Equipment APP.
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BusinessEngineMiningTop News

Varian Produk Kian Beragam, JCB Semakin Populer di Indonesia

1
×

Varian Produk Kian Beragam, JCB Semakin Populer di Indonesia

Share this article
General Manager JCB Indonesia, Desman Tambunan (ketiga dari kiri) bersama timnya saat acara Mining Expo 2025 di Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta pada September silam. Kredit foto: Equipment Indonesia
Example 468x60

Produk-produk JCB tidak hanya terdiri dari backhoe loader dan telehandler, tetapi juga excavator dengan varian yang sangat beragam yang mampu bekerja lintas sektoral.

Example 300x600

Jakarta, Equipment Indonesia – Setelah sempat absen beberapa kali dari pameran Construction & Mining Indonesia yang diselenggarakan oleh Pamerindo Indonesia, akhirnya JCB kembali hadir pada tahun ini. Meski tidak tampil di booth khusus, kehadiran brand asal Inggris kali ini tetap mencuri perhatian masyarakat alat berat Indonesia. Perusahaan ini memamerkan beragam mesin yang menjadi andalannya di pasar Tanah Air, yaitu backhoe loader, telehandler dan excavator. Mesin-mesin itu hanya sebagian kecil dari rangkaian produk-produk JCB yang sangat beragam.

Backhoe loader dan telehandler JCB sangat popular di pasar Indonesia. Namun, selain kedua tipe mesin itu, JCB juga punya excavator mulai dari mini excavator kelas 1,8 ton, 5 ton hingga 8 ton. Di kelas medium excavator, tersedia kelas 20 hingga 30 ton,” kata General Manager JCB Indonesia, Desman Tambunan, dalam wawancara dengan Majalah Equipment Indonesia di sela-sela Indonesia Mining Expo 2025 di Jakarta International  Expo Kemayoran Jakarta pada September 2025 silam.

Dia melanjutkan, aplikasi backhoe loader dan telehandler JCB di Indonesia tidak hanya terbatas pada sektor konstruksi tetapi juga plantation. Demikian juga unit-unit excavator JCB yang variannya yang sangat beragam, selain menyasar pasar konstruksi juga cocok untuk perkebunan.

General Manager JCB Indonesia, Desman Tambunan, berfoto bersama excavator JCB 215NXT. Foto: Equipment Indonesia

Menurut Desman, terdapat dua alasan mengapa mesin-mesin JCB begitu popular di pasar Indonesia. Pertama, produk-produk JCB dapat dipakai untuk berbagai aplikasi alias serba guna. Ia mencontohkan, di luar negeri, backhoe loader banyak dipergunakan di industri konstruksi. Sementara di Indonesia, alat ini juga digunakan di perkebunan. Begitu juga excavator, bisa diaplikasikan untuk semua pekerjaan. Kedua, mesin-mesin JCB memang didesain supaya umur pemakaiannya panjang dan didukung pula oleh layanan purna jual yang sangat bagus.

Baca Juga :  Industri Mesin Pertanian Italia Mulai Pulih

Keunggulan-keunggulan ini kemudian dikemas dalam jargon JCB: Tough, Efficient, Connected. Tagline ini sekaligus menggambarkan seluruh penampilan produk-produk JCB mulai dari desain fisik, teknologi, hingga kinerja di lapangan di berbagai belahan dunia. “Tough itu tangguh. Jadi, JCB membuat produk-produk yang selalu dijaga ketangguhannya. JCB menggunakan material baja dengan ketebalan yang bisa diadu dengan produk-produk yang ada di pasar. Dari penampilan fisiknya saja sudah terlihat ketangguhannya dan kalau mau diukur dengan alat ukur, ketebalan baja kami sangat berbeda,” kata Desman. 

Dia mencontohkan excavator kelas 20 ton JCB, 215NXT. Alat ini tidak hanya menggunakan baja yang tebal, tetapi juga di-reinforce. Baik bucket, track, maupun undercarriage semuanya heavy duty. Selain bajanya yang lebih tebal dibanding merek-merek lain, besinya juga lebih kokoh sehingga lebih tahan lama. Track-nya juga lebih panjang dibandingkan dengan yang normal, sehingga unit ini lebih stabil. Selain itu, di sisi arm dan bar-nya diproteksi sehingga sangat terlindungi dari keausan dan keretakan.

Penggunaan baja lebih tebal yang masih diperkuat lagi bukan hanya karena excavator 20 ton JCB dibuat di negara empat musim dan digunakan di negara tropis seperti Indonesia. Namun, memang, mesin-mesin JCB didesain untuk bisa bekerja di mana pun di seluruh dunia baik dalam iklim panas maupun dingin. Sebab produk-produk JCB, baik yang diproduksi pada pabrik-pabrik di Inggris, India maupun China sebagian besar diekspor.

