

PT Hyundai Construction Equipment Asia meraih sukses besar pada pameran Mining Indonesia 2022 yang berlangsung pada 14-17 September silam di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Selain sukses menyedot perhatian para pengunjung dengan kehadiran alat-alat tambangnya yang bertubuh bongsor, produk-produk tersebut juga laris manis karena beberapa pelanggan melakukan transaksi langsung di lokasi pameran.

Sesuai dengan tema yang diusung eksibisi ini, Hyundai bekerja sama dengan dealernya, PT United Equipment Indonesia (UNIQUIP), hanya menghadirkan mesin-mesin tambang, yang terdiri dari Hydraulic Excavator dan Articulated Dump Truck (ADT). Secara keseluruhan, mesin-mesin penggali (digger) yang dipamerkan produsen asal Korea Selatan itu terdiri dari HX210S (kapasitas bucket 0,92 m3), HX340S (kapasitas bucket 2,3 m3), R480LC-9S (kapasitas bucket 3,2 m3), HX500L (bucket berkapasitas 3,6 m3), R850LC-9 (kapasitas bucket 5,2 m3) dan R1250-9 (kapasitas bucket 7 m3). Sementara articulated dump truck hanya terdiri dari satu model, yaitu HA45.
GM Marketing & Sales PT Hyundai Construction Equipment Asia, Intianto Soekaimi, dalam perbincangan dengan Majalah Equipment Indonesia mengungkapkan, dengan menampilkan mesin-mesin besar pada pameran tersebut, Hyundai ingin menunjukkan kepada pasar alat berat Indonesia bahwa produk-produk yang ditawarkannya sangat lengkap untuk industri tambang.
“Untuk dunia pertambangan di Indonesia, kami siap. Lengkap peralatannya dan banyak unit yang sudah kami deliver ke sejumlah customer. Tidak banyak pabrikan memiliki lini produk selengkap ini untuk mendukung industri tambang,” kata pria yang akrab disapa Inti ini sambil menambahkan bahwa sejauh ini para pelanggan puas dengan performa mesin-mesin Hyundai itu.
“Tentu saja tidak ada mesin yang bebas dari persoalan teknis, tetapi kami bekerja sama dengan dealer kami, UNIQUIP, melakukan penanganan dengan cepat sehingga unit-unit para para customer dapat kembali beroperasi,” ungkapnya meyakinkan.
Dia menyoroti secara khusus mesin-mesin big digger R850LC-9 dan R1250-9. “Excavator kelas 85 ton termasuk market leader di kelasnya karena populasinya cukup banyak. Excavator ini termasuk paling laris dibandingkan produk-produk kompetitor,” ujarnya berpromosi.
Sekadar membandingkan, Inti mengungkapkan, pada 2021, Excavator R850LC-9 Hyundai menjadi pemimpin pasar nomor dua di Indonesia, setelah Caterpillar. “Tahun lalu, kebetulan Hyundai nomor dua market leader. Nomor satu Caterpillar. Cuma selisih satu unit. Kami menjual 21 unit yang kelas 85 ton, dan Caterpillar 22 unit. Semuanya untuk tambang batu bara. Kalau untuk tambang mineral seperti nikel, mesin ini kebesaran,” kata Inti lagi.
Sementara R1250 dengan bobot operasi 125 ton, meski tergolong pendatang baru di pasar tambang Indonesia, populasinya terus meningkat. “Untuk kelas 125 ton, sudah ada pemesanan empat unit. Bahkan, excavator yang dipamerkan pada acara Mining Indonesia 2022 ini sudah laku terjual kepada salah satu kontraktor tambang. Acara serah terima dilakukan secara simbolis langsung di arena pameran.
Menurut Inti, penyerahan empat unit alat yang sudah sudah diorder akan dicicl per bulan hingga akhir tahun. “Sampai akhir tahun ini, kami akan deliver satu unit per bulan,” ujarnya.
Ia berharap, penjualan excavator R1250 hingga akhir tahun bisa lebih dari empat unit seiring dengan makin tingginya produksi batu bara di Indonesia di tengah harga yang sedang melonjak. Namun, kecepatan delivery unit sangat tergantung pada kecepatan produksi di Korea. “Mudah-mudahan kalau datangnya lebih cepat, bisa lebih dari empat unit,” imbuhnya. Sebagai informasi, Excavator Hyundai kelas 125 ton diproduksi di Korea Selatan.
Inti menginformasikan, saat ini pihaknya sudah memegang surat perjanjian pemesanan untuk mesin-mesin tambang yang dipamerkan sebanyak 50 unit. Namun, pengiriman alat-alat ini ke Indonesia sangat ditentukan oleh kapasitas produksi pabrik di Korea. “Idealnya, pabrik Hyundai di Korea harus menambah shift kerja dua kali bahkan hingga tiga kali lipat untuk memenuhi permintaan pasar karena alat-alat itu dibutuhkan untuk segera beroperasi selagi harga batubara sedang melonjak,” ungkapnya berharap.
Hyundai Construction Equipment sudah membekali mesin-mesin tambang tersebut dengan berbagai fitur untuk memaksimalkan performanya. Untuk memudahkan monitor performa alat-alat tersebut, contohnya, pabrikan ini sudah melengkapi mereka dengan Hi-Mate – teknologi yang memanfaatkan sistem GPS yang dapat memberikan berbagai informasi mengenai performa dengan menggunakan jaringan satelit atau dengan sinyal GSM.
Selain itu, khusus untuk unit-unit excavator tambang, boom dan arm sudah diperkuat, serta menggunakan heavy duty & rock bucket untuk menjamin durabilitas.
Hampir semua excavator Hyundai menggunakan Cummins Engine dan Kawasaki Main Pump yang dikenal handal dengan standar warranty 1 tahun (5000 jam). Khusus untuk excavator skala besar – R850LC-9 dan R1250-9 – dapat dilengkapi dengan Autolube untuk memudahkan sistem pelumasan dan Fire Suppresion untuk menjamin keselamatan saat terjadi kebakaran.
ADT HA45

