24.5 C
Jakarta
Sep 22, 2020.
Equipment Construction EQ Mining EQ Top News

Fleet Management System, Solusi Praktis Pantau Armada Dari Jauh

Pengembangan sistem manajemen armada (fleet management system) dari jarak jauh mengatasi kerisauan para pemilik alat-alat berat dalam mengelola aset-aset mereka di lokasi kerja.

Armada Caterpillar di pertambangan (Dok. Cat)

Pandemi Covid-19 yang masih terus menjalar liar di Indonesia tidak hanya mengisolasi para pemilik armada alat-alat berat dari karyawan-karyawan mereka, melainkan juga menjauhkan mereka dari aset-aset tersebut. Keharusan untuk menjaga jarak fisik demi mengendalikan laju penularan virus yang menular secara global itu memaksa kita untuk mengunci diri di dalam rumah. Selama masa puncak krisis kesehatan itu, sebagian besar dari kita bekerja dari rumah (work from home/WFH), termasuk para pemilik alat.

Tantangan berat yang mendera perusahaan-perusahaan pengelola alat berat saat ini bukan hanya masalah kehilangan pekerjaan sehingga banyak sekali mesin yang menganggur karena hampir semua proyek terhenti selama krisis ini, tetapi yang tidak kalah beratnya adalah bagaimana memonitor kondisi aset-aset mereka setiap saat tanpa perlu turun ke site. Untuk alat-alat yang masih bekerja, bagaimana memonitor kinerjanya, kondisi parts yang aus dan terancam rusak? Bagaimana mengontrol pemakaian bahan bakar dan jadwal pemeliharaan rutin? Bagaimana meningkatkan efisiensi dan produktivitas unit-unit itu selama masa pandemi ini? Bagaimana menjamin alat-alat itu terhindar dari penyalahgunaan dan kemungkinan kemalingan?  

Rentetan pertanyaan tersebut – hanya menyebut beberapa di antaranya – membuat para pemilik alat tidak bisa tidur nyenyak. Namun, Anda tidak perlu gelisah. Di era teknologi digital yang sedang berkembang pesat saat ini, persoalan-persoalan itu terpecahkan melalui implementasi sistem manajemen armada yang memungkinkan aset-aset itu dapat dipantau dari jarak jauh.

“Pada masa pandemi COVID-19 ini fleet management system sudah menjadi kebutuhan. Tim operasi di lapangan sangat terbantu karena mendapatkan support dari jauh. Misalnya, komponen-komponen apa saja yang butuh perbaikan atau penggantian, dan langkah-langkah apa yang perlu diambil oleh tim lapangan untuk mengefisienkan operasi dan meningkatkan produktivitas,” kata Risang Wijanarko, Team Lead Innovation Division PT. Trakindo Utama kepada Equipment Indonesia beberapa waktu lalu di Jakarta.

“Kami melihat beberapa customer di pertambangan yang sudah menerapkan fleet management system merasakan manfaat seperti ini,” ujarnya saat menjelaskan solusi Cat® MineStar™ System, sebuah solusi digital untuk manajemen operasi armada peralatan tambang yang diperkenalkan Caterpillar.

Edy Santara, Regional Business Manager JCB Southeast Asia, menjelaskan penggunaan sistem manajemen armada ini sangat membantu selama masa penguncian (lockdown) atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengharuskan kita bekerja dari rumah dan menjaga jarak fisik. “Selama masa pandemi ini, para pelanggan yang tidak bisa turun ke lokasi kerja tetap mampu memantau kondisi dan performa dari alat-alat mereka di lapangan dengan menggunakan solusi fleet management system,” ujarnya saat berbincang-bincang dengan Equipment Indonesia pertengahan Juni lalu.

Sayangnya, kata dia, belum semua pemilik alat memanfaatkan teknologi ini karena hal itu sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing pelanggan dan juga kebiasaan. “Penggunaannya memerlukan kebiasaan dan kebutuhan. Pelanggan-pelanggan yang merasa belum butuh, mereka enggan memanfaatkannya,” ungkapnya saat berbincang-bincang dengan Equipment Indonesia pertengahan Juni lalu.

