29.5 C
Jakarta
Dec 7, 2019.
Image default

Perkuat Pasar, Liebherr Gencar Produksi Komponen Buatan Pabrik Sendiri

Liebherr memproduksi mesin-mesin yang hingga 90 persen menggunakan komponen-komponen buatan sendiri. Karena diproduksi oleh Liebherr sendiri, maka dijamin komponen-komponen itu dikembangkan sesuai  standar-standar Liebherr dengan memanfaatkan teknologi-teknologi terkini.

PT Liebherr Indonesia Perkasa tampil beda pada acara Mining Indonesia 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, September 2019. Menempati booth di area indoor, konstruksi panggungnya menyerupai kabin Excavator andalannya R9200 – Excavator tambang 200 ton besutan Liebherr yang sangat bertenaga, yang populasinya makin banyak di Indonesia. Booth Liebherr itu tampil menonjol di tengah kerumunan perusahaan-perusahaan tambang lainnya dari dalam dan luar negeri.

Brand Liebherr dikenal sebagai salah satu pemain mesin-mesin tambang yang berukuran besar, untuk tidak mengatakan raksasa. Alat-alat tambang besar buatan Liebherr pun sudah banyak yang beroperasi di Indonesia, seperti di KPC (Kaltim Prima Coal), Adaro, SIS (PT Sapta Indra Sejati), Darma Henwa (PT Darma Henwa Tbk), Madhani (PT Madhani Talatah Nusantara), dan sebagainya. Namun, dalam eksibisi kali ini Liebherr Mining tidak memboyong mesin-mesin itu ke area pameran sebagaimana dilakukan beberapa kompetitor dan pemain industri alat-alat tambang lainnya.

 “Kami ingin fokus menjelaskan kepada para pelanggan maupun calon pelanggan mengenai apa saja yang kami lakukan dengan berbagai fasilitas yang kami miliki di Balikpapan, Kalimantan Timur,” kata Christian Bombenger, Director PT Liebherr Indonesia Perkasa kepada Majalah Equipment Indonesia di sela-sela pameran tersebut.

Mari kita tengok markas utama Liebherr di Kota Balikpapan itu. Ada tiga bidang usaha yang digarap di sana: manufacturing, reman (remanufacturing), dan production house plus warehouse. “Divisi reman me-rebuild komponen-komponen Liebherr, yang dibuat mengikuti standar-standar pabrik Liebherr, sehingga mendapat garansi dari pabrik,” ujarnya.

Beberapa contoh komponen dan spareparts yang diproduksi di Balikpapan, seperti mining bucket plus GET (Ground Engaging Tools) dan selang-selang bertekanan tinggi. “Bahkan dua minggu sejak fasilitas remanufacturing ini mulai beroperasi, Liebherr sudah memproduksi selang-selang yang proses pembuatannya sangat kompleks karena  bertekanan tinggi. Kemampuan selang-selang ini diuji untuk memastikan tidak akan terjadi kebocoran saat digunakan. Selain itu, selang-selang ini disertifikasi oleh pabrik dan perusahaan yang  khusus menguji pembuatan selang-selang bertekanan tinggi,” Christian menuturkan. 

Divisi Reman juga melakukan kegiatan produksi, karena tim lokal di Balikpapan melakukan perbaikan (rekondisi) dengan memeriksa semua komponen dan mengganti semua komponen yang perlu diganti. “Perbaikan dilakukan dengan standar pabrik Liebherr dan digaransi sebagai unit-unit baru,” ujarnya  meyakinkan.

Material-material untuk pembuatan komponen-komponen dan suku cadang  menggunakan sumber-sumber terbaik. Baja untuk bucket, misalnya, diimpor dari Australia, dengan memasukkan baja dengan mutu terbaik sehingga sesuai dengan standar pabrik Liebherr.

Ketika ditanya alasan mengapa Liebherr memproduksi berbagai komponen dan spareparts secara lokal, Christian mengatakan mengimpor langsung komponen-komponen seperti bucket dari Eropa butuh waktu lama dan lebih mahal harganya. Tetapi, dengan memproduksi sendiri di sini, kami bisa menyediakan komponen dengan kualitas yang sama seperti Eropa dengan harga yang kompetitif. Menurutnya, ini salah satu solusi inovatif yang ditawarkan Liebherr untuk industri pertambangan di Indonesia saat ini.

