34.8 C
Jakarta
Nov 26, 2020.
Mining EQ Top News

Hydraulic Mining Shovel Cat® 6015B Jadi Andalan di Sektor Batubara

Hydraulic mining shovel Cat® 6015B cocok untuk karakteristik penambangan batubara di Indonesia yang belakangan cenderung memiliki luas area penambangan yang tidak begitu luas lagi.

Kiswanto, Product Manager Hydraulic Mining Shovel PT Trakindo Utama berpose bersama hydraulic mining shovel Cat 6015B (Dok. Pribadi)

Hydraulic mining shovel Cat® 6015B adalah andalan dalam pekerjaan pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal/OB) pada penambangan batu bara dan mineral lainnya, termasuk emas. Sebagai gambaran, tambang-tambang batubara di Indonesia umumnya memiliki rasio 1:10. Artinya, untuk mendapatkan 1 ton batubara, jumlah lapisan tanah penutup yang harus dikupas mencapai 10 ton. Selain di tambang batubara, Cat 6015B sudah digunakan di beberapa tambang emas, seperti pada tambang emas di daerah Banyuwangi dan Maluku.

Cat 6015B merupakan excavator tambang kelas 150 ton. Dari segi ukuran, mesin penggali ini tergolong model big digger, menurut Kiswanto selaku Product Manager Hydraulic Mining Shovel di PT Trakindo Utama dalam acara Trakindo Live Session yang disiarkan secara virtual beberapa waktu lalu.

Selain Cat 6015B, Trakindo selaku dealer tunggal produk-produk Caterpillar di Indonesia, juga memasarkan model-model yang lebih besar, seperti model 6020B (200 ton) dan model 6030 (300 ton). Kemudian, model 6040 (400 ton), model 6060 (600 ton) dan yang terbesar adalah 6090 (900 ton).

Dipasarkan di Indonesia sejak tahun 2016, total populasi hydraulic mining shovel Cat 6015B hingga Juni 2020 mencapai 53 unit. Unit-unit ini tersebar di usaha-usaha tambang besar di Sumatera, Kalimantan (Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah), Jawa hingga Pulau Wetar di Maluku.

Menurut Kiswanto, di Indonesia secara umum excavator kelas 150 ton ini sekitar 90% penggunaannya bergerak di bidang tambang batu bara. Ia menambahkan untuk model 6015 dan 6020, hingga saat ini baru tersedia versi backhoe dan tenaganya menggunakan diesel engine. Tetapi tidak demikian dengan model 6030 sampai 6090. Untuk unit-unit yang lebih besar ini tersedia tenaga penggerak versi elektrik, baik front shovel maupun backhoe.

Di luar negeri, Kiswanto membandingkan, model 6015B dan juga 6020 kebanyakan digunakan pada usaha tambang batu (quarry). “Itu karena pertambangan di luar negeri umumnya memiliki area penambangan yang luas. Tetapi di Indonesia dua model ini sudah termasuk kelas besar yang digunakan di pertambangan. Model 6015 dan juga 6020 memang cocok untuk karakteristik tambang di Indonesia yang belakangan cenderung memiliki luas area penambangan yang tidak begitu luas lagi,” ungkapnya.

“Saat ini konsesi tambang lebih banyak yang tidak berskala besar. Selain luas area penambangan yang cenderung kecil, kontraknya pun tidak terlalu panjang. Makanya, model 6015 dan juga 6020 ini cocok untuk kondisi seperti itu. Jadi, ketika kontraktor tambang selesai kontrak dari tempat yang satu, dia dengan mudah dipindahkan ke tempat yang lain,” ia menjelaskan.

Ukuran bucket untuk Cat 6015B cukup bervariasi. Umumnya tergantung pada density (kepadatan) dan abrasiveness dari material yang akan digali. Kemudian juga tergantung pada metode penggalian seperti apa. “Untuk menggali material hasil blasting (peledakan) atau menggali material yang ripping, kapasitas bucket yang digunakan mulai dari 5m3 sampai 12m3. Kalau untuk OB (overburden) rata-rata menggunakan kapasitas bucket 8,6m3,” ujar Kiswanto.

Dia mencontohkan salah satu pekerjaan tambang emas, dengan pertimbangan tingkat density-nya di atas 2 ton/meter kubik dan dengan kekerasan batuan yang ada, maka bucket yang digunakan adalah 6m3. Untuk OB batubara rata-rata di Indonesia dengan density 1,6-1,7 ton/m3, bucket yang digunakan berukuran 8,6 m3. Ini sekaligus menjadi standar bucket pada pertambangan batubara di Indonesia. Tetapi penggunaan bucket ini juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan customer kami.

“Kami selalu memberikan advice kepada customer. Tetapi silahkan customer kalau punya experience yang lain, tidak apa-apa sepanjang hasil hitungan-hitungan desain bucket masih memungkinkan,” kata Kiswanto.#

 Produktivitas dan efisiensi lebih tinggi

Apa yang menjadi kelebihan big digger dari Caterpillar ini? Kiswanto mengatakan dalam memilih big digger excavator yang pertama-tama diperhatikan adalah accessibility dan serviceability. Hal ini terkait dengan kemudahan dalam melakukan inspeksi harian. “Biasanya sebelum alat dioperasikan, dilakukan inspeksi harian. Alat yang memiliki serviceability yang baik adalah ketika operator dan mekanik nyaman dan mudah untuk mengakses titik-titik servis seperti ruang engine, ruang hidrolik atau ke pompa-pompa untuk mengecek kebocoran,” ia menjelaskan.

