34 C
Jakarta
Okt 23, 2020.
Equipment Construction Construction EQ Industry Top News

Multicrane Luncurkan Tower Crane Potain MCT275

PT Multicrane Perkasa memperkenalkan teknologi tower crane Potain yang baru, MCT 275, untuk mendukung pengerjaan berbagai proyek di Indonesia.

Manitowoc memperkenalkan tower crane Potain MCT 275, yang semakin menambah jajaran produk topless crane yang populer milik pabrikan global itu yang diproduksi di Cina. Alat angkat model baru ini telah dirancang supaya lebih memudahkan untuk diangkut dan dipasang, ditambah lagi dengan efisiensi dan keandalannya yang tinggi pada proyek-proyek konstruksi.

PT Multicrane Perkasa selaku dealer tower crane Potain di Indonesia telah memperkenalkan secara resmi tower crane tersebut secara virtual, Rabu (2/9). Produk ini diklaim sebagai solusi untuk kebutuhan alat angkat yang compact, reliable dan memiliki jangkauan jib yang panjang, dan merupakan jawaban terhadap umpan balik dari para customer selama ini.

“PT Multicrane Perkasa selalu mendengarkan Anda, customer. Kedua tower crane Potain tipe MCT: MCT 325 dan MCT275 dibuat berdasarkan feedback yang kami terima dari pasar,” kata Alvin Buntoro, Direktur PT Multicrane Perkasa, saat memperkenalkan mesin-mesin tersebut secara virtual, Rabu (2/9).

Sebelum MCT 275, tahun lalu Manitowoc sudah memperkenalkan MCT 325 dengan dua versi: MCT 325 L12 dengan kapasitas maksimal 12 ton dan MCT 325 L16, dengan kapasitas maksimal 16 ton. Panjang jibnya 75 meter, dengan interval 40 hingga 74 meter. Tower crane ini memberikan fleksibilitas sesuai dengan kebutuhan site.

Berbeda dengan model-model sebelumnya yang menggunakan teknologi MC, kedua tower crane tersebut mengaplikasi teknologi MCT. Menurut Alvin, introduksi teknologi baru tersebut merupakan solusi terhadap tiga permasalahan yang kerap terjadi di lapangan selama ini: terbatasnya akses untuk mobile crane besar ke lokasi proyek karena jobsite yang sempit; sering terjadi overlapping saat mengoperasikan tower crane karena sebuah proyek (jobsite) memerlukan lebih dari satu unit crane; dan crane yang mudah pemasangannya.

Penggunaan tower crane tipe lama, Hammerhead, tidak dapat mengatasi persoalan-peroalan tersebut karena bagian kepalanya dapat bersinggungan dengan jib dari unit-unit lain saat berputar. Sebagainya solusinya adalah menggunakan tower crane tipe baru, yaitu Flat Top (topless crane). Alat angkat ini tidak memiliki kepala alias rata pada bagian atasnya, dan jib-nya lebih panjang.

“Tower crane Flat Top adalah tipe tower crane yang bagian atas rata (flat), yang didesain berdasarkan masukan-masukan dari para pengguna tower crane selama ini. Mereka memerlukan crane untuk beroperasi di area-area yang sulit diakses oleh mobile crane besar, yang operasinya tidak overlapping dengan unit-unit tower crane lain di sekitarnya,” kata Yudi Marsaid, Product Specialist tower crane di PT Multicrane Perkasa.

Sebagaimana diketahui, mobile crane sangat diandalkan untuk pemasangan maupun pembongkaran tower crane. Biasanya, dibutuhkan mobile crane besar untuk pemasangan tower crane tipe Hammerhead. Namun, dengan kondisi jobsite yang sempit dan akses yang terbatas, penggunaan mobile crane besar tidak memungkinkan lagi. Sebaliknya, operasi tower crane topless dari Potain tidak memerlukan mobile crane besar. Alat-alat ini sangat fleksible. “Jadi, kedua tower crane Flat Top ini bisa menjadi solusi untuk proyek-proyek yang akses  mobile crane yang besar ke lokasi proyek sangat terbatas,” ujar Yudi.

Salah satu kelebihan tower crane tipe Flat Top, Yudi menjelaskan, saat bekerja di sebuah job site atau proyek yang mengoperasikan beberapa tower crane, alat ini tidak akan saling bersinggungan dengan unit-unit lain karena memungkinkan supaya ketinggiannya lebih sedikit.

Keunggulan Potain MCT 275

Perbandingan MC325 dengan MCT 275 yang dipresentasikan oleh Yudi Marsaid, Product Specialist tower crane di PT Multicrane Perkasa

Tower crane Potain MCT 275 ideal untuk proyek-proyek konstruksi precast concrete. Terdapat dua versi beban maksimal yang dapat diangkat crane ini, yakni 10t (MCT275 K10) dan 12 t (MCT275 K12). Sementara panjang jib dari 30m hingga 70m, dengan tambahan 5m.

MCT 275 tergolong tower crane yang compact. Pengangkutan ke lokasi kerja relatif lebih mudah dan cepat. Demikian juga proses pemasangannya, relatif mudah dan cepat. Hanya dibutuhkan enam kontainer untuk mengangkut secara komplit untuk yang panjang jib 70m. Selain itu, tower crane ini diklaim sangat efisien dan kuat, serta mudah berpindah dari satu proyek ke proyek berikutnya, termasuk yang lokasinya jauh. 

Peluncuran tower crane Potain model MCT 275 yang baru ini semakin menambah jajaran produk-produk Topless Manitowoc yang dibuat di Cina. Produsen crane global  ini mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa model baru ini sebagian besar terinspirasi oleh model MCT 325 yang diluncurkan tahun lalu dan memanfaatkan kemajuan dan inovasi yang telah dibuat Manitowoc dengan MCT untuk memudahkan pengangkutan dan perakitannya, plus efisiensi dan keandalannya yang tinggi pada proyek-proyek konstruksi.

Kwong-Joon Leong, manajer produk regional – Tower Cranes, Manitowoc, mengatakan, “Dengan meningkatnya popularitas konstruksi beton pracetak, topless crane seperti MCT 275 menjadi solusi yang tepat untuk kecepatan dan kemudahan diangkut ke lokasi kerja. Desain topless memungkinkan beberapa unit untuk tumpang tindih (overlapping) di lokasi kerja dan dengan MCT 275 kami memberi pilihan baru kepada customer dalam  kisaran 10t dan 12t. Dengan panjang jib 70m, kami yakin crane ini akan menarik banyak perusahaan dan proyek.”

Manitowoc meluncurkan topless crane Potain pertamanya – MCT 385 – dari pabrik Zhangjiagang pada tahun 2014 dan telah menambahkan MCT 205, MCT 85, MCT 325, MCT 565, dan sekarang MCT 275 untuk melengkapi jajarannya. MCT 275 pada akhirnya akan menggantikan model MC 235 yang telah lama digunakan dalam jajaran Potain.

Yudi mengingatkan kedua tower crane anyar Flat Top dari Potain tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia, dan PT Multicrane Perkasa sudah siap memasok unit-unit tersebut untuk mendukung pengerjaan proyek-proyek para customer. EI

58 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Related posts