PT Sany Perkasa menunjuk PT Armada Pembangunan Prima sebagai regional dealer untuk wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kedua daerah ini merupakan pasar yang sangat potensial untuk bisnis alat berat baik untuk usaha konstruksi, perkebunan, forestry maupun pertambangan. Penandatanganan kesepakatan dealership itu dilakukan di Jakarta, Jumat (3/7/2015). PT Sany Perkasa adalah distributor tunggal produk-produk Sany Hydraulic Excavator di Indonesia.
PT Armada Pembangunan Prima berkedudukan di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan induk perusahaan yang selama ini dikenal sebagai authorized dealer untuk beberapa merk truk dengan kantor-kantor cabang yang tersebar di berbagai daerah seperti Sintang, Ketapang, Pangkalan Bun dan Sampit.
“Kami bangga menjadi bagian dari Sany Group,” ujar Kevin Soesilo, Director PT Armada Pembangunan Prima usai menandatangani kesepakatan kerja sama tersebut disaksikan oleh Soesilo Halim Gunawan dan Dawson Zhu dari Sany Heavy Machinery, Shanghai.
Pasar Sany Excavator di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, menunjukkan tren peningkatan. Penjualan Sany Excavator di pasar luar negeri, terus menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun 2014 terjual 1723 unit Sany Excavator dengan nilai sekitar USD 166 juta di pasar luar negeri. Sany merupakan eksportir terbesar kedua di negeri tirai bambu itu. Selama paruh pertama tahun 2015, sudah terjual 1100 unit (USD 915 juta) di seluruh dunia di luar pasar Tiongkok sendiri.
Ada sembilan negara (pasar) yang menjadi fokus penggarapan Sany pada tahun 2015 ini: Amerika Serikat, India, Brasil, Indonesia, Thailand, Australia, Malaysia, Saudi Arabia dan Turki. Dewasa ini terdapat 125 dealer Sany di luar negeri, 264 cabang untuk penjualan dan servis, lebih dari 500 marketing reps dan 700 service engineer.
Di Indonesia, selama paruh pertama tahun 2015, PT Sany Perkasa berhasil menjual 94 unit excavator, naik dari tahun sebelumnya (2014) sebanyak 42 unit. Kenaikannya lebih dari 100 persen. Meski pasar hydraulic excavator secara keseluruhan di Indonesia pada tahun 2015 ini turun 33 persen, namun penjualan Sany Perkasa naik lebih dari 100 persen.
Sany Perkasa memiliki jaringan penjualan dan servis yang tersebar mulai dari Jakarta, Surabaya, Jambi, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Makasar hingga Merauke. Kepemilikan saham PT Sany Perkasa saat ini adalah Sany Industry (80%) dan Jimac Group (20%).


