Selain memajang excavator raksasa kelas 85 dan 125 ton, booth UNIQUIP dan PT Hyundai Construction Equipment Asia juga dihuni oleh Articulated Dump Truck HA45. Alat angkut berat dengan payload 45 ton ini merupakan pendatang baru di lini produk Hyundai Construction Equipment. Itu sebabnya, menurut Inti, alat ini baru pada tahap promosi di Indonesia, dan belum dipasarkan secara luas. Pasalnya, proses pemesanan hingga barang diterima pelanggan memakan waktu empat hingga enam bulan. Itu terjadi karena ADT ini diproduksi di Eropa, tepatnya di Norwegia.
Meski baru pada tahap promosi, Inti mengungkapkan, respons pasar selama pameran ini sangat antusias. “Animonya luar biasa. Para penambang antusias melihat ADT Hyundai ini,” ungkapnya. Karena itu, meski proses pemesanannya memakan waktu cukup lama, Inti menyarankan para customer untuk tetap memesan sekarang bila tertarik dengan ADT ini. Sebab, semakin pelanggan menunda pemesanan, maka semakin lama pula barang akan sampai di tangan mereka.
Sebetulnya Hyundai Construction Equipment memproduksi ADT dalam tiga kelas, yakni 40 ton, 45 ton dan 60 ton. PT Hyundai Construction Equipment Asia memilih yang kelas 45 ton karena berada di tengah-tengah, dan hal itu sesuai dengan hasil survei pasar yang dilakukan Hyundai. “Dari hasil survei kami, size 45 ton ini yang paling popular,” ujarnya.
Lebih lanjut Intianto menjelaskan, ADT HA45 sangat cocok bila dipasangkan dengan excavator HX500L (bucket berkapasitas 3,6 m3). Dengan excavator itu, hanya dibutuhkan lima sampai enam kali pass untuk satu kali muat oleh ADT. “Itu sudah ideal banget. Harus di bawah 10 pass,” imbuhnya.
Articulated Dump Truck Hyundai HA45 adalah alat angkut heavy duty yang menawarkan kombinasi kapasitas muat dan efisiensi di kelasnya. ADT ini diklaim memiliki produktivitas tinggi dalam semua kondisi kerja berkat desainnya yang unik. Desain yang unik pada rangka belakang, body dan front mounted differential pada transmisi membuatnya menjadi ADT paling compact di kelasnya, yang menghasilkan radius putar paling kecil dan stabilitas yang luar biasa. Hyundai mendesain ADT ini agar mudah dioperasikan.
HA45 dilengkapi dengan panel monitor yang sudah diperbarui, panel kontrol baru yang mudah digunakan, ditambah pengukur tenaga muat langsung dengan indikasi lampu eksternal, dan kamera belakang. Hyundai mengklaim ADT ini memiliki kabin paling lega di pasar saat ini, dengan tombol-tombol kontrol yang ergonomis, kursi operator terbaik di kelasnya, radio bluetooh dengan USB dan sebagainya.
Dari segi keselamatan ADT HA45 dilengkapi Body Over Center of Gravity, sehingga sangat stabl saat beroperasi. Untuk memonitor mesin secara online, unit-unit HA45 dilengkapi dengan sistem Hyundai Connect sebagai kelengkapan standar. Perangkat ini berguna untuk mengecek performa (produktivitas) unit, pemakaian bahan bakar, sistem peringatan, status pemeliharaan dll. Dengan memanfaatkan perangkat ini, pemilik ADT dapat mengontrol kondisi unit di lokasi kerja dari jarak jauh.















