
Target Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla untuk membangun infrastruktur jalan tol sepanjang 1000 km dalam kurun waktu 5 tahun satu per satu mulai terealisir. Pada tahun 2017 ini, pemerintah melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan penambahan ruas jalan tol yang akan beroperasi sepanjang 392 km. Bila dijumlahkan dengan capaian 2 tahun sebelumnya, maka jalan tol baru yang beroperasi sudah sepanjang 567,9 km.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono usai melakukan kunjungan ke ruas tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang beberapa waktu lalu mengtakan panjang ruas jalan yang beroperasi pada 2016 mencapai 44 km dan pada tahun 2017 akan ada 392 km yang akan beroperasi. “Jadi proyeksi total sampai dengan 2017 adalah 567,9 km jalan tol yang beroperasi,” ujarnya seperti dikutip dari website kementerian PUPR.
Untuk tahun 2018, Menteri Basuki menargetkan jalan tol yang beroperasi menjadi 1.182,7 km dan di 2019 menjadi 1.851,4 km. “Dengan demikian, target kita membangun 1000 km jalan tol dalam waktu 5 tahun kedepan dapat tercapai dan mudah-mudahan dapat melebihi target hingga 1.851,4 km,” ungkapnya.
Berdasarkan data, terdapat 34 seksi jalan tol yang akan diresmikan pengoperasiannya sepanjang tahun 2017. Beberapa jalan tol lainnya yang akan diresmikan di antaranya adalah Bekasi-Cawang-Kp. Melayu Seksi 1 Segmen Pangkaljati -Jakasampurna (8,28 km), Semarang-Solo seksi 3 (Bawen-Salatiga) (17,6 km), Solo-Ngawi yang dibangun Pemerintah (APBN) Kartosuro – Karanganyar – (20,9 km) dan Seksi 1 Solo – Mantingan Segmen Sragen – Mantingan: (21,35 km) dan Seksi 2 Mantingan -Ngawi (34,2 km).
Selain itu ruas jalan tol cukup panjang yang akan diresmikan tahun ini yaitu tol Ngawi – Kertosono Seksi 1 sampai 3 (49,51 km) dan Kertosono-Mojokerto Seksi 2 Jombang – Mojokerto Barat (19,9 km).
Untuk jalan tol di Pulau Sumatera yang akan beroperasi tahun ini di antaranya tol Medan –Binjai Seksi 2 Helvetia – Semayang (6,18 km) dan Seksi 3 Semayang – Binjai (4,28 km), Palembang –Indralaya Seksi 1 Palembang – Pamulutan (7,75 km) dan Seksi 3 KTM – Simpang (9,28 km), Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi sebanyak 7 seksi (61,75 km).


















