Alat Berat
Construction EQ Top News

Mesin Bor Tiang Pancang Elektrik ‘Pertama Dunia’ Masuk Pasar

Spesialis peralatan tiang pancang hidrolik Junttan telah meluncurkan apa yang diklaimnya sebagai mesin bor bertenaga elektrik pertama di dunia, PMx2.

Alat bor PMx2e Junttan yang berbasis di Finlandia ini menggunakan dua paket baterai 396kWh yang dapat dilepas – yang berfungsi sebagai pengganti counterweight – dan motor listrik 266Kw, yang secara bersama-sama dapat digunakan selama 8 hingga 13 jam tergantung pada tuntutan proyek.

Dimaksudkan untuk “meniru penggunaan mesin bor bertenaga engine diesel semirip mungkin”, alat bor tiang pancang MPx2e menggabungkan struktur desain yang sama dengan model diesel PMx22 Junttan tetapi tidak menyemburkan emisi dan “secara signifikan mengurangi kebisingan saat bergerak melintasi lokasi konstruksi” untuk bekerja di lokasi-lokasi dengan “persyaratan emisi yang ketat”.

Selain itu, mesin bor elektrik ini menggunakan lebih sedikit energi per tiang dan diklaim menghasilkan tenaga lebih banyak dibandingkan mesin bor diesel yang sebanding.

“Alat bor tiang pancang bertenaga elektrik yang baru ini menunjukkan komitmen Junttan untuk membantu para pelanggan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan di seluruh dunia,” komentar Pasi Poranen, CEO Junttan, dilansir dari khl.com, Selasa (19/10)

“Setelah melakukan penelitian dan pengembangan selama empat tahun, kami membawa pengganti mesin fondasi bertenaga diesel ke pasar di masa depan. PMx2e akan memberdayakan klien-klien kami dengan mengurangi emisi CO2 dan jejak lingkungan mereka secara besar-besaran.”

Yang pertama membeli mesin bor bertenaga baterai baru ini adalah Aarsleff Ground Engineering, anak perusahaan Swedia dari perusahaan konstruksi Denmark Per Aarsleff.

Perusahaan ini mengestimasi mesin ini akan menghemat sekitar 35.000 kg CO2 dan 14.000 liter solar dalam satu tahun.

“Rasanya luar biasa akhirnya dapat menawarkan kepada pelanggan-pelanggan kami alternatif yang ramah lingkungan dan lokasi konstruksi yang lebih ramah iklim,” komentar Niclas Brogren, CEO Aarsleff Ground Engineering.

Related posts

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More