Equipment APP.
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
MiningTop News

Praktik Pertambangan Harus Penuhi Kaidah Keamanan dan Berkelanjutan

2
×

Praktik Pertambangan Harus Penuhi Kaidah Keamanan dan Berkelanjutan

Share this article
Ketua Umum ASPINDO Ari Sutrisno memberi sambutan pada Seminar Teknis Nasional ASPINDO di Kendari, Jumat 10 Desember 2025. (Sumber Foto: ASPINDO)
Example 468x60

JAKARTA, Equipment Indonesia – Industri pertambangan harus berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan. Keamanan dan tanggung jawab sosial juga harus menjadi budaya industri ini. Praktik pertambangan yang baik, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan dan alam menjadi sangat penting dan mendesak saat ini sehingga bencana alam yang terjadi di Sumatera tidak terulang di tempat lain, termasuk Sulawesi Tenggara.

Demikian benang merah Diskusi dan Seminar Teknis Nasional yang diselenggarakan ASPINDO (Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia) bersama PERTAMINA Lubricants di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat 10 Desember 2025 lalu sebagaimana disampaikan dalam pernyataan tertulis ASPINDO yang diterima Equipment Indonesia di Jakarta, Senin 15 Desember 2025.

Example 300x600

Selain seminar teknis nasional, pada saat bersamaan digelar business gathering. Kedua acara itu dikemas dengan tema “Efisiensi dan Produktivitas Operasional Kontraktor Mineral dan Hauling Berbasis Good Mining Practices”.

Dalam seminar, tema ini dikupas tuntas oleh tiga pembicara yaitu Akhmad Maulana Ibrahim dari PT Putra Perkasa Abadi, Andi Awaludin Kadir dari Pertamina Lubricants, dan Yohanes Budi Kurniawan dari PT Kalimantan Prima Persada.

Sementara sambutan diberikan oleh Ketua Umum ASPINDO Ari Sutrisno, Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno (lewat video rekaman), dan VP Marketing PERTAMINA Lubricants Nugroho Setyo Utomo.

Dalam sambutannya, Tri Winarno menekankan bahwa industri yang tumbuh pesat harus dibarengi dengan penerapan Good Mining Practices (Praktik Pertambangan yang Baik). “Produktivitas tidak akan berarti tanpa keselamatan. Kaidah pertambangan yang baik harus menjadi budaya bersama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pelaku industri pertambangan tentang pentingnya kepatuhan terhadap Permen (Peraturan Menteri) ESDM Nomor 15 dan 26 Tahun 2018 mengenai kaidah teknik pertambangan dan tata kelola usaha jasa pertambangan.

Baca Juga :  Mengapa Investasi Alat Masih Berat?

Ari Sutrisno menyoroti kesiapan kontraktor untuk menghadapi dinamika industri mineral. Menurutnya, banyak tantangan operasional dapat diatasi melalui peningkatan kapasitas teknis dan disiplin di lapangan.

Sementara itu Akhmad Maulana Ibrahim dalam pemaparannya menekankan tentang pentingnya kualitas jalan hauling dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas.

Karena itu kondisi dan kualitas jalan hauling harus selalu dipantau guna menjaga stabilitas pasokan ore.

Sebab kerusakan atau kualitas jalan hauling yang jelek akan mengganggu cycle time pasokan ore. Dan perubahan cycle time yang kecil saja sudah menurunkan produktivitas 5-10%.

Selain itu, menurutnya, untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas, disiplin operator dalam mengatur ritme muat dan bongkar sangat penting. Juga kemampuan tim operasional dalam mencegah kemacetan rute.

Pada bagian lain Akhmad menyoroti juga curah hujan tinggi di Sulawesi Tenggara sebagai tantangan besar. Karena itu, drainase harus dijaga dan kontur jalan harus ditata ulang secara berkala untuk mencegah potensi kecelakaan.

Andi Awaludin berpendapat, produktivitas dan efisiensi pertambangan juga sangat ditentukan oleh pelumas berkualitas yang digunakan mesin-mesin tambang. Pasalnya, pelumas bukan sekadar cairan teknis tetapi sistem perlindungan mesin. Pelumas yang berkualitas akan menurunkan gesekan, menjaga suhu mesin tetap ideal, mengurangi keausan komponen, dan meminimalkan downtime (waktu berhenti kerja).

Penggunaan pelumas yang berkualitas menjadi semakin penting di lokasi-lokasi tambang mineral yang sering berlumpur dan basah. Kualitas pelumas, kata dia, menentukan ketahanan sistem mesin terhadap kontaminasi. Kesemua itu pada akhirnya akan sangat mendukung dan menentukan produktivitas pertambangan.

Adapun Yohanes Budi Kurniawan berpendapat, pendekatan operasi tambang tidak bisa hanya dilihat dari sisi teknik. Namun sistem juga harus diimbangi dengan budaya keselamatan yang kuat. Ia memaparkan tentang desain tambang, pengelolaan lereng, serta pengelolaan dewatering yang baik. Ia menekankan bahwa keselamatan dan produktivitas seharusnya tidak dianggap dua hal yang terpisah.

Baca Juga :  Sinotruk & Toyota Motor Corporation Jalin Perjanjian Kerjasama Strategis

Dalam menggelar acara ini ASPINDO didukung oleh PT Pamapersada Nusantara, PT Putra Perkasa Abadi, PT Bukit Makmur Mandiri Utama, PT Kalimantan Prima Persada, PT Satrya Reksa Binaguna, PT Toko Sulawesi, dan PT Pelumasindo Prima Gemilang. Asosiasi Penambangan Nikel Indonesia (APNI) dan Perkumpulan Tenaga Ahli Alat Berat Indonesia (PERTAABI) juga ikut mendukung acara ini lewat tim medis dari Cakra Medika. ***

Sumber: ASPINDO

Example 300250
Example 120x600