Untuk membantu mempercepat proses normalisasi sungai maupun waduk di Indonesia, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia menawarkan model excavator Kobelco yang memiliki Long Reach Attachment, yaitu SK210LC.

Salah satu problem klasik yang kerap terjadi di banyak daerah di Indonesia pada musim hujan adalah banjir. Sungai-sungai dan saluran-saluran air yang ada, termasuk danau buatan (waduk), tidak bisa lagi menampung air hujan yang turun dengan volume tinggi. Persoalan itu terjadi karena Daerah Aliran Sungai (DAS) terus mengalami kerusakan lingkungan dari tahun ke tahun.
Pendangkalan DAS memiliki dampak buruk yang luas. Misalnya fluktuasi kuantitas (debit) pada musim hujan dan musim kemarau. Saat musim hujan, air sungai meluap hingga menimbulkan banjir karena tidak bisa lagi ditampung. Sedangkan pada musim kemarau, sungai maupun waduk mengering karena debit airnya berkurang, bahkan habis.
Selain itu, terjadi penurunan cadangan air, diperparah dengan tingginya laju sendimentasi dan erosi. Dampak yang dirasakan kemudian adalah terjadinya banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau. Kerusakan DAS juga mengakibatkan menurunnya kualitas air sungai yang mengalami pencemaran yang diakibatkan oleh erosi dari lahan kritis, limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian (perkebunan) dan limbah pertambangan.
Pencemaran air sungai di Indonesia sudah menjadi masalah yang sangat serius. Perawatan yang minim, yang diperburuk lagi oleh cara hidup masyarakat yang tidak ramah lingkungan, terutama kebiasaan warga yang membuang sampah ke dalam sungai dan saluran air, membuat problem ini semakin rumit.
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, Indonesia memiliki sedikitnya 5.590 sungai utama dan 65.017 anak sungai. Dari 5,5 ribu sungai utama panjang totalnya mencapai 94.573 km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) mencapai 1.512.466 km2. Selain mempunyai fungsi hidrologis, sungai juga mempunyai peran dalam menjaga keanekaragaman hayati, nilai ekonomi, budaya, transportasi, pariwisata dan lainnya. Saat ini sebagian Daerah Aliran Sungai di Indonesia mengalami kerusakan sebagai akibat dari perubahan tata guna lahan, pertambahan jumlah penduduk serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan DAS.
Menyadari pentingnya melestarikan DAS demi terciptanya lingkungan yang bersih dan bebas bencana banjir, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (Daya Kobelco CMI) menawarkan solusi dengan menghadirkan series Excavator yang dapat mempermudah melakukan pekerjaan normalisasi DAS maupun waduk. Daya Kobelco memperkenalkan series excavator SK210LC, dan sudah sukses memasarkan unit ini di seluruh Indonesia, dengan populasi terbanyak di daerah Sumatera dan Kalimantan.
Excavator SK210LC yang dirancang khusus dengan lengan yang panjang (long reach attachment) memiliki jangkauan penggalian maksimal hingga 15.820 mm, kedalaman penggalian maksimal 12.010 mm, dan tinggi penggalian maksimal 13.900 mm. Sehingga sangat cocok untuk pengerukan, perataan dan operasi jangkauan jauh lainnya, yang mana pekerjaan tersebut sangat erat hubungannya untuk membersihkan sungai, waduk maupun danau. Dengan lengan yang panjang itu, alat ini biasanya digunakan bekerja dari tepi sungai (bantaran), atau langsung masuk ke dalam air sebagai amphibious excavator.
Excavator SK210LC memiliki crawler lebih panjang yang dapat memastikan stabilitas unit menjadi semakin baik. Berat operasi unit 22.500 kg, ground pressure sebesar 47 kPa. Kemampuannya untuk melintasi tanjakan (kemiringan) hingga 70% (350) menjadi kombinasi sempurna yang dapat menghasilkan sebuah excavator dengan kemampuan terbaik dikelasnya.
Excavator SK210LC dibekali engine diesel dengan sistem bahan bakar yang irit namun tetap dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk mengeruk maupun menggali. Dengan kapasitas bucket hingga 0,45 m3, kecepatan jalan hingga 6,0 km/jam, swing speed 13,3 menit-1, dan excavator ini dibekali dengan boom sepanjang 8.750m, dan panjang lengan (arm) 6.350m, dengan spesifikasi terbaik dikelasnya, menjadikan excavator SK210LC sebagai pilihan terbaik bagi customer untuk memaksimalkan produktivitas dan efisiensi kerja sehingga customer akan memiliki profit yang semakin bagus. #



















