Pabrik Sany Heavy Machinery Co. Ltd., atau lebih akrab disebut SANY, di kawasan Karawang, Jawa Barat akan mulai berproduksi pada tahun 2021.
Sany merayakan keberhasilannya meraih pangsa pasar yang makin besar di Indonesia dalam sebuah acara gala dinner di Jakarta, Kamis (19/9). Mengangkat tema “Thank You Indonesia”, pesta yang digelar di sela-sela pameran Mining & Construction Indonesia 2019 ini didedikasikan untuk para pelanggan berbagai produk Sany di Tanah Air. Mereka datang dari berbagai belahan Indonesia dan bergerak di berbagai bidang industri. Turut hadir dalam acara tersebut Xiang Wen Bo, CEO Sany Heavy Machinery Co. Ltd.
Dalam kata sambutannya, Xiang Wen Bo menyatakan rasa kagum karena menyaksikan begitu banyak customer Sany yang bergabung dalam acara tersebut. Pada kesempatan itu, ia menegaskan rencana Sany untuk segera membangun fasilitas produksi di Indonesia. “Ini baru pertama kalinya saya menyaksikan pelanggan-pelanggan Sany sebanyak ini. Sany hadir di Indonesia untuk mendukung bisnis Anda. Kami akan segera membangun pabrik di sini,” ujarnya.
Pertumbuhan brand Sany di Indonesia memang cukup massif, sebagaimana disampaikan Presiden Direktur PT. Sany Perkasa, Rock Zhang, dalam acara tersebut. Hal senada disampaikan Kim Lee, Group VP & GM SANY Heavy Machinery Co Ltd. “Pasar excavator Sany di Indonesia sangat besar,” kata dia kepada Equipment Indonesia seusai acara tersebut. Namun, dia mengakui pembeli terbanyak excavator-excavator Sany di Indonesia sejauh ini masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan China. Meski demikian, ia optimistis ini hanya masalah waktu saja kapan Sany akan benar-benar menjadi pemimpin pasar di negeri ini.
Menurut Kim, sudah ada tanda-tanda Sany bakal menjadi market leader di Indonesia. “Saat ini Sany nomor satu dalam beberapa jenis produk seperti crane, concrete machinery, dan mobile crane. Ke depan kami ingin menjadi nomor satu dalam setiap segmen peralatan berat dan konstruksi. Jadi, kami ingin menjadi market leader di Indonesia,” tekadnya.
Di segmen excavator, Kim melanjutkan, hingga Agustus 2019, Sany sudah berhasil menjual 1.000 unit excavator di pasar Indonesia, dan Sany masih punya sisa waktu empat bulan untuk menambah penjualan. “Jadi, pertumbuhannya cepat sekali jika dibandingkan tahun lalu yang total penjualan excavator Sany sebanyak 1.000 unit,” ujarnya seraya menambahkan bahwa Sany adalah pemain nomor empat di segmen excavator dengan pangsa pasar lebih dari 14 persen, dan menjadi suplier nomor satu dari China di Indonesia.
Kim tidak menampik Sany berada di antara banyak brand terkemuka China lainnya. Tetapi dia enggan berkomentar tentang pesaing-pesaing Sany. “Kami ingin lebih fokus pada market size dan market share. Sany bukan hanya perusahaan besar, melainkan perusahaan yang kuat,” ujarnya.
Dia menjelaskan, semua pemain besar di industri alat berat sekarang berasal dari China. “Kalau Anda cermati, market CAR (Capital Adequacy Ratio) atau nilai perusahaan di pasar modal, nilainya lebih dari 15 milliar dollar AS sejak tahun ini. Sekarang ini, kalau dijumlahkan nilai pasar pemain besar industri alat berat di China dari urutan nomor 2 hingga 7, angkanya hampir sama dengan Sany. Itu berarti, tanpa diragukan lagi, Sany adalah raksasa satu-satunya di China. Karena pasar modal adalah barometer dalam mengukur nilai suatu perusahaan,” ungkapnya meyakinkan.
Mencermati pertumbuhan pasar Sany yang semakin kuat di Indonesia, kata Kim, Sany akan segera memulai pembangunan pabrik di salah satu kawasan industri di daerah Karawang, Purwakarta, Jawa Barat untuk memproduksi excavator dan truk. Targetnya, proses produksi dimulai pada tahun 2021. “Jika pabrik itu sudah dibangun dan berproduksi, kami bisa lebih baik lagi melayani pelanggan-pelanggan kami di sini. Setelah itu kami akan mengembangkan produk-produk lain yang sesuai dengan permintaan pasar Indonesia,” ujarnya.
Kim berkomitmen untuk terus meningkatkan servisnya demi mengejar ambisi Sany menjadi pemain excavator nomor satu di Indonesia. “Kami meyakini, jika ingin menjadi market leader di Indonesia, Sany pertama-tama harus menjadi penyedia servis terbaik. Tidak mungkin market share kami tumbuh tanpa menyediakan servis terbaik. Itu sebabnya Sany mengalokasi dana yang cukup besar untuk meningkatkan servis di sini,” pungkasnya.



















