Alat Berat
Material Handling Business Top News

Kiat-kiat terbaik menjaga operator crane selalu sehat

Ilustrasi operator sedang mengoperasikan crane untuk mengangkat beban berat.

Sebagaimana alat berat, operator-operator pun memerlukan daftar periksa (checklist) perawatan agar  mereka selalu dalam kondisi prima. Kalau diabaikan, mereka bisa jatuh sakit, sehingga pekerjaan Anda bisa terbengkelai. Terlebih lagi dalam kondisi seperti saat ini ketika terjadi kekurangan tenaga kerja terampil.

Jennifer Gabel, dalam artikelnya dengan judul “Top tips for taking care of your crane operators” membagi beberapa kiat berikut ini untuk menjaga operator-operator crane Anda tetap sehat. Penulis adalah kepala petugas kesehatan di Lomma Crane & Rigging dan pendiri Construct Your Health – constructyourhealth.com – sebuah program kesehatan dan kebugaran yang menyasar industri konstruksi.

Operator crane juga memerlukan checklist perawatan

Supaya crane dapat bekerja dengan baik, sangat penting untuk merawatnya secara teratur. Jika tidak terawat secara baik, alat angkat itu menjadi tidak aman, rusak dan menghabiskan lebih banyak biaya dalam jangka panjang. Operator-operator alat berat seperti crane juga sama. Jika tersedia daftar periksa perawatan untuk menjaga kesehatan dan keamanan peralatan, mengapa tidak ada checklist perawatan untuk menjaga keselamatan orang-orang yang mengoperasikan peralatan itu? Berikut ini beberapa gagasan untuk dipertimbangkan.

Kesehatan fisik

 Ada empat aspek kesehatan fisik yang memberikan keuntungan investasi terbesar, sekaligus bermanfaat bagi kesehatan mental. Pertama, hidrasi. Agar cukup terhidrasi, orang-orang perlu minum setengah dari berat badan mereka dengan minuman berkualitas tinggi, seperti air dan teh herbal. Apa pun yang mengandung kafein, bahan kimia, atau gula – seperti kopi, soda, dan jus – menyebabkan dehidrasi dan lebih berbahaya daripada manfaatnya. Jika tempat kerja tidak menyediakan air, bawalah botol air besar dari rumah. Pekerja yang kadar hidrasinya bagus memiliki daya ingat yang lebih baik, dan lebih mampu mengingat tugas-tugas pelatihan dan pekerjaan.

Kedua, tidur yang cukup. Rata-rata orang membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam. Dengan waktu mulai kerja yang lebih awal, Anda membutuhkan waktu tidur yang ketat dan disiplin untuk menghilangkan gangguan-gangguan tidur, seperti telepon dan televisi. Hindari minum alkohol atau yang mengandung kafein di sore hari. Keduanya berdampak negatif pada pola tidur. Pekerja yang cukup istirahat memiliki fungsi otak yang lebih baik. Mereka lebih waspada dengan suasana hati yang lebih baik dan lebih jarang sakit.

Ketiga, asupan bahan bakar yang bergizi. Sebagaimana mesin, memasukkan bahan bakar yang salah ke dalam tubuh seseorang, maka hal itu menyebabkan gangguan pada berbagai komponen dalam tubuhnya. Bahan bakar terbaik adalah n-makanan yang sehat dan bergizi tinggi. Seorang pekerja dengan bahan bakar yang tepat memiliki tingkat energi yang lebih tinggi dan lebih cenderung memiliki berat badan yang sehat, yang lebih kecil kemungkinan menimbulkan risiko cedera dan insiden di lokasi kerja.

Keempat, sering bergera. Gerakan memiliki manfaat-manfaat kardiovaskular dan metabolisme sambil meningkatkan suasana hati dan menjadi cara alami untuk mencegah depresi. Industri konstruksi memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi, sebab itu item-item checklist patut mendapat perhatian ekstra. Jalan kaki adalah salah satu bentuk olahraga yang paling mudah diakses. Sebelum mulai bekerja para pekerja dapat berjalan di sekitar lokasi kerja sambil melihat kondisi kondisi tanah (fondasi) atau tempat tumpuan crane. Latihan-latihan peregangan tentu sangat penting.

Kesehatan mental

Berikut ini beberapa cara sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan mental setiap hari. Pertama, berterimakasih. Ini umumnya dikenal sebagai latihan rasa syukur dan membutuhkan konsentrasi selama beberapa detik. Dalam industri crane yang berisiko tinggi, seorang pekerja dapat bersyukur atas pekerjaan yang dilakukan dengan aman, bersyukur karena para pekerja yang tidak mengalami cedera atau insiden yang membahayakan dan karena sudah hadir dan di tempat kerja dan melakukan yang terbaik. Dengan mengubah pola pikir dari tidak memiliki menjadi memiliki, mereka dapat mengingat apa yang mereka miliki dalam hidup mereka dan mengapa hidup ini layak untuk dijalani.

Kedua, bernapas. Pernapasan yang dalam meningkatkan jumlah pasokan oksigen ke otak, menstabilkan tekanan darah dan mengurangi stres. Latihan pernapasan yang bagus untuk para operator crane adalah “box breathing”, yang dilakukan Navy SEAL dalam kondisi-kondisi stres tinggi. Lakukan ini dengan menarik napas selama empat hitungan, menahan napas selama empat hitungan, menghembuskan napas selama empat hitungan, menahan napas selama empat hitungan, dan mengulanginya beberapa kali.

Ketiga, meditasi. Ada banyak manfaat meditasi bagi kesehatan mental dan fisik. Dewasa ini tersedia banyak aplikasi untuk belajar meditasi, seperti Headspace dan Calm. Duduk dalam keheningan merupakan salah satu bentuk meditasi. Tetapi untuk sebagian orang  duduk dalam keheningan selama beberapa menit terasa tidak nyaman. Aktivitas apa pun yang menenangkan pikiran bisa menjadi bentuk meditasi. Contohnya adalah memancing, hiking di alam terbuka atau membangun sesuatu dari awal.

Keempat, melayani. Kita sudah kerap mendengar tentang orang-orang yang meninggal tidak lama setelah mereka pensiun. Ketika seseorang bertanya, “Bagaimana saya melayani orang lain hari ini?” pertanyaan itu merefleksikan tujuan positif yang hendak dicapai dan ada rasa memiliki terhadap pekerjaan itu. Seorang operator crane bisa fokus pada pekerjaannya, bekerja sebagai bagian dari tim untuk menjaga orang-orang lain tetap aman dan membantu membangun sesuatu yang akan berdampak bagi masyarakat selama bertahun-tahun yang akan datang.

Dengan mengambil pendekatan proaktif terhadap kesehatan, operator-operator crane dan perusahaan-perusahaan akan bekerja sebaik mungkin. Komitmen terhadap kesehatan memerlukan pemeliharaan yang terus-menerus, tetapi hal itu harus diimbangi dengan lokasi-lokasi kerja yang lebih aman, pengurangan biaya-biaya asuransi, dan lingkungan kerja yang lebih baik.

Berita Terkait