

Pemerintah memperkirakan kondisi perekonomian dunia, termasuk Indonesia, tahun depan gelap gulita. Bahkan, dalam beberapa kesempatan Presiden Jokowi menegaskan kondisi tahun depan sulit diprediksi dan sulit dikalkulasi. Karena itu, dia meminta jajarannya untuk melakukan persiapan sedetail mungkin. Kondisi tersebut terjadi, selain terganggunya rantai pasok karena pandemi Covid-19 dan perang Rusia – Ukraina yang menyebabkan terjadinya krisis energi, pangan dan keuangan yang akan melanda semua negara, juga karena inflasi yang gila-gilaan pasca-pandemi.

Meski situasi ke depan tidak mudah, bisnis permesinan di sektor perkebunan kelapa sawit tetap optimistis menyongsong 2023 yang gelap itu. Pasalnya, Indonesia memiliki berbagai komoditas yang dibutuhkan dunia, termasuk kelapa sawit. Karena itu, selama permintaan kelapa sawit tinggi, yang juga akan mendongkrak harganya, serta harga Crude Palm Oil (CPO) tinggi, maka penjualan alat-alat pertanian untuk sektor perkebunan juga dengan sendirinya akan terus bertumbuh.
Sales Division Head PT Satrindo Mitra Utama, Z Rendra Nasution mengungkapkan optimisme itu dalam perbincangan dengan Majalah Equipment Indonesia di sela-sela pameran Inagritech di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Rabu 19 Oktober lalu.
“Kalau kita lihat, selagi harga CPO maupun kelapa sawit cukup baik, peluang untuk perkebunan kelapa sawit cukup bagus. Apalagi program pemerintah juga semakin mengembangkan program biodiesel dari bahan dasar minyak kelapa sawit. Kemudian juga sekarang ini kebutuhan minyak kelapa sawit juga cukup luas. Dari negara-negara lain juga cukup banyak,” kata Rendra.
Lebih lanjut Rendra mengungkapkan bahwa PT Satrindo Mitra Utama tetap optimistis menghadapi tantangan tahun depan yang tidak mudah tersebut. Bahkan dia sangat yakin bahwa pangsa pasar traktor, khusus di perkebunan kelapa sawit, akan terus meningkat. Kondisi pasar yang demikian, kata dia, juga didorong oleh program-program mekanisasi dari perkebunan kelapa sawit itu sendiri. “Mereka juga sekarang meningkatkan program mekanisasi dengan semakin susahnya tenaga kerja. Jadi, kebutuhan mekanisasi perkebunan kelapa sawit akan semakin luas,” kata Rendra.
Optimisme Rendra tidak terlepas dari pengalaman mereguk nikmatnya pasar alat berat sektor perkebunan dalam empat tahun terakhir yang pertumbuhannya melaju kencang. Bayangkan, dalam kurun waktu empat tahun itu, penjualan traktor mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Tahun 2022 saja, penjualan traktor mengalami peningkatan 50 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. “Jadi, kita tetap berharap, tetap semakin baik ke depan,” ujar Rendra berharap.
PT Satrindo Mitra Utama sendiri, kata dia, menargetkan penjualan alat pertanian tahun ini mencapai 500 unit untuk semua kategori. Dia juga optimistis target itu bisa tercapai karena hingga Oktober 2022, ketika wawancara ini dilakukan, 80 persen dari target itu sudah tercapai. Artinya, dengan dua bulan tersisa, target penjualan sebanyak 500 unit traktor bakal tercapai. “Total penjualan kita, semua ya, tahun ini kita targetkan bisa mencapai 500 unit. Total ya. Tidak saya rinci. Sampai Oktober sudah mencapai 80 persen. Alhamdulilah sudah mencapai 80 persen,” ucapnya.
Dijelaskan, penjualan terbesar PT Satrindo Mitra Utama adalah ke perkebunan kelapa sawit. Ada juga yang perkebunan tebu, tetapi jumlahnya sedikit. Selain itu, pasar potensial PT Satrindo Mitra Utama lainnya, kata Rendra, adalah Kementerian Pertanian. Kebutuhan Kementerian Pertanian juga cukup besar. “Jadi, kita juga bekerja sama dengan government, Kementerian Pertanian,” kata Rendra.

Pada bagian lain Rendra menjelaskan bahwa dari sekian banyak alat pertanian yang dijual Satrindo, yang paling laris adalah traktor-traktor kelas 45 sampai 55 HP. Bahkan 70 persen penjualannya adalah traktor kelas 45 sampai 55 HP. Pasalnya, mesin-mesin jenis ini bisa dimanfaatkan di dalam area panen. “Traktor ini bisa masuk ke dalam, masuk ke blok. Kalau orang kebun bilang, pasar pikul. Jadi, dari total, penjualan kita, itu bisa dikatakan 70 persen kelas 45 sampai 55 HP,” ujarnya.
PT Satrindo Mitra Utama merupakan dealer traktor Kioti di Indonesia. Perusahaan ini menampilkan beberapa produk unggulannya selama pameran ini. Satu di antaranya adalah traktor Kioti EX55 yang berkelir orange. Traktor produksi Daedong ini menggunakan engine 4B243DTM-C dengan kekuatan 41,0 HP. Adapun rated revolution-nya 2.600 rpm. Traktor ini masih menggunakan transmisi manual dengan kecepatan 12×12.
Terkait transmisi, Rendra menjelaskan bahwa orang-orang perkebunan lebih suka menggunakan traktor manual dibanding yang elektrik. Bahkan, kata dia, justru penggunaan traktor elektrik sangat dihindari oleh para pelaku perkebunan. Alasan paling utama adalah karena perawatan yang tidak mudah. Bukan karena pabrikan tidak menghasilkan traktor elektrik, tetapi lebih karena para operator di lapangan lebih menyukai produk-produk jadul alias jaman dulu.
“Operator di lapangan menghindari pemakaian traktor elektrik sebenarnya. Ribet. Mereka lebih senang yang manual, yang jadul lah. Kita katakan begitulah. Bukan tidak ada dari Kioti sendiri. Kioti sendiri sudah ada yang mengeluarkan sistem robotik, sistem elektrik. Alasan utamanya adalah repot perawatannya. Susah perawatan. Kondisi medan di perkebunan sawit tidak sama dengan yang lain-lain. Jalannya juga bukan jalan raya. Seperti begitu kira-kira,” jelas Rendra.
Rendra menambahkan, dari sudut teknologi, mesin-mesin pertanian semakin berkembang dan terus mengalami kemajuan. Salah satu di antaranya adalah teknologi yang memungkinkan pemakaian bahan bakar semakin hemat. Di tengah harga bahan bakar yang melambung, orang akan lebih mencari mesin-mesin yang konsumsi bahan bakarnya lebih irit.
PT Satrindo Mitra Prima menyediakan layanan purna jual yang bagus untuk mendukung pelanggan-pelanggannya yang ditopang oleh jaringan bisnis yang tersebar di berbagai daerah. Di Sumatera, perusahaan ini memiliki lima perusahaan yang masuk dalam jaringan. Di Jawa ada satu, di Kalimantan ada tiga, Sulawesi ada dua, dan Bali satu perusahaan. Dengan begitu, para pelanggan tetap fokus pada pekerjaan mereka dan Satrindo menyediakan berbagai bantuan yang diperlukan untuk mendukung kelancaran operasi unit-unit mesin mereka.


















