertumbuhan ekonomi, juga terkait dengan pengembangan sosial ekonomi. Semua proyek tersebut disiapkan untuk diserahkan selama empat tahun ke depan.

Proyek-proyek tersebut mencakup enam proyek air bersih, enam proyek kereta api, lima pelabuhan laut, lima pelabuhan udara , tiga proyek teknologi, lima zona industri, satu tembok laut, tiga proyek peleburan, satu proyek pengelolaan limbah dan satu proyek pembebasan lahan di Kalimantan Tengah.

Proyek-proyek baru yang tersisa terdiri dari 13 proyek infrastruktur perbatasan, 13 bendungan dan sistem irigasi, 12 proyek energi serta 15 jalan dan jembatan.

Beragam proyek infrastruktur strategis nasional tambahan akan lebih meningkatkan permintaan agregat dan bahan bangunan lainnya, yang sudah kuat berkat 223 proyek strategis nasional yang diumumkan sebelumnya bernilai sekitar Rp4.200 triliun (US $ 277,13 miliar). Sementara 144 proyek infrastruktur ditargetkan selesai pada periode 2016-2019 oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP),  hanya 92 yang selesai pada awal 2020.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan tahun 2020 akan melihat terobosan sejumlah proyek jalan tol nasional, termasuk 33 km ruas jalan tol Balikpapan-Samarinda bagian I dan V, ruas jalan tol Banda Aceh-Sigli sepanjang 14 km bagian 4, dan jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km. 

Related posts

005801
Users Today : 2005
Views Today : 10220
Total views : 157660
Who's Online : 134
Your IP Address : 3.235.223.5
Server Time : 2021-06-23