31.1 C
Jakarta
29 Nov, 2021.

Penggunaan Pelumas Yang Tepat dan Berkualitas Jadi Kunci Kehandalan Alat Berat

Faktor-faktor kunci yang menentukan tingkat produktivitas dan efisiensi biaya operasi alat berat adalah kehandalannya. Salah satu aspek untuk mencapai ini adalah penggunaan pelumas yang tepat dan berkualitas. Sebetulnya bukan hanya pelumas yang menentukan kehandalan alat berat, tetapi juga sistem pelumasan menyeluruh yang memungkinkan barang-barang modal itu memiliki performa prima. Sistem pelumasan yang menyeluruh meliputi pelumas yang tepat dan berkualitas, sistem perawatan (maintenance) dan sistem penyimpanan serta penanganan.

Pelumas yang tepat dan berkualitas

Penggunaan pelumas yang tepat dan berkualitas sangat menentukan keandalan alat berat. Foto: Gulf Oil Lubricants Indonesia

Langkah pertama untuk melindungi peralatan sehingga selalu handal adalah menggunakan pelumas yang tepat. Pemilihan pelumas yang tepat tidak dengan cara memilih produk sejenis dengan pelumas sebelumnya. Perlu dilakukan secara detail dan ditelaah masing-masing peralatan sesuai dengan buku manual dan dikonfirmasi dengan spesialis pelumas.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika hendak memilih pelumas yang tepat. Pertama, pilihlah produk pelumas yang sesuai dengan aplikasi. Bedakan antara pelumas untuk aplikasi umum dan aplikasi khusus. Pelumas untuk aplikasi umum seperti oli mesin diesel untuk beban berat, oli sistem hidrolik, oli transmisi, oli turbin, oli kompresor, gemuk, oli kapal, oli perpindahan panas, dll. Contoh pelumas untuk aplikasi khusus seperti oli trafo berbahan dasar mineral, biodegradable ester, oli food grade, oli tahan api dan oli kabel. Disebut oli khusus karena pelumas jenis ini dibuat khusus sesuai dengan disain peralatan kondisi operasi dan desain peralatan yang memang spesifik.

Kedua, pilihlah oli yang memiliki viskositas atau kekentalan yang tepat. Kekentalan oli untuk aplikasi industri ditulis dengan ISO VG, seperti ISO VG 32, 46, 220, 460. Sedangkan kekentalan oli mesin dinyatakan dengan SAE, seperti SAE 40, SAE 10W-40, SAE 5W-30. Satuan viskositas yang umum digunakan adalah cSt (centi stroke).

Secara umum, pelumas yang kental memberikan perlindungan yang lebih baik. Namun, perlu diingat bahwa oli yang terlalu kental membuat mesin panas sehingga oli cepat rusak dan tidak dapat melumasi seluruh bagian mesin, terutama yang jarak antara komponen-komponen mesin kecil. Oleh karena itu, pemilihan kekentalan oli yang tepat akan memberikan lapisan oli yang cukup untuk melindungi dan mendinginkan mesin sehingga umur peralatan lebih panjang.

Standar kualitas oli mesin ditentukan oleh institusi internasional, seperti API (American Petroleum Institute) yang menentukan performa oli mesin untuk mobil berbahan bakar bensin dan diesel. Contoh performa oli mesin bensin adalah API Service SL, SN dan SP. SP merupakan performa yang tertinggi saat ini. Sedangkan contoh performa oli mesin diesel adalah API Service CF-4, CH-4, CI-4, CJ-4, CK-4 dan CK-4. Performa tertinggi untuk mesin diesel adalah CK-4.

Pelumas-pelumas yang memenuhi spesifikasi API dan telah mendapatkan sertifikat API berhak mencantumkan logo API donut. Logo donut ini menyakinkan konsumen bahwa oli yang mereka gunakan memenuhi spesifikasi API. Hanya perusahaan-perusahan ternama yang mempunyai akreditasi tersebut.

ACEA (European Automobile Manufacturer’s Association) mengeluarkan standar performa oli untuk mesin-mesin Eropa. Contohnya, ACEA A3/B3 untuk mobil penumpang berbahan bakar bensin dan solar, dan ACEA E7 untuk kendaraan beban berat berbahan bakar diesel.

JASO (Japanese Automobile Standard Organization) menetapkan standar performa oli untuk sepeda motor, seperti JASO MA untuk motor 4 tak dan JASO MB untuk motor scooter.

Standar-standar kualitas oli lainnya dikeluarkan oleh OEM (Original Equipment Manufacturer). Masing-masing OEM (pabrikan) kendaraan mempunyai standar performa sendiri, seperti MB 228.3 (Mercedes Benz), VDS-3 (Volvo), dan masih banyak lagi.

