
LGMG Machinery Indonesia akan mulai memasarkan rigid dump truck MT86H dengan transmisi otomatis mulai semester kedua tahun ini.


PT LGMG Machinery Indonesia memamerkan dua produk unggulan mereka pada acara Mining Indonesia di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 14-17 September 2022 lalu. Keduanya adalah alat berat jenis Rigid Dump Truck (RDT) dengan Wide Body, yang terdiri dari LGMG MT96H dan LGMG MT86H. Majalah Equipment Indonesia sudah mengulas MT96H pada edisi September 2022. Kali ini giliran MT86H yang kami sajikan ke hadapan Anda.
MT86H merupakan Dump Truck yang dirancang khusus untuk pekerjaan overburden (mengangkut tanah) di lokasi penambangan. Yang membedakan MT86H dari saudaranya, MT96H, adalah jenis transmisinya. “DT tipe MT86H ini masih menggunakan transmisi manual. Beda dengan saudaranya, CMT96H, yang sudah menggunakan transmisi otomatis,” jelas Sales Manager LGMG Machinery Indonesia, Doddy Sitompul, kepada Equipment Indonesia pada Kamis, 15 September 2022 di sela-sela acara pameran dagang alat berat terbesar di Indonesia tersebut.
LGMG MT86H mengusung banyak keunggulan, Doddy melanjutkan. Yang paling utama, menurutnya, MT86H sudah dibuat dengan memperhatikan standar keselamatan yang tinggi. Dump truck ini juga sangat unggul dari segi investasi. “Selain karena konsumsi bahan bakar irit dan harga suku cadangnya yang murah, muatannya pun sangat banyak. Dua hal ini tidak dimiliki oleh produk-produk bermuatan sama yang berkonfigurasi dengan 2 Axle,” ujar Doddy sembari berpromosi.
Dari segi kapasitas angkut, MT86H mampu mengangkut material hingga 55 ton. Atau dalam kubikasi, alat ini mampu mengangkut material hingga 35 kubik. Muatan yang banyak itu, papar Doddy, memungkinkan truk ini memiliki produktivitas tinggi tetapi dengan biaya yang jauh lebih rendah. Dump truck ini cocok bila berpasangan dengan excavator kelas 50 ton dan kelas 80-100 ton.
Doddy mengatakan bahwa kapasitas maksimal truk ini sebesar 55 ton. Kalau muatannya berlebih, hal itu tidak bagus untuk alat. “Dari sisi cost jadi tidak efisien, dan unitnya juga sering breakdown,” dia mengingatkan.
Tangki bahan bakar MT86H dapat menampung hingga 500 liter solar untuk sekali isi yang bisa dipakai selama satu hari pekerjaan atau untuk operasi selama 20-22 jam kerja dan masih sisa. Dengan daya tampung tangki yang besar seperti itu, MT86H tidak perlu keluar masuk lokasi kerja hanya untuk mengisi bahan bakar.
Walaupun memiliki daya tampung bahan bakar yang banyak, dalam menenggak solar MT86H juga sangat irit. Kata Doddy, dump truck ini rata-rata hanya menghabiskan 15-18 liter solar per jam. MT86H diklaim lebih menghemat rata-rata 20-30 liter/jam solar dibanding produk sejenis dari merek-merek lain, terutama alat-alat dari Eropa, Amerika dan Jepang.
Lebih jauh dia memaparkan simulasi penghematan bahan bakar yang bisa diperoleh konsumen dengan menggunakan MT86H. Disebutkan, harga solar untuk industri saat ini sudah mencapai Rp 18.000/liter. Bila MT86H bisa menghemat 20 liter, maka pelanggan dapat menghemat Rp 360.000/jam. “Kalau dikalikan 20 jam berarti sudah bisa menghemat hingga Rp 7 juta per hari. Bisa dibayangkan tingkat penghematannya bila dibandingkan dengan produk-produk Eropa, Amerika dan Jepang,” ujarnya.
Keuntungan lain dari segi investasi. Dodi memastikan biaya investasi yang dikeluarkan customer untuk mendapatkan dump truck ini jauh lebih murah. Pasalnya, biaya perawatan MT86H lebih murah untuk sebuah dump truck dengan kapasitas angkut hingga 55 ton. Selain itu, MT86H juga sangat mudah saat pengoperasian dan perawatannya karena menggunakan transmisi manual.
Khusus untuk perawatan, para customer tidak perlu khawatir. Pasalnya, LGMG Machinery Indonesia sebagai Principle dan dealer produk-produk LGMG di Indonesia sudah menyediakan tenaga-tenaga teknisi yang terampil dan berpengalaman di dekat lokasi-lokasi truk-truk ini beroperasi. Keberadaan tim teknisi di dekat lokasi-lokasi kerja memungkinkan transfer pengetahuan dan keterampilan dalam perawatan alat-alat ini kepada para pelanggan. “Kalau tenaga-tenaga teknisi dari para customer sudah terampil, ke depan mereka bisa menangani sendiri perawatan unit-unit dump truck. Bila ini terjadi maka tentu saja sudah menjadi penghematan tersendiri bagi pelanggan,” kata Doddy.
Untuk mendukung kelancaran operasi unit-unit dump truck para pelanggan, LGMG juga membuka cabang-cabang dan site support di dalam jobsite ataupun di daerah-daerah sekitar truk-truk ini beroperasi. Saat ini, LGMG Machinery Indonesia memiliki kantor cabang di Samarinda, Kalimantan Timur seiring dengan kian banyak unit-unit dump truck LGMG, termasuk MT86H, yang beroperasi di lokasi tambang di daerah Kalimantan Timur.