Penggunaan baja yang lebih tebal dan besi yang lebih kokoh, kata Desman,  dimaksudkan agar mesin-mesin JCB memiliki usia pakai yang panjang yaitu 15-20 tahun. Usia pakai bisa lebih lama lagi dengan proses overhaul. Itu sebabnya, kata dia, mesin-mesin menjadi primadona di Indonesia. 

Telehandler JCB. Foto: Equipment Indonesia

Kembali ke excavator 215NXT, mesin penggali ini ditenagai dengan mechanical engine dan minim elektrikal. Artinya, sistem pembakarannya tidak lagi tergantung pada electrical system. Itu sebabnya excavator ini lebih bandel dan toleran terhadap kualitas solar yang bervariasi di Indonesia. Penggunaan mechanical engine memungkinkan unit  ini tanpa kendala mengkonsumsi biosolar yang diwajibkan Pemerintah Indonesia saat ini. Ini membuat semakin banyak pelanggan, terutama di sektor tambang nikel dan food estate di Indonesia Timur, tertarik menggunakan excavator JCB kelas medium dengan populasi yang terus bertambah.

Baca Juga :  Jebsen & Jessen akuisisi bisnis produk-produk industrial Konecranes

Excavator kelas 20 dan 30 ton JCB terjual cukup banyak di pasar Indonesia, terutama untuk tambang nikel di Indonesia Timur, juga pada proyek food estate di daerah Merauke, Papua Selatan,” ujarnya.

Excavator JCB 20 ton, kata Desman, dikenal sangat efisien pemakaian bahan bakar karena alat ini menggendong engine JCB enam silinder. Berbeda dengan  excavator 20 ton dari brand lain yang masih menggunakan engine empat silinder. “Dengan menggunakan engine enam silinder, excavator ini sangat bertenaga (powerful), tetapi tetap lebih hemat konsumsi bahan bakar. Ini yang membuat mesin-mesin JCB sangat diminati customer.”

Mengapa excavator JCB ini lebih efisien? Desman menjelaskan, efisiensi konsumsi bahan bakar terjadi karena JCB menggunakan teknologi Eco Hydraulic System dan Power Regeneration. Dengan teknologi ini, putaran engine JCB rendah, horsepower tidak perlu terlalu tinggi tetapi bisa menghasilkan low hydraulic yang besar. Tenaga yang besar itu dihasilkan oleh energi hydraulic

Excavator tidak seperti mobil. Pada mobil, horsepower menentukan tenaga (power) dan kecepatan larinya. Kalau excavator, yang dilihat adalah hydraulic flow-nya. Tenaga yang dihasilkan untuk menggali bersumber dari situ. Kami sudah menguji efisiensi dari excavator JCB 215NXT ini di lapangan,” jelasnya tanpa merinci lebih jauh.

JCB tidak hanya memproduksi mesin-mesin yang umur pemakaiannya lebih lama dengan pemakaian bahan bakar yang lebih efisien, produk-produk JCB juga dibekali dengan teknologi canggih untuk meningkatkan performa dan memudahkan pemantaunnya di lokasi kerja. semua produk JCB, kata Desman, sudah dilengkapi dengan teknologi LiveLink yang memungkinkan alat-alat ini terhubung dengan para customer, dealer dan JCB. Dengan teknologi LiveLink, pemilik alat bisa memantau apakah unit-unitnya sedang bekerja atau diam, sedang bekerja keras atau santai, dan sudah berapa lama mesin-mesin ini bekerja.

Baca Juga :  Penjualan Cummins Engine Makin Meningkat

Bila terjadi gangguan atau kerusakan, informasi itu dapat langsung disampaikan kepada orang-orang yang nomor panggilannya sudah terdaftar di LiveLink. Dengan demikian, mereka yang sedang berada di kantor atau di mana pun dan menerima peringatan itu bisa langsung mengambil keputusan guna mengatasi potensi kerusakan.  

Tidak hanya itu. Aplikasi teknologi LiveLink juga bisa menginformasikan kepada nomor-nomor yang sudah terdaftar tentang kondisi bahan bakar dan lokasi kerja unit. Jika ternyata alat bekerja di luar area yang sudah dipatok, customer atau pemilik bisa langsung mengetahuinya. Bahkan fitur ini juga sangat membantu jika mesin dicuri atau disalahgunakan. Pemilik bisa langsung mengetahui karena teknologi ini memiliki fitur yang dapat melacak posisi alat pada saat posisi mesin mati, tetapi unit berpindah tempat.

“Teknologi LiveLink dapat memonitor mobilisasi unit-unit JCB saat engine mati. Owner bisa tahu jika alat-alat itu dipindahkan oleh pihak yang tidak punya otorisasi. Jadi, hanya mereka yang diperintahkan yang bisa menggerakkan unit-unit itu. Bahkan termonitor unitnya sedang bergerak ke mana hingga siapa yang menggerakkan,” tutup Desman. EI

Example 300250
Example 120x600