Mesin-mesin berbahan bakar hidrogen merupakan salah satu isu terpanas di industri peralatan berat global, dan hanya sedikit perusahaan yang aktif dalam pengembangan mesin berbahan bakar hidrogen. Salah satunya adalah JCB.

Produsen alat berat asal Inggris, JCB, akan membahas perkembangan pembuatan mesin-mesin H2 pada forum New Power Progress Summit kedua yang akan diselenggarakan pada 3 Mei yang akan datang. JCB sudah secara aktif menguji mesin-mesin 4,8 L yang berbahan bakar hidrogen pada backhoe loader dan pabrikan itu yakin bahwa pada akhirnya, mesin-mesin hidrogen dapat digunakan pada berbagai produknya.
Akhir tahun lalu, JCB juga mengumumkan investasi £100 juta ($138,3 juta, €118,5 juta) untuk memproduksi mesin-mesin hidrogen dan telah menargetkan kuartal keempat tahun 2022 sebagai jadwal untuk peluncuran mesin-mesin pelanggan berbahan bakar hidrogen pertamanya.
Tim Burnhope dari JCB mencatat bahwa meski terdapat banyak diskusi tentang manfaat penggunaan baterai dan teknologi sel bahan bakar pada mesin, pabrikan itu percaya bahwa penggunaan mesin-mesin pembakaran internal hidrogen akan memberikan cara tercepat untuk mencapai target emisi nol karbon dioksida, terutama untuk peralatan yang penggunaannya tinggi, dan peralatan berenergi tinggi seperti excavator yang lebih besar, backhoe serta loadall.”
Mesin-mesin hidrogen hanyalah salah satu topik untuk dieksplorasi pada New Power Progress Summit itu dan teknologi-teknologi “new power” yang sedang muncul secara komersial lainnya yang direncanakan untuk dibahas meliputi baterai, sistem elektrifikasi dan sel bahan bakar, yang semuanya akan sangat penting dalam mengurangi produksi CO2 dari sektor-sektor off-road dan kendaraan komersial.
Forum KTT NPP 2021 akan meliba 1636 delegasi dari 695 perusahaan, yang berasal dari 68 negara, memperlihatkan jangkauan global acara tersebut. Sumber: New Power Progress



















