Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
EquipmentTop News

Bobcat Wheeled Excavator E55W

788
×

Bobcat Wheeled Excavator E55W

Share this article
Example 468x60

Bobcat memperkenalkan jagoan baru untuk pekerjaan infrastruktur, yakni Wheeled Excavator E55W. Apa yang membuatnya berbeda dari pendahulunya, E45?

Bobcat.eu
Bobcat Wheel Excavator membersihkan saluran air di sekitar jalan raya. (Kredit foto: bobcat.eu)

PT Intraco Penta Wahana (IPW), distributor Bobcat di Indonesia,  memperkuat penawaran produk-produknya dengan memperkenalkan Bobcat Mini Excavator model baru, yakni Wheeled Excavator E55W. Mesin ini melengkapi model terdahulu yang sudah familiar di sektor perkebunan, yakni Crawler Excavator E45.

ALTRAK

“Model Crawler Compact Excavator E45 merupakan jagoan di sektor perkebunan, sementara  Wheeled Excavator E55W membidik kontraktor-kontraktor di bidang konstruksi,” kata Yuri Priafianto, Product Manager Bobcat pada PT Intraco Penta Wahana, kepada Majalah Equipment Indonesia di sela-sela sebuah pameran kelapa sawit jelang akhir 2015.

Ia bilang, Wheeled Excavator E55W merupakan solusi yang ditawarkan Bobcat untuk kebutuhan kontraktor-kontraktor yang memerlukan mesin pengeduk kecil yang lincah bermanuver pada proyek-proyek konstruksi di daerah perkotaan yang populasinya padat dan ramai lalu lintas.

Bobcat sesungguhnya bukan pemain tunggal di segmen mini excavator. Diakui oleh pria yang disapa Yuri ini, terdapat beberapa pemain besar yang sudah mapan di kategori mini excavator. Dia mencontohkan Kobelco dan Hitachi. Di luar itu masih ada Komatsu, Volvo dan Hyundai.

“Dari segi jumlah populasi produk-produk mini excavator Bobcat di Indonesia masih kalah jauh dari kedua brand tersebut,” ungkapnya. Namun, mengingat popularitas Bobcat di segmen mini excavator, ia yakin produk-produk Bobcat, baik yang crawler maupun wheeled excavator, akan mudah diterima pasar.

“Bobcat identik dengan mesin-mesin mini. Bobcat merupakan spesialis produk-produk ukuran mini, sementara kompetitor-kompetitornya bukan,” dia menyebutkan salah satu faktor yang membedakan dan sekaligus menjadi kekuatan Bobcat.

Faktor lain yang membuat IPW optimis mampu menerobos pasar mini excavator adalah karena Bobcat menggarap pasar yang belum disentuh kompetitor, yakni 4,5 ton. Sebetulnya Bobcat mengeluarkan model hingga 8 ton, tetapi yang dipasarkan di Indonesia hingga kini baru 4,5 ton. “Kami berani memasarkan yang kelas 4,5 ton karena pasarnya masih lowong,” tukasnya.

Baca Juga :  Komatsu akuisisi penyedia manajemen armada iVolve

Bobcat dikenal sebagai jagoan di kelas peralatan kecil. Varian yang dimiliki pabrikan ini di pasar saat ini adalah skid steer loader, mini excavator, telescopic dan utility vehicle (UV). Produk skid steer loader Bobcat tergolong market leader di Indonesia. Di segmen telescopic, produk Bobcat bermain di urusan lifting ukuran kecil, di bawah Kalmar dan Manitou. Sementara jenis UV dan wheeled mini excavator merupakan model baru yang coba dipasarkan mulai tahun 2016 ini.

Kembali ke masalah compact excavator, Yuri mengatakan kebanyakan pemain bertarung di jenis crawler excavator, sementara yang wheeled excavator masih sedikit. Yang sudah menggeluti wheeled mini excavator, menurut dia, adalah Hyunday dan Volvo Construction Equipment. Namun, keduanya bermain pada tonase di atas 10 ton sehingga kurang fleksibel bermanuver pada area kerja yang sempat di perkotaan.

15 attachment

Bobcat 1
Bobcat memperlengkapi E55W dengan belasan peralatan kerja.

Apa keunggulan Bobcat Mini Excavator dibandingkan kompetitor? Yuri mengatakan, salah satu keunggulan utama yang paling menonjol  adalah setiap produk Bobcat dibekali 15 attachment yang berbeda tanpa memerlukan adaptor tambahan seperti bucket, bor, breaker, trenching bucket, grading grapple, hydraulic clamp dan plate compactor.

Tidak hanya itu, pada model wheeled mini excavator yang segera akan dipasarkan, ditambahkan fitur baru yang lebih keren pada attachment. “Alat ini memiliki sebuah fitur yang dinamakan six in 1 bucket, karena ke mana-mana unit ini membawa enam macam attachment dalam satu bucket,” ujarnya sembari menebar senyum.

Wheeled mini excavator Bobcat ini menggunakan bucket standar ukuran 0,17 m3. Dalam bucket standar itu terdapat enam attachment yang memungkinkan unit ini multi guna. Namun, bucket standar itu bisa diganti dengan yang ukurannya lebih besar.

“Dengan wheeled mini excavator ini, customer membeli alat bukan untuk investasi satu jenis pekerjaan saja, tetapi multi guna karena bisa menangani beragam pekerjaan. Dari sisi ini saja produk ini lebih valuable dari produk-produk competitor,” ungkapnya meyakinkan

Baca Juga :  Dua Produk Andalan LiuGong untuk Forestry

Dari segi controllability, ia menjelaskan, unit-unit ini mudah sekali dikendalikan. Merujuk dari pengalaman para customer yang sudah lama mengoperasikan crawler mini excavator Bobcat, mereka bilang bahwa  mengoperasikan unit-unit ini tidak ada bedanya dengan menyetir  mobil. Unit-unit lincah dan  mudah dikendalikan.

Dari sisi kenyamanan operator, dia mengatakan, produk-produk Bobcat diakui sangat memperhatikan kenyamanan operator. Pada unit wheeled, misalnya, semuanya akan menggunakan pendingin udara dan kabin tertutup. Sementara pada model crawler yang populasinya sudah banyak di lapangan, pemakaian AC masih opsional. Kabinnya juga tersedia dalam dua opsi, yakni kabin terbuka dan kabin tertutup.

Selain itu,  sebagaimana semua mesin Bobcat, E55W menawarkan kepada pelanggan keunggulan-keunggulan yang melebihi ukurannya. Sebut saja, misalnya, ruang operator yang lega dengan desain tombol-tombol kontrol yang  ergonomis sehingga menjamin operator dapat bekerja dengan nyaman selama berjam-jam dan produktif. “Semua excavator Bobcat diperlengkapi fitur-fitur safety terbaik baru dan terbaik di kelasnya untuk membantu mencegah terjadinya insiden di tempat kerja,” kata Yuri.

Untuk urusan perawatan, Yuri memastikan customer tidak akan repot. Mengapa? “PT Intraco Penta Wahana menawarkan contract service kepada para pelanggan, sehingga memungkinkan mereka lebih fokus pada pekerjaan, sementara urusan perawatan menjadi tanggung jawab kami,” tandasnya.

Di samping itu, mesin-mesin Bobcat ini menggunakan engine Kobuta yang sudah familiar di kalangan pemain alat berat/konstruksi di Indonesia. “Selain handal, engine Kubota mudah diservis karena suku cadangnya mudah diperoleh,” tukasnya.

Ia menambahkan, serviceabilitiy nomor satu di Bobcat. Hal ini terlihat pada pengelompokan berbagai komponen di kompartemen engine. Komponen-komponen yang harus diservis secara rutin berada dalam satu kelompok. Akses ke kompartemen engine sangat gampang.  Begitu kap dibuka, semuanya terpampang di depan mata, sehingga mekanik mudah melakukan servis (perawatan).

Baca Juga :  Registrasi Alat Berat Konstruksi, Untuk Apa?

Mencermati tren pasar mulai tahun 2016 di mana sektor infrastruktur diprediksikan tumbuh makin cepat, Bobcat memasarkan kedua model produk ini untuk mendukung kelancaran proyek-proyek konstruksi. “Kami akan semakin memperkuat positioning kami di sektor perkebunan sembari mulai menggarap sektor konstruksi supaya keduanya tumbuh makin kuat,” kata Yuri.

Dia mengingatkan juga bahwa memiliki mesin-mesin Bobcat dewasa ini sangat membanggakan karena resale value-nya makin tinggi sehingga pembeli tidak perlu pusing memikirkan investasi mereka. “Alat-alat ini menggunakan engine manual sehingga tidak pernah mengalami masalah mengkonsumsi bahan bakar (solar) yang ada. Dan tidak perlu ragu melakukan investasi produk-produk Bobcat karena sudah lebih dari 25 tahun hadir di Indonesia, dan sampai kini belum ada masalah besar yang dikeluhkan pelanggan,” tutupnya.

Iklan Berca