26.4 C
Jakarta
Okt 20, 2020.
Business Press Release Top News

10 Besar Produsen Alat Konstruksi Dunia 2019

Yellow Table mengumumkan 10 produsen alat berat terkemuka dunia tahun 2019. XCMG naik ke posisi 5, melewati kompetitornya di pasar China.

Yellow Table terbaru, sebuah peringkat jumlah penjualan alat konstruksi dari lima puluh besar (top 50) Original Equipment Manufacturers (OEM) yang diselenggarakan oleh majalah International Construction, menyatakan penjualan alat pada tahun 2019 mencapai sebuah rekor tinggi senilai AS$202,7 miliar.

Jumlah tersebut naik 10% dari tabel tahun sebelumnya, ketika penjualan alat gabungan untuk top 50 OEM pada 2018 senilai AS$184 miliar. Ini untuk pertama kalinya jumlah penjualan dalam Yellow Table sudah melebihi AS$200 miliar.

Meski jumlah penjualan untuk tahun 2019 mencapai rekor yang tinggi, tingkat persentase pertumbuhannya melambat. Misalnya, Yellow Table pada tahun 2017 mengalami pertumbuhan 25,5% dibandingkan tahun 2016; Yellow Table pada 2018 mengalami pertumbuhan 13,5%.

Dengan dampak Covid-19 yang terasa di seluruh dunia, laporan penjualan untuk tahun berikutnya akan mengalami banyak penurunan.

Dalam sepuluh besar Yellow Table 2019, ada lebih banyak pergerakan dari biasanya. Ada satu perusahaan baru dalam sepuluh besar, dua perusahaan naik peringkat mereka dalam sepuluh besar tetapi ada dua perusahaan yang turun peringkat. Kemudian, ada satu entri baru masuk daftar top 50.

Berikut ini produsen-produsen alat berat yang masuk kategori OEM 10 besar:

  1. Zoomlion

Peserta baru dalam kelompok sepuluh besar (top ten) produsen alat konstruksi dunia pada tahun 2019 adalah perusahaan Cina, Zoomlion, yang naik dari nomor 13 dalam daftar tahun lalu. Pabrikan ini memiliki banyak varian produk yang meliputi excavator, buldoser, peralatan akses, truck crane, crawler crane, produk-produk yang terkait dengan beton dan drilling rig (mesin bor).

 

9. Doosan

Doosan yang berbasis di Korea Selatan bertahan di Yellow Table tahun ini di nomor sembilan. Produsen ini, seperti kebanyakan OEM, melakukan investasi besar-besaran dalam teknologi baru. Akhir tahun lalu perusahaan ini meluncurkan solusi kontrol Concept-X dalam suatu aksi demo teknologi di Korea Selatan – solusi itu dikatakan memungkinkan semua pekerjaan konstruksi yang berbahaya dapat dikerjakan secara otomatis.

8. Liebherr

Liebherr Group mengalami peningkatan penjualan peralatan konstruksi yang sehat, meskipun tidak ada gebrakan pada peringkat delapan dalam daftar ini. Penjualan pabrikan asal Jerman ini  di hampir semua wilayah baik, dengan Eropa – dan terutama Jerman, Prancis, Spanyol dan Denmark – mengalami kenaikan yang kuat. Namun, pencapaian paling signifikan dikatakan terjadi di wilayah Amerika Utara.

  1. Hitachi

Penjualan Hitachi sebesar AS$ 8,9 miliar pada tahun 2018, turun dari tahun sebelumnya yang membuat perusahaan yang berbasis di Jepang ini turun dari nomor empat ke nomor tujuh. Jepang tetap menjadi wilayah geografis terbesar untuk penjualan produk-produk Hitachi, meskipun posisi pasar Amerika Utara tidak terpaut terlalu jauh di belakang.

  1. Volvo CE

 Volvo Construction Equipment (Volvo CE) telah turun peringkat dari nomor lima ke nomor enam. Pabrikan asal Swedia ini memberikan penekanan yang kuat pada peralatan konstruksi bertenaga listrik, dengan Volvo CE berkomitmen untuk memproduksi hanya compact wheeled loader dan compact excavator elektrik pada masa mendatang, daripada opsi-opsi engine bertenaga diesel tradisional.

  1. Sany

Sany yang berbasis di China naik peringkat dari nomor tujuh ke nomor lima. Pergeseran itu disebabkan karena persentase kenaikan penjualannya yang kuat pada tahun 2019. Posisi nomor lima adalah yang tertinggi yang pernah dicapai perusahaan itu pada Yellow Table.

 

  1. XCMG

Meskipun Sany mengalami kenaikan peringkat pada tabel tersebut, XCMG tetap berada di depan pesaingnya itu, karena perusahaan yang bermarkas di Xuzhou ini naik ke nomor empat. XCMG, yang memiliki penawaran produk yang sangat beragam – seperti banyak OEM besar Cina lainnya – semakin fokus menyasar pasar-pasar negara-negara maju seperti Amerika Utara dan Eropa untuk lebih meningkatkan penjualannya.

  1. John Deere

Tahun lalu, John Deere meloncat dari nomor sembilan dalam daftar itu ke nomor tiga – suatu kenaikan sepuluh besar yang belum pernah terjadi sebelumnya – karena pembelian (akuisisi) Grup Wirtgen. Tahun ini, perusahaan itu mempertahankan posisinya di nomor tiga karena penjualan yang kuat untuk merek John Deere dan Wirtgen, termasuk Benninghoven, Kleemann, Vogele dan Hamm.

2. Komatsu

Komatsu mempertahankan posisi tradisionalnya di nomor dua dalam daftar produsen-produsen peralatan konstruksi teratas. Raksasa industri alat berat asal Jepang ini mengalami peningkatan penjualan pada tahun 2019. Fokusnya pada ‘Smart Construction’  dengan mengembangkan konsep Autonomous Haulage System (Sistem Pengangkutan Otonom), dengan banyak ultra-class electrical dump truck 930E yang baru-baru ini diuji di sebuah tambang besar di Brasil.

  1. Caterpillar

Lagi-lagi OEM peralatan konstruksi nomor satu di dunia dalam hal penjualan, Caterpillar yang berbasis di AS, menduduki peringkat tertinggi pada Yellow Table. Pabrikan ini menghasilkan lebih dari 16% total penjualan dari tabel itu sendiri. (Sumber: khl.com)

346 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts