27 C
Jakarta
21 Sep, 2021.

UNTR Raih Laba Bersih Rp 4,5 Triliun Hingga Paruh Pertama 2021

PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan kinerja yang moncer hingga paruh pertama 2021 yang ditopang oleh segmen usaha kontraktor pertambangan dan segmen usaha mesin konstruksi. Perseroan berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 4,5 triliun

Excavator Komatsu, PC 130, untuk aplikasi forestry (Foto: Komatsu)

Di tengah pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai, PT United Tractors Tbk masih mencatat kinerja positif. Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 37,3 triliun. Artinya, naik sebesar 12% dari Rp33,2 triliun pada periode yang sama tahun 2020. Seiring dengan peningkatan pendapatan bersih, laba bersih Perseroan juga naik 11% menjadi Rp 4,5 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 4,1 triliun pada 2020.

Kinerja positif ini ditopang oleh beberapa segmen bisnis mulai dari Mesin Konstruksi (25%), Kontraktor Penambangan (41%), Pertambangan Batubara (20%), Pertambangan Emas (12%) dan Industri Konstruksi (2%).

Sejauh ini segmen usaha kontraktor pertambangan masih menjadi kontributor terbesar. Segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Sampai Juni 2021, segmen ini membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 15,4 triliun. Naik 3% dari Rp 15,1 triliun pada periode yang sama pada tahun 2020. PAMA mencatat peningkatan volume produksi batubara sebesar 3% dari 56,0 juta ton menjadi 57,6 juta ton. Namun, volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun 3% dari 421,0 juta bcm menjadi 409,1 juta bcm.

Kemudian segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebesar 60% menjadi 1.361 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 853 unit. Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat juga mengalami peningkatan sebesar 8% menjadi Rp3,6 triliun. Berdasarkan riset pasar internal, pangsa pasar Komatsu saat ini sebesar 22%.

Sementara penjualan UD Trucks naik dari 94 unit menjadi 289 unit. Kemudian penjualan produk Scania naik dari 100 unit menjadi 346 unit. Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha Mesin Konstruksi naik sebesar 29% menjadi Rp9,4 triliun dibandingkan Rp7,3 triliun pada periode yang sama tahun 2020.

Selanjutnya di segmen usaha Pertambangan Batubara yang dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA). Sampai dengan Juni 2021 total penjualan batubara mencapai 6,3 juta ton, termasuk 1,4 juta ton batubara metalurgi. Dibandingkan dengan kinerja paruh pertama di 2020, terdapat kenaikan 12%. Sejalan dengan peningkatan volume penjualan dan rata-rata harga jual, pendapatan segmen usaha Pertambangan Batubara naik sebesar 23% menjadi Rp7,5 triliun.

Kontribusi lain bersumber dari usaha Pertambangan Emas yang dijalankan oleh PT Agincourt Resources (PTAR). PTAR mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sampai dengan Juni 2021, total penjualan setara emas dari Martabe mencapai 176 ribu ons, turun 5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebanyak 186 ribu ons. Namun, pendapatan bersih naik 7% dari Rp 4,0 triliun menjadi sebesar Rp 4,3 triliun karena meningkatnya rata-rata harga jual untuk emas.

Kemudian segmen usaha Industri Konstruksi dilaksanakan oleh PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). Hingga Juni 2021, Industri Konstruksi membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 636 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp 746 miliar pada periode yang sama tahun 2020. ACSET membukukan rugi bersih sebesar Rp 153 miliar karena situasi COVID-19 yang berdampak pada proyek-proyek yang sedang berjalan dan mengurangi peluang proyek.

UNTR juga mempunyai usaha di sektor energi lewat PT Bhumi Jati Power (BJP). Di sini anak usaha Perseroan menguasai 25% sahamnya. BJP sedang membangun pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2×1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah. Sampai dengan Juni 2021, kemajuan pembangunan konstruksi proyek ini telah mencapai 99%. BJP merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha Perseroan, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc. #

 

Related posts