29.5 C
Jakarta
Dec 7, 2019.
Image default

Ini Manfaat Yang Diperoleh PT. Cikarang Inland Port Dengan Mengoperasikan Eco Reachstacker Kalmar

Kalmar melakukan acara serah terima Eco Reachstacker kepada PT. Cikarang Inland Port di Cikarang Dry Port. Kalmar menawarkan program payback sebagai jaminan terhadap efisiensi pemakaian bahan bakar.

Pemanasan global semakin mengancam kehidupan yang ada di bumi ini. Akhir-akhir ini terjadi banyak perubahan di sekitar kita. Iklim semakin tidak stabil dan temperatur udara cenderung semakin panas. Perubahan iklim yang semakin tidak menentu menyebabkan kegagalan panen para petani. Pemanasan global juga sangat berdampak terhadap pernapasan manusia, karena terjadi pencemaran udara besar-besaran serta gas karbondioksida yang menghambat produksi oksigen dan masih banyak lagi pengaruh-pengaruh buruk lainnya.

Pemanasan global disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah polusi yang disemburkan oleh mesin-mesin industri, termasuk beragam peralatan besar yang beroperasi di pelabuhan. Kegiatan bongkar muat di pelabuhan mengandalkan penggunaan banyak alat, seperti mesin-mesin reachstacker untuk mengangkat peti kemas yang bertumpuk-tumpuk.

Menyadari dampak destruktif pemanasan global yang bersumber dari operasi alat-alat bongkar muat di pelabuhan, PT. Cikarang Inland Port selaku pengelola Cikarang Dry Port ingin melakukan operasi yang lebih ramah  lingkungan. Langkah awalnya adalah mulai mengoperasikan mesin Eco Reachstacker merek Kalmar di fasilitas yang dikenal sebagai pelabuhan darat pertama dan satu-satunya Indonesia hingga saat ini. Pelabuhan yang berada di kawasan Jababeka, Cikarang, Jawa Barat ini melayani kegiatan bongkar muat peti kemas milik perusahaan-perusahaan ekspor dan impor.

“Biasanya para importir dan eksportir mengirim langsung peti kemas mereka dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara ke gudang atau pabrik mereka di Cikarang, Karawang dan daerah-daerah di sekitarnya. Sekarang mereka dapat memanfaatkan Cikarang Dry Port,” kata Agus Utomo, GM Operation PT. Cikarang Inland Port, kepada Equipment Indonesia, Selasa (3/9), di sela-sela acara serah terima alat tersebut di Cikarang.

Ia mengungkapkan, PT. Cikarang Inland Port mengutamakan efisiensi dan produktivitas dalam layanannya. “Kami harus terus meningkatkan layanan kami kepada para pengguna jasa seiring dengan tumbuhnya volume kegiatan. Namun, di sisi lain, kami juga harus melakukan efisiensi dalam kegiatan operasional. Efisiensi dan produktivitas tersebut dapat dicapai karena kami mengoperasikan mesin Eco Reachstacker yang hemat BBM dan ramah lingkungan,” Agus menjelaskan.

“Ketika PT. Indo Traktor Utama menawarkan model baru yang sangat efisien dengan garansi payback untuk pemakaian bahan bakar, kami sangat tertarik. Dengan alat baru ini kami bisa berpromosi kepada para customer kami yang kebanyakan adalah perusahaan-perusahaan eksportir dan importir global, bahwa fasilitas kami mengoperasikan alat yang ramah lingkungan demi terwujudnya green port. Jadi, dengan kehadiran Eco Reachstacker ini, operasi kami menjadi lebih efisien namun tetap produktif. Itu yang menjadi dasar pertimbangan kami mengapa menggunakan Eco Reachstacker Kalmar ini,” ungkapnya.

Cikarang Inland Port sudah sekitar satu bulan mengoperasikan Eco Reachstacker Kalmar ini di Cikarang Dry Port. Berdasarkan kesaksian operator, yang membedakan alat ini dari model terdahulu adalah cara mengoperasikannya. “Pada reachstacker lama, fungsi operator sangat menentukan operasi mesin. Untuk mencapai RPM tinggi saat berjalan maupun untuk mengangkat kontainer, operator harus menekan pedal gas lebih dalam. Namun, cara ini mengkonsumsi lebih banyak bahan bakar,” Agus menguraikan.

