Jakarta, Equipment Indonesia – Zoomlion tampil mencolok di tengah keramaian pameran Mining Indonesia Expo yang diselenggarakan di Jakarta International Expo, Kemayoran, 9-12 September 2026. Produsen alat berat asal Tiongkok ini menampilkan beragam jenis mesin untuk berbagai aplikasi. Selain itu, perusahaan yang masuk pasar Indonesia sejak tahun 2007 ini memperkenalkan dua produk baru bertenaga listrik murni, yaitu Wide Body Dump Truck ZT165EV dan Concrete Mixer. Keduanya menjadi produk unggulan Zoomlion selama eksibisi dagang internasional ini karena sejalan dengan tren elektrifikasi di sektor pertambangan.

ZT165EV merupakan truk tambang wide body bertenaga listrik murni kelas 100 ton. Zoomlion merancang off-road dump truck ini sebagai alat angkut material yang efisien dan tangguh di medan pertambangan. Truk ini memiliki postur yang tegap dan gagah, sehingga kehadirannya di area pameran mampu menarik perhatian perusahaan-perusahaan tambang.
Sementara Concrete Mixer listrik Zoomlion 8JBLBEV-R adalah mesin pencampur beton yang didesain khusus untuk pasar Indonesia. Alat ini memiliki postur yang kompak, sehingga leluasa mengakses berbagai lokasi kerja. Truk mixer ini dilengkapi dengan baterai berkapasitas tinggi 330 kWh dan motor dengan peak power 410 kW, serta konsumsi daya terintegrasi yang rendah, yaitu 1,2 kWh/km.

Selebihnya Zoomlion memamerkan mesin-mesin konvensional bertenaga diesel yang variannya cukup beragam: excavator tambang ZE1250G dan ZE500G, bulldozer ZD260G, wheel loader ZWL75G, truck crane ZTC1000V532R, scissor lift ZS0607HA serta traktor pertanian RG1804. Mesin-mesin Zoomlion tersebut bersanding dengan produk-produk dari merek-merek lainnya, baik dari Eropa, Jepang, Korea maupun dari Tiongkok.
Sayangnya, pameran ini berlangsung di tengah keprihatinan. Pasar alat berat Indonesia pada tahun 2026 ini menghadapi tantangan berat karena ketidakpastian regulasi dan persaingan pasar yang semakin ketat, terutama dengan semakin ramainya kehadiran produk-produk dari Cina. Keterlambatan dan penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor pertambangan memicu ketidakpastian pasar serta menekan permintaan alat berat. Akibatnya, sejumlah distributor besar merevisi turun target penjualan mereka. Kondisi ini diperburuk oleh gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Nilai kurs rupiah yang terlampau rendah meningkatkan harga jual alat berat karena sebagian besar unit dan komponen masih bergantung pada impor.
Tantangan lainnya bersumber dari persaingan ketat antar merek, terutama gempuran produk-produk Cina yang menawarkan harga yang lebih kompetitif. Rentetan persoalan tersebut menekan penjualan alat berat di pasar Indonesia. Bagaimana Zoomlion merespon rentetan persoalan tersebut? “Pasar produk-produk Zoomlion di Indonesia justru mengalami peningkatan dari tahun-ke tahun. Itu sebabnya kami tidak gentar menghadapi tantangan-tantangan yang ada,” kata Deputy General Manager PT. Zoomlion Indonesia Machinery Industry, Baron Li, kepada Majalah Equipment Indonesia di sela-sela pameran tersebut.
Menurut catatan Baron Li, sejak tahun 2022, penjualan mesin-mesin Zoomlion di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Produsen ini mendirikan PT Zoomlion Indonesia Heavy Industry pada tahun 2014. Namun, pertumbuhan penjualan yang signifikan setiap tahun mulai terasa sejak 2021-2022 seiring dengan booming harga komoditas. “Tahun lalu saja, Zoomlion menempati peringkat keempat dari sisi penjualan di pasar Indonesia,” klaimnya.
“Jadi, kami bisa katakan, meskipun Zoomlion masih berada pada peringkat empat di pasar Indonesia dari sisi volume penjualan untuk semua mesin, namun dari tahun 2022 hingga tahun lalu, peningkatan penjualan kami sangat cepat,” ungkapnya.
Zoomlion adalah salah satu produsen Cina yang gencar melakukan penjualan langsung hampir semua mesinnya di Indonesia. Hanya produk traktor pertanian saja yang dipasarkan melalui jaringan dealer lokal. Menurut Baron Li, sistem penjualan end to end sangat berdampak terhadap pertumbuhan pasar Zoomlion di Indonesia. “Meski dari sisi penjualan secara keseluruhan masih berada di peringkat keempat, tetapi sejumlah mesin Zoomlion sudah menjadi pemimpin pasar (market leader) di Indonesia, seperti mobile crane dan concrete mixer. Bahkan, Zoomlion adalah manufaktur pertama yang menghadirkan concrete mixer elektrik di Indonesia,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Menjelaskan mengenai target pertumbuhan penjualan dalam dua hingga lima tahun ke depan, Baron Li memprediksikan penjualan Zoomlion akan meningkat 15%. Pada 2028, kata dia, pertumbuhan penjualan Zoomlion bisa meningkat lebih dari 13%. Kemudian pada 2029, pertumbuhannya meningkat lagi menjadi 19%. Sehingga, rata-rata peningkatan pertumbuhan selama lima tahun ke depan sebesar 15%.
Baron Li optimistis Zoomlion dapat mencapai target pertumbuhan pasar tersebut, meski dinamika persaingan sangat ketat, terutama sesama produsen mesin-mesin pertambangan dan konstruksi asal Cina. “Saya percaya dengan pasar Indonesia. Dan, Zoomlion memiliki sumber daya yang cukup bagus di Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan,” pungkasnya. (EI)














