31.6 C
Jakarta
14 Mei, 2021.

ZINC Tingkatkan Potensi Cadangan Mineral

PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), emiten yang bergerak di bidang penambangan bijih besi (Fe) dan Galena yang kemudian diolah menjadi konsentrat timbal (Pb) dan konsentrat seng (Zn) di Indonesia, secara rutin melakukan aktivitas ekplorasi untuk menambah cadangan mineral Perseroan.

Berdasarkan data hasil ekplorasi pada Februari 2021, yang dilakukan di daerah Karim dan Gojo, telah ditemukan potensi mineralisasi yang dapat menambah sumber daya dan cadangan mineral perseroan. Program eksplorasi ini akan terus dilakukan secara konsisten dengan tujuan untuk menambah cadangan mineral dan mengkonfirmasi kualitas kadar batuan yang akan ditambang oleh perusahaan.

Sebagai informasi, perseroan memiliki luas tambang sebesar 5,569 hektar yang memproduksi logam dasar mulai dari konsentrat Timbal (Pb), konsentrat Seng (Zn) dan Perak (Ag). Saat ini area yang sudah berproduksi baru mencapai 390 Ha, atau baru 7% dari total luas IUP yang dimiliki.

Sementara untuk jumlah sumber daya perusahaan per Agustus 2020 mencapai 23,33 juta ton, meningkat dari data sebelumnya sebesar 14,44 juta ton pada tahun 2018. Peningkatan ini diakibatkan oleh adanya penambahan hasil eksplorasi dan juga kadar yang memang secara aktual lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya pada tahun 2018.

“Dengan potensi mineral yang ada tersebut, perseroan masih memiliki potensi sumber daya dan cadangan yang cukup besar, sehingga kami optimis perseroan dapat meningkatkan produksi dan penjualan logam dasar yang dapat meningkatkan kinerja ke depan,” kata Harjanto Widjaja, Direktur Utama ZINC, dilansir dari rilis yang diterima Equipment Indonesia, Kamis (25/3).

Ia melanjutkan, selain fokus pada produksi untuk komoditas timbal dan seng, perusahaan ini juga tengah menggencarkan produksi bijih besi dengan target penjualan untuk pasar domestik.

“Di samping komoditas timbal dan seng yang saat ini sedang gencar diproduksi, perseroan pun tengah melakukan produksi bijih besi untuk dapat dijual di pasar domestik. Permintaan akan bijih besi di pasar domestik sangat positif dan, selain itu, harga komoditas bijih besi saat ini berada di kisaran 160 USD/ton. Penambahan penjualan dari komoditas bijih besi diharapkan dapat memberikan tambahan penjualan sekitar USD12 juta tahun ini,” tutupnya.

Related posts

346323
Users Today : 682
This Year : 58783
Total Users : 345623
Views Today : 7600
Total views : 8970060
Who's Online : 14
Your IP Address : 3.236.222.124
Server Time : 2021-05-14