26.1 C
Jakarta
Nov 21, 2019.
Image default

Berca Mandiri Perkasa Ageni RTDrill, Mesin Bor Untuk Peledakan Tambang

PT Berca Mandiri Perkasa memperkenalkan mesin bor merek RTDrill, yang dikenal efektif, efisien dan aman serta dibekali dengan teknologi terbaru.

PT Berca Mandiri Perkasa memperkenalkan mesin bor merek RTDrill, yang dikenal efektif, efisien dan aman serta dibekali dengan teknologi terbaru. Introduksi produk asal Philipsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat ini untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan batubara di tengah upaya keras Pemerintah Indonesia mendorong pemakaian batubara untuk industri-industri dalam negeri, terutama untuk industri mesin pembangkit listrik.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah saat ini terus mendorong pemakaian batubara dalam negeri pada berbagai mesin pembangkit sebagai bagian dari program elektrifikasi nasional. Proyek listrik 35 GW yang memasok batubara sekitar 30 persen dari bauran energi nasional pada tahun 2025 merupakan salah satu rencana ambisius Pemerintah. Kalau permintaan batubara domestik terus meningkat, maka sangat dibutuhakn dukungan ketersediaan mesin-mesin tambang, termasuk mesin bor.

Menurut Fesan Jakub, Product Manager Drilling Equipment PT. Berca Mandiri Perkasa, dalam dua tahun terakhir, pasar alat tambang, khususnya mesin bor, kembali menggeliat, meski dibayangi oleh ketidakstabilan harga batubara dan komoditas tambang lainnya di pasar domestik dan internasional. Sebab itu, dia sangat mendukung upaya Pemerintah mendorong peningkatan pemakaian batubara pada industri dalam negeri. Jika permintaan batubara meningkat, niscaya kebutuhan mesin bor untuk membuat lubang peledakan akan ikut bertambah.

RTDrill merupakan mesin bor lubang peledakan untuk berbagai aplikasi seperti pertambangan, konstruksi, minyak dan gas, tambang batu dan sebagainya. Maraknya bisnis pertambangan di Indonesia dewasa ini mendorong pertumbuhan pasar mesin bor lubang peledakan. Selain itu, peningkatan investasi pemerintah di bidang infrastruktur yang meliputi pembangunan jalan, kereta api, jembatan, saluran air, bendungan, dan lainnya; semuanya itu menjadi pendorong utama pasar alat bor di tanah air. Selain di industri pertambangan dan konstruksi, mesin bor lubang peledakan juga memiliki peluang besar di industri minyak dan gas.

Fesan menilai prospek pembelian mesin bor tambang baru terus bertumbuh. “Pada semester pertama tahun 2019, kami mendapat order dari PT. Bukit Asam untuk Rotary Drill dengan diameter 7 7/8”, ujarnya saat mempresentasikan mesin tersebut di lingkungan PAMA dan BUMA beberapa waktu lalu. “Meskipun terhitung pemain baru, populasi unit RTDrill, yang sebelumnya lebih dikenal dengan Reichdrill, sudah mencapai puluhan unit,” ungkapnya.

RTDrill melakukan kegiatan pengeboran berbasis teknologi yang menjamin akurasi kelurusan lubang bor, kedalaman dan posisi lubang sebelum diisi bahan peledak. Alat ini bekerja dengan penetration rate hingga mencapai puluhan meter kedalaman per menit.  Menurut Fesan, hal tersebut dapat memaksimalkan kemampuan excavator dan truk pengangkut sehingga produktivitas per jam akan meningkat, termasuk mengurangi kelebihan pengisian bahan peledak, mengingat bahan peledak merupakan komponen biaya paling besar.

“Salah satu keunggulan RTDrill adalah Regen fast moving system untuk mempercepat naik turunnya Rotary Head yang dapat berpengaruh terhadap produktivitas kegiatan pengeboran, selain meminimalkan penggunaan electronic system yang memudahkan untuk maintenance unit tersebut,” dia menambahkan.

RTDrill sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2002. Produk-produknya terdiri dari beberapa varian model untuk Rotary Drill, termasuk Truck Mounted Rotary Rig dan Down The Hole Rig. Unit-unit RTDrill Rotary Rig diproduksi langsung pada pabriknya di daerah Philipsburg, Pennsylvania, AS sejak tahun 1940 – yang dikenal sebagai daerah pertambangan di AS, sehingga menjamin kualitas material dan teknologi.  Sedangkan untuk unit Down The Hole  diproduksi langsung di daerah Kapfenberg Austria sejak tahun 1960, yang dulunya dikenal sebagai TMBohrtechnik.

Fesan mengakui produk-produk RTDrill sempat tidak aktif selama beberapa tahun di pasar mesin bor tambang Indonesia. Meski demikian, PT. Berca Mandiri Perkasa siap memberikan dukungan penuh terhadap produk-produk RTDrill. “Sebagai sister company dari PT Altrak 1978, Berca Mandiri Perkasa melakukan terobosan dengan mengambil keagenan mesin bor tambang yang tentunya didukung oleh layanan purna jual yang mumpuni dengan jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di lokasi tambang besar,” ungkapnya meyakinkan.

Fesan mengakui, meski produk RTDrill dikenal handal dalam kegiatan pengeboran di lokasi tambang  dan mempunyai nilai lebih setelah unit-unit dipakai, namun dukungan penuh dealer terhadap produk-produk tersebut sangatlah penting demi menjaga kepercayaan para customer. EI

Related posts

Mengapa JCB Menawarkan Pendekatan Total Solution?

admin

Multicrane Perkasa Luncurkan Liebherr dan Skyjack untuk Dukung Pembangunan Infrastruktur

Era Digital Industri Manufaktur & Machine Tools

William Syukur