31.1 C
Jakarta
29 Nov, 2021.

Program Engine Hidrogen Cummins Kembangkan Platform-Platform Medium & Heavy-Duty

Program engine pembakaran internal berbahan bakar hidrogen (H2-ICE) Cummins siap untuk mengembangkan engine medium-duty 6.7 liter dan heavy-duty 15 liter.

Cummins terus mengembangkan mesin-mesin berbahan bakar hydrogen dengan menyasar pembuatan engine-engine medium-duty 6.7 liter dan heavy-duty 15 liter. Tujuan pengembangan jenis-jenis engine bertenaga hidrogen ini adalah untuk mencapai emisi tanpa karbon, kepadatan daya yang meningkat, dan efisiensi termal (panas) membaik berdasarkan platform generasi masa depan.

Pengembangan engine hidrogen Cummins ini akan dipercepat setelah menerima dana senilai £ 7,2 juta dari Pemerintah Inggris yang diberikan melalui Advanced Propulsion Center (APC), yang mengakui potensi H2-ICE memainkan peran utama dalam dekarbonisasi truk-truk komersial dan peralatan konstruksi mulai tahun 2025 dan seterusnya.

Dirancang sebagai APC18 BRUNEL Project, pekerjaan kesiapan teknis akan memperluas pengalaman Cummins dari program H2-ICE yang ada dan pengujian bukti konsep baru-baru ini. Pengembangan engine hidrogen 6,7 liter yang direncanakan akan difokuskan pada truk-truk ukuran sedang, bus, dan aplikasi-aplikasi konstruksi, seperti mesin-mesin excavator dan wheel loader.

Platform 15 liter yang baru menawarkan potensi untuk menghadirkan kemampuan engine berbahan bakar gas hidrogen untuk truk-truk angkut jarak jauh dengan bobot kendaraan kotor hingga 44 ton dan aplikasi pekerjaan berat lainnya.

APC memperkirakan keberhasilan pelaksanaan proyek Cummins H2-ICE ini dapat mengurangi lebih dari 11 juta ton emisi karbon per tahun, setara dengan emisi 2,4 juta mobil di Inggris.

Menteri Investasi Inggris, Lord Grimstone, mengatakan Proyek BRUNEL ini melanjutkan tradisi panjang teknik terampil Darlington, yang akan terus berkembang selama bertahun-tahun yang akan datang. “Kami bekerja untuk membangun kembali dengan lebih baik dan lebih hijau setelah pandemi, dan investasi pemerintah dalam skema ini akan membantu mengamankan masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya,” ungkapnya, dikutip dari rilis Cummins, Jumat (24/9).

Cummins European Technical Center di fasilitas Darlington akan mengawasi sebuah konsorsium produsen-produsen sub-sistem terkemuka di Inggris untuk mencapai kelayakan komersial untuk H2-ICE.

Perkiraan biaya senilai £14,6 juta untuk proyek kesiapan teknis H2-ICE akan didanai oleh pemberian dana APC sebesar £ 7,2 juta dan investasi tambahan oleh Cummins dan mitra-mitra industri lainnya.

“Konfirmasi dukungan strategis yang diberikan oleh APC merupakan berita bagus bagi Cummins dan fasilitas penelitian dan pengembangan kelas dunia yang kami miliki di Darlington UK karena akan mempercepat laju pengembangan engine hidrogen kami,” kata Antonio Leitao, Wakil Presiden Cummins Europe Area Business Organisation.

Keuntungan signifikan mesin-mesin berbahan bakar hidrogen adalah kemampuannya untuk mengurangi jadwal pembuatan ulang (rebuild) kendaraan dan peralatan, karena banyak komponen driveline yang ada dapat dipertahankan.

“Dengan kehadiran terdepan di pasar kendaraan gas alam global, kami dapat memanfaatkan pengetahuan kami yang luas tentang teknologi berbahan bakar gas untuk memenuhi tujuan kami dalam menghadirkan platform mesin hidrogen yang menentukan pasar untuk membantu para pelanggan di seluruh dunia melakukan dekarbonisasi armada mereka,” komentar Jonathan Atkinson, Direktur Eksekutif Cummins On-highway Business di Eropa.

Kemitraan Cummins dengan spesialis penyimpanan hidrogen NPROXX menambahkan sumber daya penting untuk mengintegrasikan mesin hidrogen dengan tangki gas bertekanan tinggi dan jalur suplai yang dipasang pada kendaraan atau peralatan.

Proyek APC18 akan memastikan bahwa fasilitas Cummins di Darlington akan menjadi yang terdepan dalam teknologi H2-ICE, melengkapi rangkaian solusi dekarbonisasi perusahaan bersama dengan sel bahan bakar hidrogen dan powertrain listrik baterai. Peran penting Cummins dalam memperluas keekonomian hidrogen juga meluas ke pembuatan hidrogen hijau terbarukan dengan elektroliser proton exchange membrane (PEM), yang secara unik menghubungkan ekosfer hidrogen Cummins dari produksi hingga tenaga kendaraan dan penyimpanan bahan bakar. (Sumber: Cummins)

Related posts