“Kami mengintegrasikan ke dalam produk-produk kami semua komponen yang dibuat oleh Liebherr sendiri, sehingga sebagian besar mesin-mesin Liebherr yang kami miliki di sini menggunakan komponen-komponen dengan teknologi tertinggi, mulai dari engine, elektronik, hidrolik, electric alternator, drive system, sistem suspensi, sistem kontrol, bahkan hingga injection system, semuanya direkayasa dan dibuat oleh Liebherr sendiri,” urainya.

“Alhasil, dewasa ini kami memiliki mesin-mesin yang hingga sekitar 90 persen menggunakan komponen-komponen buatan Liebherr sendiri. Karena diproduksi oleh Liebherr sendiri, maka bisa dijamin bahwa komponen-komponen ini dikembangkan sesuai dengan standar-standar Liebherr dengan memanfaatkan teknologi-teknologi terkini.”

Kembangkan konsep satu partner

Apa manfaat solusi ini bagi pelanggan-pelanggan Liebherr? Menurut Christian, manfaat terpentingnya adalah para customer hanya berhubungan dengan satu suplier. “Bayangkan kalau komponen-komponen dari sebuah engine bersumber dari banyak vendor. Pelanggan harus berhubungan dengan banyak pihak jika hendak melakukan perawatan atau ketika mesin bermasalah. Sementara customer-customer dari Liebherr tidak perlu pergi ke mana-mana. Mereka cukup mendatangi Liebherr, maka masalah apapun yang berkaitan dengan mesin mereka akan diatasi oleh Liebherr,” terangnya meyakinkan.

Manfaat terpenting bagi customer dari sistem kerja ini, ia menambahkan, para pelanggan hanya memiliki satu partner, baik untuk pembelian unit maupun untuk layanan purna j ual. “Jadi, hanya ada satu kanal komunikasi tanpa harus berurusan dengan banyak suplier,” ucapnya.

Hebatnya lagi, untuk memudahkan para pelanggan mendapatkan dukungan purna jual, Liebherr Mining tidak mampunyai distributor (dealer) di Indonesia. Sebagai gantinya, pabrikan asal Jerman ini membangun kantor sendiri di Indonesia yang menjadi cabang dari pabrik. “PT. Liebherr Indonesia Perkasa merupakan afiliasi dari pabrik dan bukan distributor dari Liebherr Mining,” ujarnya.

Sebagai afiliasi dari pabrik, PT. Liebherr Indonesia Perkasa terkoneksi dengan pabrik untuk mendiskusikan semua hal yang berkaitan dengan ketersediaan unit, perawatan, dukungan layanan purna jual dan berbagai hal teknis lainnya.

Ketika ditanyakan bagaimana Liebherr Mining menyiasati gejolak harga batu bara yang cenderung melemah belakangan ini, Christian mengakui bahwa bagaimana pun kondisi itu berdampak terhadap bisnis Liebherr. Namun, peran utama PT. Liebherr Indonesia Perkasa di Indonesia, menurut dia, adalah memberikan jaminan kepada para customer atau kontraktor bahwa dalam kegiatan produksi mereka Liebherr selalu hadir untuk memberikan support  untuk merawat peralatan-peralatan yang mereka miliki agar tetap beroperasi dengan  baik.

“Dalam kondisi industri tambang yang melemah seperti sekarang ini, di mana aktivitas-aktivitas penambangan sedikit berkurang, kami memastikan bahwa Liebherr selalu hadir untuk memberikan support agar unit-unit para pelanggan tetap perform dan beroperasi secara kompetitif,” kata Christian.

Berbicara tentang target jangka pendek Liebherr di Indonesia, Christian menyatakan rencananya untuk menggarap penambangan material-material non batu bara. Untuk itu, PT. Liebherr Indonesia Perkasa sudah membuka kantor di Jakarta. Kantor baru ini untuk menggarap proyek-proyek baru. “Namun, di mana pun kami berada, target utama kami adalah Liebherr hadir untuk mendukung bisnis para customer,” pungkasnya. @

Related posts