Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Iklan Multi
Iklan Multi
Example 728x250
EquipmentFeature

Vermeer Tawarkan Solusi HDD Untuk Instalasi Underground

896
×

Vermeer Tawarkan Solusi HDD Untuk Instalasi Underground

Share this article
Example 468x60

PT Vermeer Indonesia memperkenalkan teknologi Horizontal Directional Drills (HDD) untuk pekerjaan instalasi bawah tanah (underground) yang dilengkapi dengan tekonologi tracking.

hdd-vermer2a
Beragam model HDD Vermeer untuk berbagai aplikasi. (ist)

PT Vermeer Indonesia, distributor tunggal produk-produk Vermeer di Indonesia  menawarkan teknologi yang tepat guna untuk kegiatan penggalian bawah tanah di daerah perkotaan maupun area-area lain seperti pemasangan pipa gas dengan menggunakan alat Horizontal Directional Drills (HDD).

ALTRAK

Brand mesin asal Amerika Serikat ini memang dirancang khusus sebagai solusi underground seperti penggalian kabel listrik, fiber optic, pipa gas dan air minum. “Alat ini sebagai solusi untuk utility underground, terutama di daerah-daerah yang crowded, yang banyak rintangannya, seperti pekerjaan instalasi kabel listrik, fiber optic, pipa gas dan pipa air di bawah sungai dan trotoar. Alat ini bisa mengkoneksi pipa-pipa di bawah sungai. Jadi, mesin ini cocok untuk pemasangan jaringan-jaringan di bawah tanah,” urai Product Specialis Trenchless Division PT Vermeer Indonesia, Rizki Gunawan saat ditemui Equipment Indonesia di sela-sela acara pameran Konstruksi Indonesia 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (9/11).

Rizki, demikian ia biasa disapa, menjelaskan, kehadiran alat HDD ini juga sebenarnya sebagai jawaban atas dikeluarkannya Perda Nomor 10 Tahun 2010 yang melarang pengerjaan atau pembukaan tanah (open cut) di daerah perkotaan. Mesin ini akan sangat efektif saat mengerjakan pemasangan pipa di jalan-jalan kecil, sempit atau gang-gang serta trotaor-trotoar. Saat pemasangan pipa, alat ini hanya sedikit membuka permukaan tanah.

“Mesin bor ini sangat prospektif ke depannya. Sebab dengan Perda Nomor 10 Tahun 2010 itu tidak ada lagi penggalian dalam kota, tidak boleh ada open cut di dalam kota lagi sehingga alat ini berpeluang besar untuk digunakan untuk utility underground dalam kota seperti fiber optic, jaringan pipa gas, listrik air, dll,” tukasnya.

Baca Juga :  Ini Alasannya Oscar Mas Fokus Pasarkan Excavator 7.5 - 80 Ton

Dia melanjutkan, dengan menggunakan mesin ini hanya sedikit tanah yang dikeluarkan, sehingga dapat mengurangi berbagai gangguan di jalan. Alat ini juga hanya membutuhkan dua titik. Untuk pemasangan fiber optic 100 m, ia mencontohkan, mesin ini bisa melakukan direct drill, sehingga hanya membuka dua titik di entry point dan exit point. Begitu buka, alat ini langsung drill dan tarik kabel.

Untuk pengerjaan pemasangan fiber optic, prosesnya hanya butuh waktu 2 atau 3 jam. Sementara kalau disertai pekerjaan membesarkan lubang (rimming), bisa sampai  5 jam. “Singkatnya, menggunakan mesin HDD Vermeer, dalam waktu ¼ hari pekerjaan itu tuntas,” kata Rizki berpromosi.

Kalau menggunakan tenaga manusia, pekerjaan instalasi seperti itu akan sangat tidak efisien karena membutuhkan banyak tenaga kerja dan waktu yang lama sehingga secara otomatis produktivitas juga pasti berkurang. Itu alasannya kenapa mesin ini sangat dibutuhkan.

Untuk intalasi fiber optic umumnya Veermer menggunakan mesin dari kelas D6x6. Namun, tersedia juga yang kapasitasnya paling besar, yakni D20x22. “Ini yang paling besar. Tapi biasanya kami menganjurkan pelanggan untuk menggunakan yang D6 karena ukurannya compact, kecil, ringan dan mobile sehingga mudah untuk dipindahkan dan dimobilisasi,” ia meyakinkan.

Mesin HDD Vermeer yang lebih besar biasanya digunakan untuk pemasangan pipa gas karena diameternya besar dan jangkauannya lebih jauh, bisa 500-800 meter dalam sekali bor.