(Tulisan ini merupakan kerja sama PT Gulf Oil Lubricants Indonesia dengan Majalah Equipment Indonesia)

Bagaimana sistem perawatan pelumas?

Sistem penyimpanan dapat mempengaruhi kualitas pelumas. Foto: Gulf Oil Lubricants Indonesia

Sistem perawatan berperan penting untuk mempertahankan kehandalan mesin. Hal yang perlu diperhatikan dalam sistem perawatan adalah standar prosedur perawatan masing-masing peralatan, penggunaan komponen-komponen berkualitas, perawatan berkala, dan penggunaan sistem pelumasan otomatis untuk menghindari mesin kekurangan oli.

Sistem penyimpanan dan penanganan sangat menentukan performa pelumas pada saat diaplikasikan pada mesin. Sayangnya, storage dan handling sering terabaikan. Penanganan yang baik memberikan dampak lebih dibandingkan dengan hanya menggunakan oli berkualitas.

Ada beberapa penanganan yang perlu diperhatikan, seperti jauhkan oli dari kontaminasi air, debu, kimia, dll yang dapat menurunkan kualitas oli dan dapat merusak peralatan. Hindari pengisian oli yang salah, dan tutup kembali oli yang sudah dibuka dan tetap menggunakan kemasan asli.

(Tulisan ini merupakan kerja sama PT Gulf Oil Lubricants Indonesia dengan Majalah Equipment Indonesia)

PT Gulf Oil Lubricants Indonesia

Ilustrasi alat tambang.

Gulf Oil adalah brand pelumas dari Amerika dan salah satu perusahaaan minyak tertua di dunia, yang berdiri pada tahun 1903 dengan ditemukannya cadangan minyak di teluk Meksiko. Gulf adalah perusahaan pertama yang membuka pompa bensin dan yang pertama memproduksi pelumas dalam kemasan kecil di Amerika. Gulf menjadi merek yang ikonik (iconic livery) setelah menang 4 kali berturut-turut di lomba balap LeMans 24 hours endurance pada tahun 1967 hingga 1971. Saat ini Gulf beroperasi di lebih dari 100 negara.

Di Indonesia, Gulf fokus pada pelumas untuk Industri dan Otomotif, dengan lebih dari 100 jenis pelumas dan grease (gemuk), serta didukung oleh R&D yang kuat. Gulf menyediakan produk berkualitas dengan standar international, seperti Gulf Super Duty VLE 15W-40 CI-4, diesel engine oil dengan standar API donut. Gulf juga berkomitmen memberikan teknologi pelumas di pasar Indonesia. Baru-baru ini Gulf Oil Lubricants Indonesia meluncurkan produk gasoline engine oil Gulf Utrasynth GDI 5W-30 API SN, API tertinggi dan membantu mengurangi fenomena LSPI (low speed pre ignition) yang sering terjadi pada mobil terbaru.

Gulf Oil Indonesia fokus menggarap sektor pertambangan dengan moto “we are selling lubrication, not just lubricants”. Gulf menawarkan produk yang berkualitas bersama dengan servis lubrikasinya. Servis yang disediakan perusahaan ini adalah Oil Condition Monitoring Program; Lube urvey; pelatihan produk, baca analisa oli; storage & handling; peralatan pendukung seperti air breather, autolube, dispensing equipment; filtrasi bahan bakar & oli; rasionalisasi produk untuk efesiensi logistik; serta project penghematan. Gulf memastikan dengan program ini efesiensi biaya keseluruhan (total cost efficiency) akan tercapai, dibandingan dengan pendekatan biaya per unit.

Gulf Oil Indonesia memproduksi hampir semua produk di Indonesia, untuk memastikan ketersediannya dengan respon yang cepat. Gudang Gulf tersedia di beberapa kota besar di Indonesia dan didukung oleh distributor-distributor di seluruh Indonesia.

Salah satu distributor utamanya adalah Sarana Power Sedaya (SPS) yang fokus menggarap sektor pertambangan. SPS telah berdiri puluhan tahun dengan network yang luas dan mengerti kebutuhan para customer pertambangan. SPS berpengalaman dalam bidang manajemen stock availability mengingat ketersediaan produk adalah faktor yang sangat penting bagi pertambangan, terutama di area terpencil. Tim SPS memberikan servis dan respon yang cepat kepada para customer-nya.

(Tulisan ini merupakan kerja sama PT Gulf Oil Lubricants Indonesia dengan Majalah Equipment Indonesia)

Related posts