Serba digital

Excavator JCB JS 205 yang dilengkapi dengan Live Link (Foto: EI)

Apapun rintangan-rintangan yang dihadapi dalam penerapannya, fleet management system hadir sebagai solusi yang tepat untuk memantau kondisi dan performa armada, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset tersebut dari jarak jauh sehingga benar-benar menjadi mesin-mesin yang efisien dan produktif. Semua data tentang mesin dikumpulkan secara digital dan dilaporkan secara real time. “Semuanya real time dan live,” kata Edy meyakinkan.

“Semua data yang masuk ke sistem sangat bermanfaat dan memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi kinerja armada dari jarak jauh, mengakses informasi, melakukan diagnosis dan analisa data, mengontrol serta memantau lokasi mesin dengan satu sentuhan tombol pada perangkat hand phone, laptop, atau pun gadget lainnya dengan mudah,” tambah Yonathan Karyanto, Regional Sales Manager PT Hyundai Construction Equipment Asia.

Berbagai manfaat yang ditawarkan oleh fleet management system mendorong beberapa produsen alat berat terkemuka mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi ini pada produk-produk mereka demi kelancaran bisnis para customer. PT Trakindo Utama, misalnya, pada momen pameran Mining Indonesia 2019 memperkenalkan Cat® MineStar™ System, sebuah solusi digital untuk operasional pertambangan. MineStar™ System merupakan sistem terintegrasi untuk  mengefisienkan kegiatan pertambangan. Aplikasi teknologi ini memungkinkan armada tambang yang ada di site saling terhubung sehingga semua pergerakannya termonitor dari jauh untuk meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya dan mencapai produktivitas seoptimal mungkin.

Implementasi MineStar System memungkinkan seluruh operasi tambang terpantau dari jauh, seperti aktivitas truk yang sedang loading atau sedang jalan. Isi muatan dan bobotnya juga akan ketahuan, termasuk pemakaian bahan bakar, dan bergerak ke mana. Semuanya itu dilaporkan secara real time.

“Alat-alat yang mengangkut material tambang, sebagai contoh, harus dipastikan proses pemuatannya bisa maksimal sesuai spek, termasuk payload dan cycle time-nya, bisa lebih optimal dari loading point menuju tempat di mana unit itu harus menumpahkan muatannya. Kemudian selama perjalanan, bagaimana unit-unit itu bisa berjalan dengan lebih cepat sehingga produktivitasnya bisa menjadi lebih tinggi,” jelas Risang.

Selain itu, ia melanjutkan, MineStar System dapat menganalisis titik-titik di mana biasanya unit-unit harus menunggu (antre) sebelum pemuatan, atau pada jam-jam berapa saja alat-alat itu kurang efisien, misalnya karena terlalu crowded atau sedang ada shift. Gangguan-gangguan seperti ini sekian sering tidak terhindarkan sehingga produktivitas berkurang. “Dengan kita mengetahui titik-titik di mana terjadi ketidakefisienan dari segi cost, maka kita bisa memahami juga biaya-biaya yang mungkin bisa diselamatkan. Kita bisa mencari cara-cara untuk dapat menjadi lebih efisien,” ujarnya.

Dari segi kesehatan alat, kata dia, kalau kita mengetahui trennya, dan kalau kita memprediksikan kemungkinan kerusakan yang bisa muncul, maka kita bisa melakukan perbaikan sebelum kerusakan itu terjadi.

Sisi lain yang menjadi fokus MineStar System adalah masalah keamanan. “Kami berharap kehadiran teknologi ini memungkinkan adanya interaksi antara alat-alat dan orang-orang serta properti-properti di sekitarnya sehingga dapat mendeteksi potensi-potensi bahaya yang muncul, sehingga kita bisa berusaha meredusirnya serta memastikan operator alat tetap berada dalam kondisi yang tetap prima,” ucapnya.

Selain MineStar System, solusi manajemen armada lain yang sudah diperkenalkan PT Trakindo Utama adalah Product Link. Kalau MineStar System dirancang sebagai manajemen armada untuk pertambangan, yang paketnya lengkap dan mencakup armada yang lebih banyak, Product Link dirancang  untuk diaplikasikan pada perusahaan skala menengah ke bawah, seperti bisnis rental alat yang operasi unit-unitnya kurang kompleks.

Menurut Risang, Product Link memungkinkan customer terkoneksi dengan alatnya, mengetahui kondisinya di mana, lokasinya, pemakaian bahan bakarnya, alert-alert kondisi kerusakaan parts. Selain terkoneksi dengan alat, customer juga terkoneksi dengan dealer. “Berdasarkan data-data Produck Link, pelanggan mendapat referensi tentang parts mana saja yang bisa diorder dan dealer terdekat yang bisa dihubungi,” kata Risang.

