34.8 C
Jakarta
Nov 26, 2020.
Construction EQ Equipment Top News

Mengapa investasi backhoe loader lebih menguntungkan dalam jangka panjang?

Pandemi COVID-19 memang melumpuhkan hampir semua industri yang mengandalkan penggunaan alat berat/konstruksi. Namun, setelah melewati serangkaian kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), memasuki paruh kedua tahun ini makin banyak proyek yang mulai dilanjutkan pengerjaannya, meski belum dalam kapasitas penuh.

Problemnya, saat pekerjaan-pekerjaan itu dimulai kembali, ketersediaan peralatan di job site sudah berkurang. Sebab, semenjak pandemi Covid-19 menjalar, banyak alat berat menganggur dan akhirnya ditarik. Para kontraktor meminimalisir populasi alat demi mengefisienkan biaya. Investasi mesin-mesin baru pun dilakukan secara sangat selektif karena daya beli berkurang. Peralatan yang ada di lokasi kerja hanya yang benar-benar dibutuhkan. Bagaimana menjaga pekerjaan (proyek) tetap berjalan secara optimal dengan menggunakan peralatan yang tepat? Itulah salah satu tantangan yang dihadapi para kontraktor dan/atau pemilik pekerjaan dalam kondisi krisis seperti saat ini.

Solusi untuk problem itu – untuk menyebut salah satu di antaranya – adalah pemakaian mesin yang memiliki kegunaan beragam. Contohnya adalah backhoe loader. Fajar Adi Dharma, Product Sales Manager PT Airindo Sakti, mengatakan dibandingkan mini excavator atau loader, mesin ini jauh lebih serba guna. “Ini menjadi alasan mengapa backhoe loader paling umum yang berada di lokasi kerja dibandingkan mini excavator,” ujarnya kepada Equipment Indonesia baru-baru ini.

PT Airindo Sakti merupakan dealer produk-produk JCB untuk wilayah Indonesia bagian selatan yang terbentang mulai dari Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur.

Ia mengatakan bahwa backhoe loader merupakan salah satu jenis peralatan paling umum di lokasi kerja mana pun. Backhoe loader memang dirancang untuk dapat melakukan hampir semua hal. Selain itu, mesin ini dibuat supaya dapat dengan mudah menjangkau lokasi-lokasi kerja yang tersebar. Berbeda dengan alat berat lain, backhoe loader didisain untuk mengakses sendiri lokasi kerja yang dituju tanpa perlu menggunakan alat angkut lain lagi.

Di negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia, lokasi-lokasi kerja alat berat tersebar luas dan berjauhan. Backhoe loader menjadi mesin yang sempurna untuk beroperasi dalam kondisi seperti itu karena alat ini dapat melakukan berbagai macam pekerjaan. “Backhoe loader adalah mesin yang dapat melakukan semuanya mulai dari menggali, memuat, meratakan, memadatkan, membersihkan, mendorong, mengangkat dan masih banyak lagi aplikasi lainnya,” kata Fajar.

Menurut Fajar, backhoe loader paling cocok untuk proyek-proyek skala menengah atau besar yang mengandalkan tenaga yang kuat dan kecepatan. “Backhoe loader menawarkan horse power yang lebih besar dan kecepatan yang lebih tinggi untuk menggali lebih dalam dan memindahkan beban yang lebih berat,” ujarnya.

Selain itu, backhoe loader dapat menawarkan keserbagunaan yang lebih luas di lokasi kerja dibandingkan mini excavator maupun loader. “Anda dapat menggunakan jenis-jenis attachment pada lengan loader seperti shovel 6 in 1 atau penyapu jalan yang dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan khusus di lokasi kerja yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh sebuah mini excavator.

“Berkat front end loader (shovel) dan rear excavator, backhoe loader memiliki beragam opsi attachment yang Anda dapat pergunakan. Backhoe loader bisa melakukan lebih beragam pekerjaan dibandingkan mini excavator,” kata Fajar meyakinkan.

Backhoe juga, ia menambahkan, dapat dikendarai di jalan raya dengan kecepatan hingga 40 km/jam, yang menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk proyek-proyek dengan lokasi kerja yang tersebar, sehingga customer tidak perlu mengangkutnya ke truk trailer lagi karena mesin ini bisa berjalan sendiri, sehingga menghemat biaya transportasi.

Dari segi keuntungan investasi, kata Fajar, karena penggunaannya yang multifungsi, backhoe loader sebenarnya lebih menguntungkan untuk investasi jangka panjang karena para customer tidak perlu menambah unit-unit utama, tidak perlu investasi alat transportasi, tetapi sebagai gantinya cukup dengan menyediakan berbagai attachment opsional.

Bahkan, lanjut Fajar, backhoe loader merupakan mesin konstruksi yang paling serbaguna sehingga memungkinkan para pelanggan untuk mendiversifikasi bisnis mereka dengan mudah. Misalnya, kontraktor pembangunan rumah dapat melakukan diversifikasi ke bidang pertanian atau pemeliharaan jalan tanpa membeli jenis mesin baru, tetapi cukup dengan menyediakan beragam attachment yang diperlukan.#

Backhoe loader JCB dengan perangkat LiveLink

JCB merupakan pemimpin pasar global terbesar di dunia untuk segmen backhoe loader. Pabrikan asal Inggris ini menguasai hampir separuh (45%) market share dari semua model backhoe loader di dunia yang ada saat ini (Lihat www.equipmentindonesia.com, 13/9/2019). JCB memiliki  varian backhoe loader terlengkap mulai dari JCB 1CX, JCB 2CX, JCB 3CX, JCB 4CX dan JCB 5CX. Ukuran dan power yang dihasilkan tersedia mulai dari yang kecil hingga yang paling besar, tergantung pada aplikasi dan kebutuhan customer.

JCB merupakan pionir backhoe loader model side shift chassisSide shift chassis mengunakan model stabilizer yang tegak lurus (vertikal). Bagian king post (titik poros boom) pada bagian backhoe dari backhoe loader jenis ini dapat digeser ke kanan dan ke kiri mengikuti lebar unit. Alhasil, posisi kerja unit bisa lebih mendekat ke samping dengan alur kerja yang lebih fleksibel hingga ke titik penggalian. Model ini cocok di pergunakan pada area kerja yang sempit.

Model backhoe loader yang lainnya adalah center mount chassis, yaitu king post (titik poros boom) pada bagian backhoe statis di tengah. Artinya, tidak bisa di geser ke kanan dan ke kiri tetapi terkunci di satu poros. Model center mount chassis lebih efektif untuk pekerjaan pengangkatan material (lifting) pada bagian backhoe-nya, karena bentuk stabilizer (horizontal) yang lebih stabil serta bisa disesuaikan dengan bentuk permukaan tanah. Model ini cocok dipergunakan pada area kerja yang luas.

Joseph Cyril Bamford mengembangkan produk backhoe loader JCB di Inggris sejak tahun 1953. Sejarah dan kematangan proses pengembangan JCB menghasilkan backhoe loader terbaik di dunia. JCB merupakan yang pertama kali memperkenalkan teknologi 4WD, All Wheel Steering, Power Shift Transmission, Torque Converter Drive, Lock Up Torque Converter, Servo Controls, Powerslide Excavator, Telescopic Extending Dipper, Shovel yang terintegrasi dengan 6 in 1 Bucket dan Forks.

Keunggulan lain dari backhoe loader adalah komponen-komponen utama dibuat sendiri oleh JCB, mulai dari engine, transmisi, axlebrake, cylinder, arm dan boom hingga cabin. “Karena komponen-komponen utama dibuat sendiri, maka kinerja unit akan maksimal dan bila terjadi kerusakan akan lebih mudah dan cepat penanganannya. Customer membuat klaim hanya ke satu merk,” kata Fajar.

Hingga saat ini JCB masih terus mengembangkan mesin-mesin backhoe loader-nya, sehingga benar-benar menjadi alat multifungsi lintas sektoral. Misalnya, JCB sudah melengkapi semua produknya, termasuk mesin-mesin backhoe loader, dengan teknologi LiveLink.

Secara keseluruhan, sistem telematika memungkinkan JCB menawarkan tingkat dukungan purnajual yang lebih tinggi kepada para pelanggan melalui jaringan dealer, dengan para teknisi yang memantau mesin dan memberikan umpan balik segera kepada para customer melalui platform telematika jika ada masalah. Berkat aplikasi LiveLink, JCB dapat memberikan respon cepat dan pendekatan proaktif kepada para pelanggan. “Berkat perangkat LiveLink JCB ini, para manajer armada dapat mengecek lokasi, kondisi dan kinerja mesin-mesin mereka dari rumah,” ujarnya.

Sistem pemantauan jarak jauh yang dilaporkan secara digital memberikan manfaat tambahan baik bagi pemilik alat maupun JCB bersama dealer-dealernya. Pemantauan kondisi unit-unit pelanggan dari jarak jauh yang dilaporkan secara digital mengurangi jumlah dokumen administrasi yang diperlukan dan mempercepat proses jika dibutuhkan respons cepat untuk mencegah kegagalan mesin. 

Perangkat telematika LiveLink sangat berguna selama masa pendemi Covid-19. “Aplikasi teknologi pemantauan jarak jauh LiveLink JCB mengurangi kemungkinan interaksi selama pandemi Covid-19. Selain itu, selama masa sulit ini, penggunaan LiveLink memungkinkan para para pelanggan fokus pada penghematan biaya karena teknologi ini membantu melindungi mesin-mesin dan juga memaksimalkan efisiensi mesin serta servis, sehingga menghemat uang,” pungkasnya.#

 

48 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Related posts