
Kawasan industri merupakan salah satu pasar favorit forklift. Daya serap alat ini sangat tinggi di pabrik-pabrik karena memiliki banyak kegunaan alias multi guna, terutama untuk urusan bongkar – muat barang, baik di area kerja dalam ruangan maupun di luar. Tidak heran, para pemain forklift ramai-ramai menggarap pasar industri. Hal ini diamini Mirawati Purnomo dari PT Indomade.
“Forklift merupakan peralatan industri yang banyak dibutuhkan di kawasan pabrik,” ujarnya saat ditemui Majalah Equipment di sela-sela acara pameran INAPA 2015 di JI-Expo Kemayoran, Kamis (19/3).
PT Indomade merupakan salah satu pemain baru di pasar forklift saat ini. Nama merk produknya sama persis dengan nama perusahaan, Indomade. Namun, jika kebanyakan kompetitor memulai bisnisnya di kota-kota besar, seperti Jakarta atau Surabaya, Indomade justru sebaliknya, bergerak dari kota kecil, Pasuruan.
Tentu bukan tanpa alasan mengapa perusahaan ini mulai dari sana. Alasan paling utama adalah kawasan industri di kota-kota besar sudah dijejali banyak pemain dari berbagai merk dan sudah dikuasai oleh merk-merk papan atas. Alasan lain, dari segi harga, produk-produk yang sudah punya nama cenderung menjual mesin-mesin mereka dengan harga yang tidak mudah dijangkau oleh industri-industri yang berkembang di daerah. Produk forklift yang ditawarkan PT Indomade membidik pasar di daerah dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Menurut Mirawati, hingga kini pasar forklift masih dimonopoli oleh produk-produk Jepang. “Di pasar terdapat banyak sekali ditawarkan forklift dari Jepang atau eks-Jepang,” tukasnya. Namun, belakangan serbuan produk-produk buatan Tiongkok sudah tidak terbendung lagi dan terus menggerogoti pasar mesin-mesin Jepang itu.
PT Indomade sendiri yang baru berdiri setahun lalu memasarkan forklift buatan Tiongkok. Kapasitas unit-unit forklift yang dipasarkan berkisar 2 hingga 7 ton. Namun, tersedia kapasitas lainnya sesuai kebutuhan pelanggan.
Untuk memudahkan penjualan dan servis pelanggan, Indomade membangun workshop di daerah Pasuruan, Jawa Timur, sekitar 1,5 jam dari kota Surabaya. Kehadiran bengkel tersebut dimaksudkan untuk mendukung pasar produk-produknya di daerah Jawa Timur khususnya. Sebab, dengan berada semakin dekat dengan pelanggan, mereka tidak mendapat kesulitan ketika hendak membutuhkan dukungan suku cadang dan servis lainnya.
Selain harga yang relatif bersaing terhadap forklift lainnya, Mirawati memastikan perusahaannya sudah menyiapkan teknisi-teknisi yang terampil untuk untuk memberikan servis kepada pelanggan-pelanggan di lapangan, terutama apabila ada komplain dari customer yang perlu segera ditangani. Di samping itu, PT. Indomade memberikan garansi selama satu tahun.
Di daerah Pasuruan sendiri, menurut pengakuan Mirawati, produk-produk Indomade ini banyak digunakan di kalangan manufaktur kayu lapis dan garmen. Tetapi mesin-mesin ini bisa juga digunakan untuk aplikasi-aplikasi lain sesuai kebutuhan para customer.



