Menurut Kiswanto, Cat 6015B sudah dirancang accessibility dan serviceability dengan baik sehingga operator dan mekanik tidak sampai harus merangkak-rangkak saat melakukan pemeriksaan dan perbaikan, sehingga sulit untuk mendeteksi kerusakan dan kebocoran. “Pada Cat 6015B semua sudah diatur sedemikian rupa sehingga mudah. Operator untuk berpindah dari suatu kompartemen ke kompartemen lain, tidak perlu turun tangga, tidak perlu jalan ke tanah lagi. Dia cukup keliling di atas unit semua sudah bisa dilakukan inspeksi,” papar Kiswanto.

Faktor kedua yang perlu menjadi pertimbangan dalam membeli big digger excavator, ia melanjutkan, adalah kesesuaian ukuran bucket dengan truk (hauler). Di kelasnya, excavator 6015B ini, untuk memuat material ke dalam satu truk lebih cepat satu pass dengan cycle time 21-23 tercepat detik di kelasnya. Itu berarti truk pun akan lebih cepat berangkat, sehingga memiliki produktivitas yang lebih tinggi.

Ada pun tipe dump truck secara umum yang cocok untuk dikombinasikan dengan shovel 6015B adalah Cat 773 dan 777. Untuk jumlah truk dalam 1 fleet, tergantung dari jarak loading point dengan dumping point. Bila berkisar 800 meter hingga satu kilometer, biasanya satu excavator 6015B melayani lima truk 777. Tetapi kalau jaraknya lebih pendek, bisa cukup 3-4 truk saja.

“Jadi, tergantung jarak dari loading point ke dumping point. Semakin jauh jumlah truknya semakin banyak. Tetapi kalau secara ideal, satu excavator itu 5 unit truk karena biasanya mining contractor itu menjaga jarak antara loading point dengan dumping point itu maksimal satu kilometer,” ujar Kiswanto.

Keunggulan lain yang dimiliki oleh 6015B ini adalah dalam hal efisiensi bahan bakar (fuel efficiency). “6015B ini tiap liter yang dibakar bisa memindahkan BCM (bank cubic meter) lebih banyak di kelasnya. Sehingga produksi per jamnya itu bisa sampai 15% lebih banyak dibanding kelas sejenis dan fuel efficiency-nya 10% lebih efisien di kelasnya dibanding yang lain,” ujar Kiswanto.

Apa yang membuat 6015B ini bisa hemat konsumsi bahan bakar? Kiswanto mengatakan ada teknologi yang disematkan pada unit tersebut sehingga ketika alat ini bekerja mengeduk tanah dan melakukan loading, engine load factor akan disesuaikan.

“Setelan engine load factor pada 6015B tidak selalu high RPM (80% ke atas). Ketika yang dimuat ringan atau ketika alat hanging menunggu dump truck untuk dimuat, RPM (rotasi per menit)-nya turun. RPM-nya tidak akan selalu tinggi. Nanti kalau shovel mulai bergerak untuk digging, swing dan loading lagi, RPM-nya baru akan naik. Itulah yang membuat 6015B ini bisa lebih efisien,” papar Kiswanto.

Kelebihan lain dari 6015B dan juga 6020B, Kiswanto menambahkan, dua model ini sudah diproduksi di Indonesia, tepatnya di Caterpillar Batam Facility. “Kalau customer ingin tahu, kami bisa bawa ke Batam untuk melihat langsung proses produksinya. Beberapa customer sudah pernah ke sana sebelum membeli produk ini,” ujar Kiswanto.

Produk 6015B ini juga sudah terbukti di berbagai site di Indonesia melalui serangkaian productivity study, yang melibatkan insinyur dari Trakindo dan Caterpillar bekerjasama dengan tim insinyur dari customer yang ada di site. “Kami melakukan productivity study bersama-sama, sehingga angkanya itu disepakati oleh dua belah pihak. Bukan hanya klaim dari pihak Trakindo atau Caterpillar. Itu rata-rata productivity-nya 15% lebih besar dibanding kelas sejenis dan fuel efficiency-nya lebih efisien 10%,” beber Kiswanto.

Masalah produktivitas dan efisiensi ini merupakan hal yang dicari oleh semua kontraktor tambang di mana-mana. Diakui Kiswanto, 6015B ini memang harganya sedikit lebih tinggi dibanding kompetitor, tetapi dalam waktu dibawah satu tahun sudah bisa mencapai titik impas. “Itu sudah dibalas oleh productivity yang tinggi dan fuel efficiency,” ujarnya.

Aspek yang tak kalah penting dari hydraulic shovel Cat 6015B ini adalah bahwa produk ini didukung oleh PT Trakindo Utama, perusahaan penyedia solusi alat berat Cat di Indonesia yang berkelas dunia. Trakindo sudah memiliki pengalaman yang panjang sebagai dealer, sejak tahun 1971. #

 

68 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts