Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Top NewsTruck

Maersk Line Indonesia Luncurkan Mobile Container

592
×

Maersk Line Indonesia Luncurkan Mobile Container

Share this article
Ki-Ka: General Manager Trade Marketing Maersk Line Indonesia Moh. Sofyan, Subdit Penunjang Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan Republik Indonesia Asep Wahyudin, Presdir Maersk Line Indonesia Jakob Friis Sorensen, Duta Besar Denmark untuk Indonesia Casper Klynge dan Direktur Perkapalan dan Kelautan - Departemen Perhubungan Republik Indonesia Capt. Sahattua P. Simatupang.
Example 468x60
Ki-Ka: General Manager Trade Marketing Maersk Line Indonesia Moh. Sofyan, Subdit Penunjang Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan Republik Indonesia Asep Wahyudin, Presdir Maersk Line Indonesia Jakob Friis Sorensen,  Duta Besar Denmark untuk Indonesia Casper Klynge dan Direktur Perkapalan dan Kelautan - Departemen Perhubungan Republik Indonesia Capt. Sahattua P. Simatupang.
Ki-Ka: General Manager Trade Marketing Maersk Line Indonesia Moh. Sofyan, Subdit Penunjang Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan Republik Indonesia Asep Wahyudin, Presdir Maersk Line Indonesia Jakob Friis Sorensen, Duta Besar Denmark untuk Indonesia Casper Klynge dan Direktur Perkapalan dan Kelautan – Departemen Perhubungan Republik Indonesia Capt. Sahattua P. Simatupang.

Di bawah terik matahari yang menyengat Direktur Perkapalan dan      Kelautan Departemen Perhubungan Capt. Sahatua Simatupang, Dubes  Denmark Caspar Klynge, Presdir Maersk Line Indonesia Jakob Friis Sorensen, Kasubdit Perdagangan Luar Negeri, Asep Wahyudin, dan GM Trade & Marketing Maersk Line Mohammad Sofyan menggunting pita secara serempak sebagai tanda peresmian eksibisi Mobile Container dengan tema Moving Global Trade, Kamis (28/5) di pelataran Kafe Batavia, Sunda Kelapa Marina, Jakarta Utara. Kemudian rombongan itu beranjak ke bagian dalam dari sebuah kontainer yang bertumpu di atas sebuah truk tronton 10 roda.

Kegiatan tersebut adalah rangkaian dari pameran mobile container yang diselenggarakan Maersk Line Indonesia dengan mengusung tema “Moving Global Trade”. GM Trade & Marketing Maersk Line Mohammad Sofyan mengungkapkan, pameran ini merupakan bagian dari kampanye dan sosialisasi brand Maersk Line. Mobile container ini akan berkeliling ke setiap belahan Indonesia dengan tujuan untuk mempromosikan perdagangan global dan menunjukkan bagaimana Maersk Line memfasilitasi ini, dengan menjadi perusahaan pengiriman kontainer terbesar di dunia.

ALTRAK

Maersk Line adalah perusahaan pengiriman kontainer terbesar di dunia, dengan pelayanan yang dikenal handal, fleksibel dan eco-efficient. Korporasi ini ini menyediakan transportasi laut di berbagai belahan dunia. Maersk Line adalah bagian dari Maersk Group yang berkantor pusat di Copenhagen, Denmark.

Sejatinya mobile container yang dipamerkan ini adalah kontainer bekas yang sudah berumur 20 tahun. Panjangnya 40 feet atau 12 meter. Di dalamnya sudah dipasang AC dan diperlengkapi dengan peralatan ruangan lainnya sehingga nyaman untuk ditempati dan representatif sebagai kantor berjalan.

Rencananya unit kontainer ini akan dibawa ke tujuh kota di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak. Lalu ke Belawan, Boom Baru, sampai berakhir di Makassar. Container ini juga akan dipajang di lokasi pameran di Kemayoran. Pokoknya mobile, container ini bisa dibawa ke sana kemari mendatangi para pelanggan Maersk Line Indonesia. Para pengunjung boleh masuk ke dalamnya dan memanfaatkan peralatan multi media yang tersedia.

Baca Juga :  8 Fakta Mengenai Asuransi Alat Berat Yang Perlu Anda Ketahui

Mobile container ini berisikan serba-serbi kebudayaan Denmark dan MAERSK LINE. Semua peralatan multimedianya dapat difungsikan untuk mempelajari hal ini. Sekaligus menjadi instrumen atau alat untuk memperkenalkan budaya Denmark ke masyarakat di sini. Ada company profile, seperti yang diputar di Youtube.