HDD Vermeer memiliki beberapa tipe. Tipe yang paling kecil adalah D6. Ada juga yang ukuran medium, D38x60 dan D60x90. Kedua tipe ini hampir mirip dan  biasanya digunakan untuk elektrikal, seperti instalasi pipa PT PLN. Rizki mencontohkan kerjasama PT Vermeer Indonesia dengan perusahaan listrik negara ini dalam menggarap instalasi pipa proyek pembangunan listrik 35.000 MW. PLN memanfaatkan mesin-mesin Vermeer ini untuk instalasi kabel listrik bawah tanah di kota-kota seperti Jakarta dan Bandung.

Baca Juga :  Asia Pasifik: Berjuang Untuk Pulih Dari Covid-19

Sementara mesin-mesin yang ukuran besar seperti D130 x150 atau D220 x 300 biasa digunakan untuk instalasi pipa gas. Untuk pipa gas yang panjangnya melewati 1 km otomatis menggunakan alat yang lebih besar untuk mengebor, seperti D330x500/900.

Rizki mengungkapkan, hampir semua varian Veermer sudah ada di Indonesia, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Namun, yang menjadi market leader sekarang ini adalah tipe D220 dan D130 untuk jaringan pipa gas. “Kebanyakan kontraktor di sini menganggap  rate untuk ngebor dengan HDD itu memang ideal untuk isntalasi pipa-pipa gas,” dia menjelaskan latarbelakangnya.

Menurut Rizki, aplikasi mesin-mesin Vermeer ini sangat luas. Sebab itu, dia optimistis pasar produk-produk ini sangat menjanjikan ke depan. Salah satu proyek yang sangat prospektif, dia mencontohkan, adalah instalasi  pipa gas di Palaparing yang rencananya membentang hingga sekitar 6000 km, dari Papua sampai wilayah Nusa Tenggara. Untuk mendukung projek ini Vermeer menyediakan dua tipe mesin, yakni RX Rubber Track Trencher, yang terdiri dari dua tipe: rubber track dan steel track. Alat ini memakai attachment yang dapat diubah sesuai kebutuhan di jobsite.

Keunggulan

hdd-vermer3a
Product Specialis Trenchless Division PT Vermeer Indonesia, Rizki Gunawan.

PT Vermeer Indonesia bukan tanpa alasan mendorong perusahaan-perusahaan kontraktor memanfaatkan teknologi bor horizontal ini. Pertama, pabrikan asal Amerika Serikat ini memasarkan mesin bor yang bermutu tinggi. Rizki bilang kualitas mesin menjadi perhatian utama Vermeer dalam setiap produk yang dihasilkannya. Kedua, cara kerja HDD Vermeer sangat ramah lingkungan karena menggunakan teknik sedot dengan menggunakan vacuum truck berkapasitas pressure yang tinggi. Pengeboran dilakukan dengan metode directional dan horisontal.

Ketiga, mengaplikasikan system control, teknologi Vermeer ini dapat diarahkan ke kiri atau ke kanan, ke atas maupun ke bawah. “Jika terdapat hambatan alat ini bisa mencari alternatif lain untuk menembus rintangan itu. Jadi, cara kerjanya  sangat efisien untuk mengatasi masalah di area jobsite,” Robert Sinaga dari divisi Trainer & Service PT Vermeer Indonesia menjelaskan cara kerja alat ini.

Baca Juga :  Hydraulic Breaker Poqutec

Robert menambahkan, mesin-mesin bor Vermeer ini sudah dilengkapi dengan  teknologi tracking yang berfungsi untuk mengetahui atau mendeteksi ujung bor. “Ketika ujung bor masuk ke dalam tanah, maka teknologi ini bekerja untuk memonitor posisi mata bor dan ke mana arahnya,” tukasnya.

Keempat, mesin-mesin Vermeer sangat mengutamakan keamanan (safety). Pabrikan ini mempersenjati mesin-mesin bor horizontal ini dengan sebuah perangkat yang disebut Remove Lock Out,  yang dapat mengunci dari jarak 800 meter hingga 1 km. “Alat ini kita bisa kunci sendiri dari jarak jauh, dari jarak 1 km, sehingga tidak memungkinkan untuk mencelakakan orang lain,” ujarnya.

Untuk memudahkan perawatan, Veermer telah menyediakan panduan yang rinci agar customer mudah memelihara unit-unit yang mereka miliki. Misalnya, kapan ganti oli, komponen-komonen apa saja yang mesti diganti sesuai dengan hour meter dan seterusnya. “Panduan seperti itu sangat membantu para customer mengetahui suku cadang atau komponen-komponen apa saja perlu diganti sesuai hour meter,”  ujarnya seraya menambahkan bahwa PT Vermeer Indonesia menyediakan layanan purna jual yang sngat dibutuhkan para pelanggan.

Iklan Berca