26 C
Jakarta
11 Apr, 2021.

Tren Elektrifikasi di Pasar Alat Berat Makin Ramai

Elektrifikasi bukanlah isu baru di pasar kendaraan berat baik pada segmen on- highway maupun off-highway, tetapi terjadi peningkatan yang luar biasa dalam beberapa tahun belakangan. Dalam setahun terakhir beberapa produsen besar maupun kecil gencar mengumumkan peningkatan investasi untuk mengembangkan elektrifikasi di industri kendaraan berat dan peralatan konstruksi. Beberapa dari mereka memperkenalkan produk-produk baru yang bertenaga listrik.

OEM Off-Highway (29/1) melaporkan beberapa perkembangan terkini. Produsen bus listrik Proterra — yang juga merancang berbagai baterai untuk digunakan oleh OEM-OEM lain — mengumumkan penyediaan baterai untuk Komatsu dalam pengembangan konsep hydraulic excavator bertenaga listrik. Langkah ini akan menjadi kolaborasi pertama Proterra dengan peralatan off-highway.

Baru-baru ini juga Volvo Group mengumumkan akan membuat bisnis baru yang fokus pada usaha elektrifikasi. Volvo Energy yang baru dibentuk akan menyediakan baterai dan teknologi pengisian daya untuk brand-brand internal, serta mengembangkan cara-cara untuk memproduksi ulang dan meng-update baterai-baterai bekas untuk memberikan masa pakai kedua setelah berakhir masa pakainya pada satu peralatan.

Volvo juga meluncurkan peralatan konstruksi listrik terbarunya, EX03, sebuah prototipe excavator listrik ukuran sedang. Mesin ini dirancang untuk menghasilkan kebisingan yang rendah, emisi gas buang nol dan meminimalisir perawatan. Meskipun pengurangan emisi merupakan aspek penting, OEM ini tahu bahwa mesin-mesin ini perlu menawarkan manfaat-manfaat lain kepada para pelanggan seperti pengurangan pemeliharaan dan level kebisingan. Jika tidak, mereka mungkin tidak melihat manfaat-manfaat dari mesin ini.

“Prototipe ini merupakan suatu langkah maju yang signifikan dalam evolusi mesin-mesin konstruksi listrik menengah,” kata Inwoo Kim, manajer program Advanced Engineering  Volvo Construction Equipment, dalam siaran pers perusahaan yang mengumumkan alat berat baru tersebut, Jumat (29/1). “Sebagai konsep excavator listrik pertama dalam ukuran sedang, kami dengan cepat membangun dan mengembangkan teknologi elektromobilitas yang ada.”

EX03 seberat 14 ton dilengkapi dengan paket baterai dari anak perusahaan Volvo Trucks dan menghasilkan tingkat kinerja yang setara dengan mesin diesel di kelas yang sama. Sebuah layar video di bagian belakang mesin memiliki tiga konfigurasi:

  • Sebuah tayangan video real-time tentang situasi dari bagian depan alat, memungkinkan kendaraan-kendaraan di belakangnya untuk melihat ke depan dengan jelas saat berkendara di jalan raya umum.
  • Sebuah layar keamanan berbasis teks yang memperingatkan para pekerja di lokasi untuk gerakan ke kiri dan ke kanan atau mundur.
  • Komunikasi keselamatan secara langsung (livestreaming) yang memungkinkan operator melakukan kontak mata dengan para pejalan kaki dan pekerja, meminimalkan kesalahpahaman dan meningkatkan keselamatan.

Di sisi heavy duty truck, Navistar Inc. mengumumkan baru-baru ini akan berkolaborasi dengan General Motors (GM) dan OneH2 dalam mengembangkan ekosistem hidrogen untuk transportasi jarak jauh. Kerja sama ini akan mencakup pengembangan kendaraan listrik sel bahan bakar (FCEV) Seri RH Internasional yang ditenagai oleh dua kubus tenaga sel bahan bakar GM Hydrotec.

Kubus-kubus tenaga Hydrotec yang dirancang secara kompak itu masing-masing berisi lebih dari 300 sel bahan bakar hidrogen, serta sistem manajemen termal dan daya. Menurut siaran pers Navistar tentang kolaborasi tersebut, sistem daya penggerak gabungan dalam FCEV akan menampilkan kepadatan daya yang lebih baik untuk perjalanan jarak pendek, output kW ledakan pendek yang lebih baik, dan biaya per mil yang diharapkan sebanding dengan diesel di segmen pasar tertentu. Perusahaan ini menargetkan jangkauan sekitar 500+ mil dan waktu pengisian bahan bakar hidrogen kurang dari 15 menit.

Navistar berencana untuk menyediakan FCEV secara komersial pada model tahun 2021. Uji coba dari kendaraan-kendaraan pertama diharapkan pada akhir 2022.

OneH2 akan memasok stasiun pengisian bahan bakar hidrogen, yang meliputi produksi, penyimpanan, pengiriman, dan keselamatan hidrogen. Seluruh solusi awalnya akan diujicobakan oleh J.B. Hunt Transport Inc.

“Sel-sel bahan bakar hidrogen menawarkan janji besar untuk heavy duty truck dalam aplikasi-aplikasi yang membutuhkan kepadatan energi yang lebih tinggi, pengisian bahan bakar yang cepat, dan jangkauan tambahan,” kata Persio Lisboa, Presiden dan CEO Navistar, dalam siaran pers Navistar. @

Related posts

329746
Users Today : 951
This Year : 42206
Total Users : 329046
Views Today : 14065
Total views : 8373135
Who's Online : 16
Your IP Address : 34.204.185.54
Server Time : 2021-04-10