Dongkrak resale value 

Hydraulic Excavator Hyundai R850LC-9 dengan Teknologi HiMATE (Foto: HCEA)

Pemain lain di platform fleet management system ini adalah JCB dengan perangkat Live Link. Edy Santara mengklaim teknologi pemantauan armada alat berat dari pabrikan asal UK ini sangat membantu, terlebih selama masa pandemi ini. “Berkat teknologi Live Link, pelanggan-pelanggan JCB bisa memantau kondisi dan performa dari alat-alat mereka di lapangan. Hanya dengan memasukkan Serial Number ke dalam Live Link, mereka sudah bisa langsung mengetahui kondisi alat-alat  mereka, di mana posisinya, apakah sedang bekerja atau tidak, berapa total jam kerjanya, engine status dan pemakaian bahan bakarnya. Semuanya real time dan live,” ungkapnya.

Bagi JCB sendiri dan juga pelanggan, aplikasi Live Link memungkinkan life time unit akan lebih lama, karena selain memonitor pekerjaan, perangkat ini juga akan memonitor kapan akan dilakukan servis rutin atau penggantian suku cadang. “Dengan adanya notifikasi-notifikasi tentang penggunaan alat dan kondisinya, maka usia alat akan lebih panjang,” kata Edy sembari membandingkan dengan mobil yang diservis rutin pada dealer resmi, maka bukan hanya perawatannya lebih bagus tetapi harga jual kembali (resale value) masih lebih tinggi. 

Dari segi cara kerja dan benefit, Live Link tidak berbeda jauh dengan yang lain. Namun, Edy mengingatkan bahwa tehnologi Live Link JCB masih tetap “on” meski batereinya sudah dicabut. “Kalau terjadi aksi pencurian, atau unit entah dibawa ke mana sehingga kehilangan kontak, Live Link JCB punya baterei cadangan yang tersembunyi dan bisa bertahan selama lebih dari seminggu. Jadi, meski akinya dilepas dan baterei Live Link yang terpasang pada sistem unit dicabut, keberadaan alat itu tetap terlacak ke mana pun perginya,” ujarnya.

Kegunaan pemantauan armada dari jarak jauh juga dirasakan oleh para pemilik alat-alat berat merek Hyundai. Pabrikan asal Korea Selatan ini sudah membekali produk-produknya dengan HiMATE Remote Management System, yaitu teknologi sistem manajemen jarak jauh yang telah diperkenalkan dan dikembangan oleh Hyundai Construction Equipment sejak tahun 2002. Teknologi HiMATE memungkinkan pelanggan mendapatkan informasi secara lengkap mengenai kondisi alat-alat berat mereka dari jarak jauh secara online melalui akses website di komputer desktop maupun melalui aplikasi HP Android atau Gadget lainnya.

HiMATE menyediakan banyak sekali fitur yang sangat bermanfaat dan memungkinkan pengguna untuk mengevaluasi kinerja mesin dari jarak jauh, mengakses informasi, melakukan diagnosis dan analisa data, mengontrol serta memantau lokasi mesin dengan satu sentuhan tombol pada perangkat hand phone, laptop, atau pun gadget lainnya dengan mudah.

Saat ini teknologi HiMATE sudah merupakan kelengkapan standar pada alat-alat berat Hyundai mulai dari Excavator kelas 10 ton sampai dengan 125 ton (R140, R140, HX210, R330, R480, R850, dan R1250 ), juga pada Wheel Loader dan Forklift.

Solusi fleet management system jarak jauh untuk memonitor operasi alat-alat berat, mengontrol biaya-biaya operasi, memperbaiki perilaku operator, merencanakan pemeliharaan preventif dan masih banyak lagi manfaat lainnya, tujuan akhirnya adalah produktivitas yang optimal, efisiensi tinggi dan operasi yang aman.

“Ada tiga hal penting yang didapatkan customer dengan menerapkan solusi fleet management system dari jarak jauh: produktivitas yang paling optimal, profitabilitas yang lebih tinggi karena mereka bisa menekan cost dan melakukan efisiensi, serta keamanan (safety) dalam operasi,” Risang menyimpulkan. EI

 

346 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Related posts