Sebaliknya pada Eco Reachstacker, yang menentukan adalah mesin itu sendiri. Alat ini mempunyai sistem untuk mengontrol operasi dan akselerasi. “Pada Eco Reachstacker, fungsi-fungsi untuk menjalankan dan mengangkat muatan berada dalam modul terpisah. Operator menekan tombol dan komputer akan secara otomatis  mengatur semua parameter. Cara kerjanya akan memaksimalkan produktivitas dengan pemakaian bahan bakar yang lebih hemat. Dengan demikian, kami bisa mencapai produktivitas maksimal dengan pemakaian bahan bakar yang lebih sedikit,” kata Agus lagi.

Elvina Chua, Vice President South & Sount East Asia Kalmar, menjelaskan tren yang muncul dalam lima tahun belakangan di Eropa dan juga di Australia, yakni membangun pelabuhan-pelabuhan yang ramah lingkungan. “Pengembangan Eco Reachstacker Kalmar ini merespon tuntutan pasar tersebut,” ujarnya.

Apa yang menjadi fokus pengembangan Eco Reachstacker Kalmar? Elvina mengatakan, Eco Reachstacker Kalmar memberikan solusi yang lebih ramah lingkungan dan efisien (eco-efficient) yang dijamin menggunakan lebih sedikit bahan bakar daripada mesin-mesin reachstacker model lama. Operasi alat ini memangkas biaya-biaya dan mengurangi emisi sembari meningkatkan kesehatan lingkungan pelabuhan. “Biaya bahan bakar fosil yang makin mahal dan standar-standar emisi yang makin ketat berarti Anda memerlukan solusi yang lebih hemat dan lebih ramah lingkungan, sambil tetap mempertahankan tingkat terbaik produktivitas operasional,” ujarnya meyakinkan.

Membandingkan pemakaian bahan bakar Eco Reachstacker Kalmar dengan model-model yang lebih tua, Elvina melanjutkan, solusi yang ramah lingkungan ini dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 40%, dan hingga 25% dibandingkan dengan mesin-mesin yang lebih baru, kata Elvina. Jadi, persentasenya signifikan.

Dalam jangka panjang penghematannya besar sekali jika diakumulasi. Kalmar sudah membuat kalkulasi internal untuk menghitung total biaya kepemilikan dan berapa besar penghematan pembelian bahan bakar jika menggunakan Eco Reachstacker ini dalam jangka panjang. Hasilnya sangat menakjubkan. Intinya, mesin ini menghemat biaya bahan bakar dan menekan emisi sambil menyesuaikan tingkat produktivitas.

Untuk memastikan efisiensi bahan bakar yang signifikan, Kalmar memberikan garansi. “Jika terbukti tidak efisien, maka Kalmar akan melakukan pay back dengan mengganti kelebihan pemakaian bahan bakar. Ini adalah garansi dan janji kami terhadap para customer. Kalmar sudah menandatangani perjanjian yang ditandantangani bersama oleh kedua belah pihak program payback ini. Itulah solusi yang kami berikan untuk menjamin bahwa alat ini benar-benar efisien dan ramah lingkungan,” tandas Elvina seraya menambahkan bahwa Kalmar akan memonitor pemakaian bahan bakar dengan memanfaatkan teknologi telematika supaya hasilnya benar-benar akurat.

Selain operasi yang ramah lingkungan, menurut Elvina, pertimbangan lain yang menjadi dasar pembuatan Eco Reachstacker adalah kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas kerja di lokasi customer. Salah satu perbedaan utama dari model reachstacker lama dibandingkan dengan produk baru ini adalah mekanisme operasi. “Alat ini bekerja tanpa menghabiskan banyak bahan bakar. Sepanjang dioperasikan dengan benar, Eco Reachstacker ini akan makin banyak menghemat pemakaian bahan bakar,” imbuhnya.

Menurut Vincent Santoso, COO PT. Indo Traktor Utama (ITR), untuk menjamin operasi Eco Reachstacker Kalmar yang benar-benar efisien dan sebagai bagian dari kesepakatan tersebut diatas, Kalmar – ITR akan melatih operator-operator dari PT. Cikarang Inland Port dan memberikan sertifikat agar mereka mengoperasikan alat ini dengan baik dan benar.

Selain itu, berkaitan dengan layanan purna jual, PT. Indo Traktor Utama selaku distributor tunggal Kalmar di Indonesia sudah menandatangani kontrak eksklusif dengan PT. Cikarang Inland Port untuk ketersediaan suku cadang dan tenaga teknisi. Vincent mengatakan, selama masa kontrak ITR dengan dukungan penuh dari Kalmar selaku principal menyediakan suku cadang di lokasi dan menempatkan dua orang teknisi khusus untuk melayani kebutuhan-kebutuhan customer. “Hal ini penting karena alat-alat ini bekerja 24 jam per hari,” tutupnya. @

Related posts