Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Iklan Multi
Iklan Multi
Example 728x250
AftermarketMiningTop News

Component Rebuild Center: Untuk Apa?

222
×

Component Rebuild Center: Untuk Apa?

Share this article
Example 468x60

Component Rebuild Center (CRC) merupakan solusi untuk memperpanjang masa pakai mesin dan membantu para customer mendapatkan peralatan dengan harga yang lebih murah tetapi dengan performa yang tidak kalah jauh dari unit-unit baru.

ALTRAK
Salah satu unit ADT Volvo CE yang sudahh dibangun ulang di fasilitas CRC PT Indotruck Ytama di Balikpapan.foto EI

Jika Anda memiliki satu unit articulated dump truck (ADT) merek Volvo, yang usia pemakaiannya sudah mencapai 22.000 jam kerja, bagaimana rencana Anda selanjutnya dengan unit tersebut? Ada beberapa opsi yang Anda bisa pilih. Opsi yang paling mudah adalah  menjual alat itu sebagai modal untuk membeli alat dengan versi (model) yang lebih baru. Namun, kalau Anda hendak menghemat investasi, opsi lain yang Anda bisa tempuh adalah meminta dealer untuk membangun kembali (rebuild) alat itu pada fasilitas Component Rebuild Center (CRC) mereka.

Solusi yang kedua itulah yang ditawarkan PT Indotruck Utama dan PT Intraco Penta Tbk kepada pelanggan-pelanggan mereka melalui Component Rebuild Center yang yang diresmikan baru-baru ini di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dengan dukungan principal (pabrik) masing-masing, fasilitas-fasilitas CRC itu memproduksi komponen-komponen remanufaktur yang disertifikasi pabrik (certified rebuild).

Bagaimana cara kerja CRC? Inti dari Component Rebuild adalah membangun kembali peralatan berat yang jam kerjanya sudah tinggi dengan memanfaatkan material-material dan sumber daya yang sudah ada pada mesin itu sendiri sebagai ganti membeli alat baru tetapi menawarkan kinerja yang tidak berbeda jauh dari mesin baru. Fasilitas CRC membuat alat-alat yang sudah uzur itu dikembalikan ke kondisi pabrik dengan membangun ulang berbagai komponennya dan merekondisi bagian-bagian lain dari peralatan itu sehingga kondisinya kembali mulus. Karena pekerjaan membangun kembali itu dilakukan dengan standar pabrik (OEM) alias disertifikasi pabrik, maka hasil rekondisinya bergaransi.

Baca Juga :  Pendapatan Bersih UT pada Q4 2025 Anjlok 2% Dibanding Q4 2024

Component Rebuild Center membangun kembali sebuah mesin dengan memanfaatkan komponen-komponen dan parts yang dimanufaktur ulang (remanufaktur). Karena, pada dasarnya, komponen-komponen alat berat dapat diremanufaktur berkali-kali,” kata Bambang Prijono, Presiden Direktur PT Indotruck Utama saat meresmikan fasilitas CRC baru pada Senin (27/2/2023)

Keputusan untuk melakukan Component Rebuild, ia menambahkan, memberikan kehidupan yang benar-benar baru pada sebuah peralatan alih-alih menjualnya kembali atau yang lebih buruk lagi, dihancurkan dan dibuang.

Namun, CRC bukan sekedar memberi kehidupan baru pada semua mesin yang sudah punya jam terbang tinggi, melainkan kolaborasi antara dealer (principal) dengan pelanggan. “Component Rebuild Center merupakan solusi untuk penggantian komponen-komponen (Component Exchange) alat berat dengan cepat. Komponen-komponen yang bermasalah pada mesin-mesin pelanggan kami copot untuk diganti dengan komponen-komponen rekondisi. Lalu komponen-komponen itu kami bangun ulang lagi untuk dipasang pada alat-alat milik pelanggan lainnya. Kita tukar-tukaran, kolaborasi saling bantu,” Petrus Halim, CEO INTA, menjelaskan cara kerja CRC.

Component Rebuild sebetulnya tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi solusi ini juga terinspirasi oleh tren yang berkembang dalam bisnis alat berat global, yaitu untuk mengurangi emisi karbon dan menekan dampak destruktif produksi alat-alat berat baru terhadap lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak produsen dan dealer membangun CRC sebagai norma industri demi mencapai tujuan keberlanjutan (sustainability) dalam operasi mereka. Sebab alat berat yang dibangun ulang menjadi sebuah produk yang lebih ramah bagi planet ini dalam hal jumlah bahan mentah dan karbon yang digunakan untuk membuatnya.

Faktor lain yang menggerakkan Component Rebuild adalah ekonomi sirkular (circular economy), yang menyediakan beberapa opsi perpanjangan masa pakai mesin kepada pelanggan yang meliputi remanufaktur, rekondisi, dan penjualan alat bekas (second-hand sales). Ekonomi sirkular menekankan pentingnya merancang produk-produk dan sistem-sistem yang efektif daripada hanya bertujuan untuk efisiensi. Artinya, dalam desain produk-produknya, yang menjadi fokus kalangan produsen bukan untuk menggunakan material yang semakin sedikit, melainkan lebih banyak pertimbangan pada menciptakan mesin-mesin yang dimaksudkan untuk diproduksi ulang beberapa kali.

Baca Juga :  Caterpillar investasi di bidang transisi energi truk tambang

Volvo Construction Equipment, misalnya,  memiliki target untuk meningkatkan bisnis remanufaktur sebesar 60% pada tahun 2025 dibandingkan dengan baseline tahun 2018. Pabrikan asal Swedia ini juga berharap terjadi pertumbuhan besar dalam program certified rebuild yang dikembangkanya, yang didorong oleh tujuan keberlanjutan, inisiatif penghematan biaya dan oleh krisis rantai pasokan baru-baru ini yang membuat sulit untuk mendapatkan alat-alat berat baru. Tantangannya adalah bagaimana industri alat berat Indonesia beradaptasi dengan ekonomi sirkular itu?

Iklan Berca