Dengan kehadiran cabang-cabang dan site support tersebut, para pelanggan tidak perlu kuatir dengan servis dan pasokan suku cadang. Dalam prakteknya, LGMG Machinery Indonesia selalu mengupayakan Parts Consignment di lokasi kerja Pelanggan demi menjaga ketersediaan suku cadang dan kecepatan pengiriman. Dengan begitu, mereka bisa langsung mengganti spare parts yang rusak. Artinya, downtime berkurang, produktivitas tetap terjaga karena breakdown time-nya terkontrol.
Spesifikasi teknis

Tenaga Rigid Dump Truck LGMG MT86H bersumber dari engine Weichai WP12G460E310 yang memiliki kekuatan 460 horsepower dengan torsi 1.750 newton meter. Penggunaan engine enam silinder memungkinkan dump truck ini sangat tangguh untuk beroperasi di medan tambang jenis apa pun, baik tambang batu bara, nikel, emas maupun mineral lainnya, termasuk tambang kategori galian C.
“MT86H merupakan truk off-highway, yang dioperasikan bukan di jalan umum, melainkan di pertambangan. Dump truck ini menggunakan tiga axle, dengan konfigurasi penggerak 6×2 dan 6×4. Kalau jalannya datar, atau muatannya kosong atau ringan, misalnya, maka konfigurasi 6×2 saja cukup. Tetapi jika muatannya penuh, atau kondisi jalannya kurang bagus, ada tanjakan, bisa diubah ke 6×4. Jadi, ini juga salah satu faktor yang menghemat pemakaian bahan bakar dan maintenance,” jelas Doddy.
Keunggulan lain dari sisi teknis, tambahnya, Untuk Suspensi MT86H memiliki suspensi hidrolik dan 13 lembar Spring leaf di axle depan dan 15 lembar spring leaf di axle tengah dan belakang , konsep ini menawarkan perawatan yang mudah dan biaya suku cadang yang rendah ,dipastikan sangat cocok untuk dump truck bermuatan besar yang melewati jalan off-road yang menantang di lokasi-lokasi tambang maupun quarry.
MT86H menggunakan ban dengan ukuran 14.00 R 25 (Ukuran ban 14 yang mengunakan rim berdiameter 25 inci). Sementara dump-nya terbuat dari material baja dengan kekuatan 360 dan 400 Hardness Brinell, sehingga sangat kuat dan kokoh.
“Jenis baja ini banyak digunakan untuk aplikasi heavy-duty dengan frekuensi impact dan gesekan yang sering karena memiliki kekerasan yang tinggi tetapi disertai oleh kekuatan dan ketahanan aus yang baik. Untuk ketebalannya, di bagian bottom, menggunakan ketebalan 16 mili, di bagian samping 14 mili, dan di sisi depan 12 mili. Dump ini sudah proven dalam berbagai aplikasi dan kami tidak punya problem selama ini. Dibanding dengan kompetitor sejenis, Struktur rangka MT86H juga lebih rapat di daerah samping dan bawah. Jadi, lebih rigid, robust atau lebih kuat,” urai Doddy sambil memperlihatkan sisi kiri, kanan, dan belakang MT86H.
LGMG mendesain kabin MT86H senyaman mungkin bagi para operator. Kursi pengemudi dengan air supension yang bisa di adjust sangat empuk guna menjaga kenyamanan selama mengoperasikan unit. Apalagi, truk-truk jenis ini bukan beroperasi di jalan biasa tetapi di jalan tambang. View dari Kabin yang sangat baik bagi visual Operator dan fitur-fitur standar lain guna kenyamanan pengemudi tidak lupa alat-alat keselamatan yang sesuai dengan standar keselamatan kerja yang ada.
Rigid Dump Truck MT86H merupakan produk LGMG paling pertama yang dipasarkan di Indonesia, yaitu pada bulan Mei 2019. Unit-unit MT86H generasi pertama yang masuk ke Indonesia hingga saat ini masih bekerja dengan sangat baik di Kalimantan Timur.
Walaupun lebih dulu masuk ke pasar Indonesia, total populasi untuk MT86H dan model dibawahnya dengan transmisi manual tidak lebih dari 120 unit. Sangat berbanding terbalik dengan Model CMT96 yang saat ini populasinya diatas 250 unit. MT86H banyak beroperasi di Kalimantan Timur, kalimantan Utara dan Sulawesi Tengah.
“Para customer tambang di Indonesia lebih suka mengoperasikan dump truck dengan transmisi otomatis dibandingkan manual. Salah satu alasannya adalah karena level curah hujan di Indonesia sangat tinggi. Truk dengan transmisi otomatis memang lebih mudah dioperasikan ketimbang yang manual. Kondisi ini berbeda dengan di China yang lebih memilih produk yang manual karena curah hujan rendah. MT86H manual menguasai pasar di China,” ungkap Doddy sembari bercerita mengenai sejumlah pelanggan LGMG Machinery Indonesia yang masih sangat loyal dengan MT86H yang masih menggunakan transmisi manual dan masih melakukan repeat order untuk model ini
Namun, ada kabar baik bagi para customer yang gemar menggunakan transmisi otomatis. LGMG Machinery Indonesia akan mulai memasarkan MT86H yang menggunakan trasmisi otomatis mulai semester kedua tahun ini. “Jadi, kalau sekarang ada pelanggan-pelanggan yang mau menggunakan MT86H matic, kami akan mulai memasarkannya pada semester kedua tahun ini,” tutup Doddy.
















