Dalam enam bulan pertama tahun ini produksi batu bara PT Adaro Energy,Tbk (ADRO) mencapai 26,49 juta ton atau turun 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara volume penjualan batu bara pada semester I mencapai 25,78 juta ton.

Saat ini kondisi industri batu bara sedang bagus dengan harga yang mencatat rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Situasi ini semakin menunjang strategi perusahaan untuk menaikkan dan mencapai panduan nisbah kupas demi memungkinkan fleksibilitas operasional jangka panjang. Perusahaan ini juga akan melanjutkan upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi di sepanjang rantai pasokan batu bara yang terintegrasi secara vertikal.
Produk E4700 dan E4900 tetap mendominasi penjualan batu bara Adaro Energi. Ini didukung dengan permintaan yang solid. Pada paruh pertama penjualan batu bara perseroan lebih banyak ke domestik. Sementara ke pasar Asia Tenggara mencapai 22% dengan Malaysia sebagai yang terbesar. Porsi penjualan ke Cina naik menjadi 20% sejalan dengan kenaikan permintaan negara ini terhadap produk batu bara termal dan metalurgi AE.
Sementara dari nisbah kupas pada semester I tahun ini tercatat 4,35x. Dijelaskan di sini bahwa AE mempertahankan panduan nisbah kupas untuk tahun 2021 yang ditentukan sebesar 4,8x dan akan mengejar target tersebut pada kuartal yang bercurah hujan lebih rendah.
Khusus pada kuartal II tahun ini, produksi batu bara perseroan mencapai 13,62 juta ton. Dibanding periode yang sama tahun lalu ada kenaikan 7%. Sementara volume penjualan batu bara pada kuartal II tahun ini mencapai 13,19 juta ton atau naik 4% y-o-y. Lalu total volume pengupasan lapisan penutup pada 2Q21 mencapai 62,68 Mbcm, atau naik 18% y-o-y, sehingga nisbah kupas kuartal ini mencapai 4,6x.
Kinerja produksi pada paruh pertama ini ditopang oleh beberapa anak usaha. Pertama, PT Adaro Indonesia memproduksi 21,73 juta ton batu bara pada semester I. Dibanding periode yang sama tahun lalu turun 9% y-o-y. Sementra Penjualan batu bara PT Adaro Indonesia mencapai 23,84 juta ton atau turun 8% y-oy. Terhitung sejak akhir Juli 2021, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) telah mengambil alih porsi penambangan PT Pamapersada Nusantara (PAMA)
Kemudian tambang Balangan Coal Companies yang memproduksi 2,46 juta ton batu bara pada paruh pertama tahun ini. Kemudian ada PT Adaro Metcoal Companies (AMC) yang mencatat produksi batu bara sebesar 1,43 juta ton pada kuartal I. Dibanding periode yang sama tahun lalu naik 99% y-o-y. Sementara penjualan batu bara pada pada semester I mencapai 1,17 juta ton, atau naik 63% y-o-y.
Ada juga tambang Mustika Indah Permai (MIP) yang pada enam bulan pertama ini memproduksi batu bara sebesar 0,87 juta ton. Ini berarti naik 289% y-o-y. Penjualan batu bara MIP untuk periode ini berjumlah 0,77 juta ton atau naik 254% y-o-y.
Kontribusi juga datang dari Kestrel Coal Mine yang pada periode ini memproduksi batu bara mencapai 2,86 juta ton atau turun 10% y-o-y. Sementara penjualan batu baranya mencapai 2,67 juta ton atau turun 18% y-o-y. Tujuan penjualan Kestrel didominasi oleh para pelanggan di pasar-pasar utama Asia. India masih merupakan tujuan penjualan terbesar pada paruh pertama. Kemudian disusul Korea Selatan dan Jepang.
Dari usaha jasa pertambangan, kinerja PT Sapta Indra Sejati mencatat kinerja pengupasan lapisan penutup dan volume produksi batu bara masing-masing turun 5% dan 12%. SIS mencatat kinerja pengupasa lapisan penutup sebesar 80,46 Mbcm. Sementara produksi batu bara sebesar 19,02 juta ton. SIS mencatat penurunan volume secara y-o-y akibat musim hujan berkepanjangan yang berlanjut sampai awal kuartal II dan hal ini berdampak terhadap operasi.#



