Dukung poros maritim

Jakob Friis Sorensen mengungkapkan bahwa pameran mobile container merupakan cara Maersk Line Indonesia merespons rencana Presiden Joko Widodo memilih jalur maritim sebagai poros pembangunan perekonomian Indonesia. Pada kuartal pertama 2015, kata dia, terjadi peningkatan volume ekspor ke Amerika Serikat, yang didorong oleh membaiknya kondisi ekonomi negara itu dan dan makin menguatnya kurs dollar AS. Namun, di sisi lain, pertumbuhan ekspor ke Eropa melambat dibandingkan tahun lalu.

“Ekspor ke negara-negara yang bergantung pada minyak seperti Afrika Barat juga telah tumbang karena menurunnya harga minyak,” ungkapnya dalam diskusi panel yang membahas topik mengenai dampak dari kebijakan di sektor perikanan, keseimbangan perdagangan negara, kebutuhan infrastruktur dan tol laut terhadap performa ekspor Indonesia.

Meski terjadi penurunan pada ekspor komoditas-komoditas utama Indonesia, seperti minyak sawit dan bahan galian (tambang), namun ia melihat adanya peningkatan pada ekspor produk pertanian. Belanja konsumen yang sebelumnya mendukung pertumbuhan dalam negeri kini mulai melemah, karena gejolak nilai tukar rupiah dan tingginya harga. “Kami telah melihat penurunan pada impor bahan-bahan mentah ke Indonesia sebesar 17,8% dari tahun lalu,” Sorensen menambahkan.

Kunci sukses ekonomi Indonesia dalam jangka panjang tetap terletak pada pembangunan infrastruktur. Salah satu fokusnya adalah memperbaiki infrastruktur pelabuhan dan konektivitas pelabuhan-pelabuhan di berbagai belahan Indonesia. Sekarang ini, perdagangan di bagian barat Indonesia jauh lebih berkembang dibandingkan Indonesia bagian timur.

Baca Juga :  Harga Membaik, di Kuartal II PT Timah Raih Laba Operasi Rp 630 miliar

Maersk Line adalah jalur pelayaran pertama dan satu-satunya yang merintis pelayanan langsung yang menghubungkan pelabuhan Bitung di bagian Timur Indonesia ke Pelabuhan Tanjung Pelepas (PTP) di Johor, Malaysia. PTP terutama berfungsi sebagai pelabuhan pengiriman barang dan dari sana komoditas-komoditas dari Indonesia diekspor ke pasar-pasar global. Untuk memperingati satu tahun pelayanannya, Maersk Line sudah mulai menggunakan sebuah kapal yang lebih besar untuk servis ini sejak akhir April 2015.

“Membawa sebuah kapal yang lebih besar ke pelabuhan Bitung memperlihatkan perkembangan dan komitmen kami yang berkelanjutan untuk perdagangan ke Indonesia bagian timur. Kami optimis dengan potensi jangka panjang pertumbuhan ekspor dari Indonesia timur, seperti ikan dan produk-produk kelapa. Servis kami di Bitung juga diharapkan menstimulasi perdangan dari daerah-daerah sekitar seperti Ambon dan Maluku,” ungkap Jakob Sorensen.

Tol Laut yang digagas oleh Presiden Joko Widodo membuat arus kargo lebih efisien ke berbagai belahan Indonesia. Kehadiran tol laut diperkirakan akan mengurangi ongkos logistik di Indonesia antara 10% hingga 15%, yang memberikan kontribusi pada daya saing yang lebih tinggi untuk produk-produk ekspor Indonesia.

“Kami melihat keterbukaan dan konektivitas akan menjadi dua faktor utama yang semakin mendorong pertumbuhan perdagangan di Indonesia dan di kawasan Asia Tenggara pada tahun-tahun mendatang. Arus perdagangan yang makin ramai akan membuka peluang-peluang baru untuk semua sektor dari perekonomian Indonesia, termasuk sektor pengiriman (ekspedisi),” kata Jakob Sorensen.

Ia menambahkan, terdapat ruang untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia, contohnya di bidang ekspor yang akan bergeser dari lokasi-lokasi yang biayanya makin mahal, seperti Tiongkok. “Rencana pemeintah untuk menanamkan modal lebih besar akan membuat industri ini tumbuh makin pesat. Kondisi logistik yang makin baik juga akan berguna untuk mendorong volume perdagangan yang lebih tinggi dengan terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” tutupnya.

Iklan Berca