Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
MiningTop News

Gelar Mini Expo, Kobexindo Tawarkan Teknologi Hybrid

×

Gelar Mini Expo, Kobexindo Tawarkan Teknologi Hybrid

Share this article
Mini excavator Develon 6 ton, DX60D, ditampilkan pada Mini Expo bertajuk "Kobexindo Tower Mining Expo 2026" di kawasan Ancol, Jakarta pada 10-11 September silam. Kredit foto: Equipment Indonesia

Jakarta, Equipment Indonesia – PT Kobexindo Tractors Tbk (Kobexindo), salah satu agen mesin-mesin tambang dan konstruksi terkemuka di Indonesia, menggelar mini expo  bertajuk “Kobexindo Tower Mining Expo 2026” halaman kantornya, Menara Kobexindo, di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada 10-11 September 2026. 

Majalah Equipment mengintip  Kobexindo Tower Mining Expo 2026 ini pada Jumat (11/9). Kobexindo menampilkan sejumlah mesin yang diageninya mulai dari yang paling kecil seperti mini excavator DEVELON hingga truk-truk tambang besar kelas 100 ton dari Tonly.

Adapun unit-unit yang dipamerkan terdiri dari mini excavator kelas enam ton dan excavator kelas 20 ton – keduanya dari merek DEVELON. Dari segmen mining truck, dua unit heavy-duty dump truck kelas 100 ton dari Tonly menjadi andalannya. Salah satu di antaranya bertenaga hybrid. Masih dari segmen alat angkut heavy-duty, perusahaan ini memajang dump truck kelas 70 ton dan tractor head dari Shacman.

Sales Operation Director Kobexindo, Jhonly Runtu, mengakui para pelanggan maupun customer potensial menyambut gembira mini expo ini. Hal itu terlihat sejak hari pertama pameran.  “Kemarin (10 September 2026 -red) ramai. Di luar dugaan kami karena event ini baru diputuskan pekan ini,” ujarnya.   

Meski memegang cukup banyak brand, Kobexindo hanya menghadirkan tiga merek saja selama pamercan yang berangsung dua hari ini, yaitu Develon, Tonly, dan Shacman. Untuk Develon, ditampilkan tiga tipe mesin, yaitu mini excavator enam ton, excavator 20 ton, dan wheel loader. “Sebetulnya ada yang big (80 ton), tetapi tidak bisa masuk karena keterbatasan lahan,” ujar Jhonly.

Untuk brand Tonly, ada dua unit dump truck yang dihadirkan, yaitu dump truck Tonly 6×6 (warna kuning) dan truk hibrida kelas 100 ton (warna hijau muda). Berkomentar mengenai truk hybrid 100 ton ini, Jhonly mengatakan bahwa Kobexindo sudah menyalurkan banyak unit ke beberapa customer. Merujuk pada testimoni pelanggan, ia menyatakan unit-unit hybrid ini sangat efisien dan memiliki tingkat produktivitas tinggi.

Baca Juga :  Apa yang akan menjadi fokus Develon di bauma 2025?

Produk berikutnya yang dipamerkan adalah dua unit dump truck Shacman, yakni dump truck 12 roda dan tractor head. Dump truck 12 roda, kata Jhonly, untuk aplikasi di pertambangan batu bara (off the road), sedangkan tractor head untuk operasional di jalan raya (on the road) dan juga pertambangan. 

 

Teknology Hybrid

Truk hybrid Shacman siap mendobrak pasar tambang Indonesia

Pada bagian lain Jhonly mengakui bahwa kenaikan harga solar akibat masalah geopolitik serta persoalan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) cukup memukul bisnis para pelanggan Kobexindo, terutama di sektor pertambangan. Apalagi fluktuasi harga solar beriringan dengan masalah kurs yaitu nilai tukar rupiah yang terus merosot terhadap dolar Amerika Serikat.

Heavy duty dump truck bertenaga hibrida dari Tonly. Sumber foto: Equipment Indonesia

Untuk menyiasati kondisi itu, Kobexindo melakukan sejumlah terobosan sejak awal 2026. Di antaranya adalah lebih banyak bergerak pada mesin-mesin di sektor non tambang, seperti excavator non tambang Develon. Kalaupun masih bermain di sektor tambang, perusahaan ini lebih fokus pada mesin-mesin hybrid, khususnya mesin hibrida dari Tonly. Ternyata, pilihan ini akurat. Kehadiran produk itu mendapat tanggapan yang sangat positif. Saat harga solar melonjak, permintaan mesin hybrid, termasuk truk hybrid Tonly, meningkat signifikan. Konsumsi bahan bakar unit itu bisa menghemat 30-40%.

Saat ini, kata Jhonly, permintaan pasar untuk mesin-mesin tambang hybrid ini cukup besar. Menjawab kebutuhan pasar ini, Kobexindo menambah portofolio mesin-mesin tambang hybrid-nya dengan mendatangkan Shacman hybrid. “Kita ada permintaan truk hybrid merek Shacman yang kita baru deliver. Sekarang inilah momennya. Satu ke arah green energy, dan satu lagi yang sangat penting secara keekonomiannya adalah efisiensi menyusul fluktuasi kenaikan harga minyak dunia,” kata Jhonly.

Truk hibrida Shacman ini tergolong baru yang didatangkan untuk memperkuat truk hibrida Tonly mulai digarap oleh Kobexindo sejak awal 2026. Saat ini, Kobexindo sudah menyalurkan 50-60 unit truk hybrid Tonly ke lokasi-lokasi tambang para pelanggannya. Truk Tonly hybrid yang disalurkan Kobexindo adalah kelas 100 ton.

Baca Juga :  Mengapa PT Kobexindo Tractors Tbk Ingin Masuk ke Berbagai Segmen Pasar?

Jhonly menilai produk-produk hybrid ini hadir pada momen yang tepat, yaitu ketika harga bahan bakar minyak masih bergejolak, sementara elektrifikasi alat-alat tambang masih terkendala oleh infrastruktur pengisian daya yang belum memadai dan SDM yang belum siap untuk memberikan layhanan purna jual yang mumpuni pada mesin-mesin listrik ini. “Kita lihat di Mining Expo kali ini. Semakin banyak brand Cina yang menghadirkan mesin-mesin hybrid. Kita akhirnya coba beradaptasi dengan situasi ini. Sangat cocok dengan produk baru kita. Itulah yang membuat penjualan tahun ini  meningkat,” pungkasnya. @