Forklift elektrik Toyota adalah produk terbaru, sedangkan forklift fuell cell Toyota adalah produksi 2022 lalu sebagai generasi kedua. Generasi pertamanya sudah lahir pada 2016. Sebagai produk anyar untuk pasar Indonesia, forklift elektrik Toyota itu baru diluncurkan pada pameran Forklift Indonesia 2025. Karena itu, unit berkelir dominan hitam ini diselubungi kain hitam sejak pagi. Selubung itu baru dibuka saat diluncurkan pada Rabu 21 Mei 2025 siang. Beda dengan forklift fuell cell Toyota yang sudah tampil “telanjang” sejak awal.
GM Sales & Marketing PT Traktor Nusantara, Sri Mahendra, menjelaskan kepada wartawan seusai acara peluncuran itu bahwa sebagai alat baru, unit ini hanya dapat beroperasi untuk sektor-sektor tertentu dan tidak untuk umum. Karena itu, target penjualannya pun belum akan terlalu maksimal di pasar Indonesia. Bahkan, sepanjang 2025 ini, PT Traktor Nusantara hanya mematok penjualan sebanyak 100 unit untuk forklift elektrik terbaru tersebut. Dan, kata dia, pembelian sudah bisa dilakukan sejak peluncurannya baik lewat pembelian langsung maupun melalui lembaga pembiayaan (leasing). Harga per unitnya berkisar Rp 300-400 juta.
Lebih jauh tentang forklift elektrik Toyota ini, Sri Mahendra menyebut forklift model 8FBP15 termasuk kelas dua yang diproduksi untuk pekerjaan-pekerjaan “memungut” (picking) atau memindahkan barang. Menurutnya, unit ini diproduksi untuk pekerjaan-pekerjaan mengangkat dan memindahkan barang-barang berukuran kecil di pergudangan. Unit ini sangat pas beroperasi di pergudangan suku cadang (part center) dan pabrik obat. “Jadi, untuk yang gudang sempit dan utamanya di sektor-sektor industri seperti komponen, obat, dan macam-macam seperti itu,” ujarnya.

Forklift elektrik Toyota terbaru inim memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya adalah sumber tenaganya, yaitu baterai lithium. Karena menggunakan baterai, maka dijamin unit ini sangat ramah lingkungan dan menghemat biaya operasional dibanding dengan forklift diesel. Forklift ini sangat memerhatikan faktor keselamatan karena sudah dilengkapi dengan fitur-fitur yang menjamin dan memastikan keselamatan operator, orang-orang di sekitar alat, dan juga alat itu sendiri.
Selain itu, unit ini memiliki stabilitas dan durabilitas yang lebih dan berbeda dibanding kompetitor. Ini akan berefek pada tingkat produktivitas yang tinggi. Ditambah dengan efisiensi biaya, maka unit ini sangat tepat dimiliki oleh perusahaan-perusahaan pergudangan baik parts center, industri obat, maupun industri pergudangan lainnya untuk mengangkat barang-barang yang lebih kecil. “Unit ini sudah ready untuk bisa dipergunakan dengan lithium,” imbuh Sri Mahendra.
Keunggulan lain yang dimiliki unit ini adalah bahwa Traktor Nusantara menyediakan layanan purna jual dalam bentuk pemberian garansi selama satu tahun atau 2.000 jam. Selain itu, PT Traktor Nusantara, dengan jaringan luas yang dimilikinya, juga menyediakan after sales service (ASS) dalam bentuk pemeriksaan secara gratis sebanyak tiga kali dalam setahun.
Forklift Fuel Cell

Menjelaskan mengenai forklift fuel cell Toyota, Direktur PT Swadaya Harapan Nusantara, Handoko, menyebutkan bahwa mesin yang ditampilkan selama pameran Forklift Indonesia 2025 adalah generasi kedua yang dirilis oleh Toyota Industries Corporation Jepang. Generasi pertamanya sudah diperkenalkan pada 2016 silam. PT Swadaya Harapan Nusantara merupakan perusahaan rental.
Sebagai teknologi baru, forklift bertenaga hidrogen ini memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya adalah bahwa unit ini menghasilkan nol emisi karbondioksida (CO2), sehingga sangat ramah lingkungan. “Toyota forklift fuel Cell menghasilkan zero CO2 emission. Jadi, benar-benar teknologi yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Keunggulan lainnya, forklift fuel cell Toyota tidak membutuhkan banyak waktu untuk pengisian bahan bakar hidrogen. Hanya butuh waktu selama tiga menit untuk pengisian hidrogen sampai tangki penuh. Ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan pengisian daya baterai pada forklift-forklift elektrik bertenaga baterai. “At least kalau kita masih menggunakan lead acid, kita masih butuh 5-6 jam. Bahkan teknologi lithium yang kita punya masih membutuhkan waktu 2,5 jam (pengisian daya). Itu salah satu keunggulan,” imbuhnya.
Dalam kondisi tangki hidrogen yang sudah terisi penuh, forklift fuel cell ini bisa beroperasi selama delapan jam. Artinya, unit ini memiliki efisiensi dan tingkat produktivitas yang sangat tinggi. Pasalnya, waktu berhenti kerjanya untuk pengisian bahan bakar hidrogen sangat minim, tetapi jam kerjanya tetap optimal.
Selain itu, memiliki forklift fuel cell seperti ini akan sangat menguntungkan karena selain tingkat produktivitas yang tinggi tadi juga karena minim biaya perawatan. “Kalau kita bandingkan dengan baterai yang sudah sangat efisien, pada baterai masih ada ada cost maintenance baterai. Untuk fuel cell ini sudah pasti tidak ada lagi cost untuk maintenance baterai, dan cost biaya pengelolaan baterai setelah masa berlaku habis. Bahkan tidak ada lagi cost yang dikeluarkan untuk penggantian baterai untuk periode tertentu. Karena semua ada timeline-nya. Misalnya untuk baterai lead acid (usia pakai) hanya 2,5 tahun lalu harus ganti. Lithium bisa lima tahun baru diganti,” jelasnya.
Sementara usia pakai hidrogen lebih tinggi lagi yaitu antara bisa 10-15 tahun. Sehingga, jelas Handoko, minimnya biaya perawatan menjadi salah satu keunggulan dari sisi bisnis dalam memiliki forklift fuel cell Toyota ini. “Itu salah satu keunggulan dari sisi komersial. Selain teknologi yang benar-benar ramah lingkungan,” imbuhnya.
Terkait tren ke depan, Handoko mengakui bahwa untuk saat ini populasi mesin-mesin bertenaga hidrogen, termasuk forklift, masih sedikit. Namun ia yakin dalam dua atau tiga tahun ke depan, pertumbuhannya akan meningkat tajam. Pasalnya tingkat kesadaran perusahaan, baik lokal maupun global, pada isu keberlanjutan sangat tinggi. Kesadaran ini akan mendongkrak permintaan pada alat-alat fuel cell yang ramah lingkungan seperti ini.
“Rasanya, trennya dalam dua tiga tahun ke depan, tren penggunaan teknologi fuel cell yang memang sangat dibutuhkan itu akan sangat meningkat drastis. Karena hal ini bisa membantu perusahaan-perusahaan yang sangat aware terhadap isu keberlanjutan atau sustainability untuk dapat mencapai target emisi masing-masing terkait dengan program keberlanjutan,” jelas Handoko.
Pada bagian akhir, Handoko mengatakan, bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki target masing-masing dalam pengurangan emisi di perusahaannya, maka menggunakan unit-unit fuel cell seperti ini adalah sebuah keharusan. Bagi Traktor Nusantara Group, kata dia, menjual unit-unit ramah lingkungan seperti forklift fuel cell ini adalah bagian dari upaya menyukseskan hasrat mencapai zero emission pada 2050. “Rasanya itu goals terbaik dari teknologi masa depan,” pungkas Handoko. @


