Alat Berat
Business Construction EQ Equipment Top News

Metode Stabilisasi Jalan Menggunakan Emulsi Aspal Dengan Mesin Stabilizer Sakai

SAKAI memperkenalkan metode stabilisasi jalan menggunakan emulsi aspal dengan Mesin Stabilizer Sakai. Bagaimana cara kerjanya?

Hitoshi Fujita, General Manager Engineering Sales Division Sakai Heavy Industries., Ltd berpose bersama para peserta seminar mengenai perbaikan dan penguatan jalan yang ada menggunakan metode konstruksi stabilizer di kawasan industry EJIP, Cikarang, Jawa Barat pada Rabu (22/6). Foto: EI

Persoalan yang terjadi di banyak negara, termasuk di Indonesia, pertumbuhan jumlah kendaraan meningkat lebih cepat dari perluasan jalan. Dikhawatirkan, volume lalu lintas yang tinggi itu akan mempercepat kerusakaan jalan, apalagi kalau konstruksinya buruk dan tidak terawat atau menggunakan metode pemeliharaan yang tidak tepat.

Persoalan terbesarnya adalah bagaimana menggunakan biaya yang efektif untuk kontruksi jalan dan pemeliharannya. Untuk itu kita perlu membangun jalan yang mempunyai masa layanan panjang/bertahan lama (the long-life pavement). “Long life Pavement” adalah pengerasan jalan yang bebas biaya pemeliharaan untuk lapisan bawahnya (subgrade, subbase dan base course), artinya hanya lapisan atas (surface course atau binder course) saja yang perlu diperbaiki. Metode stabilisasi jalan merupakan teknologi yang sangat berguna untuk konstruksi jalan yang bisa bertahan lama.

Hitoshi Fujita, General Manager Engineering Sales Division Sakai Heavy Industries., Ltd berbicara dalam seminar mengenai perbaikan dan penguatan jalan yang ada menggunakan metode konstruksi stabilizer di kawasan industry EJIP, Cikarang, Jawa Barat pada Rabu (22/6). Foto: EI

Berbicara dalam seminar mengenai perbaikan dan penguatan jalan yang ada menggunakan metode stabilisasi jalan  dengan mesin Sakai Stabilizer di Cikarang pada Rabu (22/6/2022), Hitoshi Fujita, General Manager  Engineering Sales Division  SAKAI HEAVY INDUSTRIES., Ltd, memaparkan metode efektif dalam konstruksi jalan baru dan pemeliharaan jalan yang sudah ada.

Selanjutnya, Fujita menjelaskan 3 jenis metode stabilisasi. Pertama adalah stabilisasi lapisan tanah paling bawah (subgrade) untuk perbaikan jalan tanah. Kedua, stabilisasi material granular pada lapisan base course untuk perbaikian jalan kerikil. Ketiga, stabilisasi permukaan/lapisan atas(surface course) yang ada dan material-material dasar (dengan daur ulang dan penguatan perkerasan yang ada). Kali ini dia juga menjelaskan metode stabilisasi surface course yang baru yaitu dengan menambahkan material semen dan emulsi aspal dingin (Cement & Asphat Emulsion Stabilization).

Metode ini sekarang mulai banyak digunakan di Jepang karena lebih mudah dikontrol daripada menggunakan metode lama yaitu foam aspal panas (foamed asphalt). Saat ini hanya Mesin Stabilizer Sakai yang menggunakan metode stabilisasi dengan Emulsi Aspal (Asphalt Emulsion). Terdapat beberapa alasan mengapa SAKAI menggunakan metode ini. Pertama, masalah keselamatan, tidak ada resiko luka bakar karena emulsi aspal tidak panas. Kedua, mengurangi masalah yang ada pada nozzle karena emulsi aspal adalah cairan dengan viskositas rendah. Ketiga, emulsi aspal lebih mudah disimpan untuk waktu yang lama tanpa peralatan lain.

Fujita mengingatkan bahwa kondisi jalan di Asia berbeda dengan di Eropa dan Amerika. Di sana jalannya lurus, lebar serta tidak banyak rintangan di sekitarnya. Sementara di Asia, termasuk Indonesia, badan jalan kurang lebar (kecil), berliku-liku serta terdapat rumah-rumah penduduk di pinggir jalan.

“Stabilizer Sakai didesain agar dapat bekerja secara optimal dalam kondisi jalan seperti di Asia itu. Alat ini disiapkan untuk bekerja tidak hanya di area perkotaan, tapi juga di jalan-jalan desa dan lokasi konstruksi yang kecil,” terangnya mengenai Stabilizer Sakai dalam acara seminar yang dihadiri oleh para pelanggan, perwakilan Dinas PUPR dari beberapa daerah serta akademisi dari politeknik PUPR.

Keunggulan Stabilizer Sakai

Stabilizer Sakai PM550 diproduksi pada pabrik Sakai Indonesia di kawasan EJIP, Cikarang, Jawa Barat. Foto: EI

SAKAI INDONESIA sudah memasarkan Stabilizer PM550 di Indonesia. Mesin ini sudah diproduksi pada fasilitas pabrik perusahaan itu di kawasan EJIP, Cikarang, Jawa Barat. Langkah strategis itu membuat harga jualnya di pasar Indonesia lebih kompetitif.

“Selama ini, mesin ini diproduksi di Jepang, sehingga leadtime-nya panjang dan harganya terlampau mahal. Dengan diproduksi di Indonesia, dikerjakan oleh orang-orang Indonesia, menggunakan banyak konten lokal, maka leadtimeakan makin pendek dan tentu harganya akan berkurang,” kata Hiroshi Baba, President Director PT. SAKAI INDONESIA saat meresmikan pabrik baru SAKAI sekitar empat tahun lalu.

Cara kerja Stabilizer PM550 berbeda dari mesin Cold Milling yang hanya mengupas aspal permukaan untuk diganti dengan aspal baru. Stabilizer PM550 melakukan pekerjaan recycling dari mulai melakukan cutting (mengupas atau memotong) sambil milling (menggiling) hingga mixing (mencampur) material-material galian, kemudian digelar lagi sebelum digilas dengan alat pemadat (compactor roller. Hasil pencampuran seragam sesuai panjang dan lebar pekerjaan.

Bentuk Stabilizer Sakai, menurut Fujita, mirip dengan mesin motor grader dengan ban di bagian depan dan belakang, plus rotor di bagian tengahnya untuk melakukan pencampuran semen atau emulsi aspal (asphalt emulsion) tanpa membuang material jalan sebelumnya.

Alat ini memiliki desain yang sederhana, sehingga mudah mengakses jalan-jalan kecil di daerah-daerah. Desain stabilizier ini juga memiliki akses yang mudah ke engine untuk memudahkan perawatan rutin yang bisa diakses dari samping. Baterai-baterainya ditempatkan di samping. Panel-panel operasi ditempatkan di dua sisi, di sebelah kiri dan kanan operator, sehingga memungkinkan seorang operator saja yang mengoperasikannya.

Kursi pengemudi berada di belakang Rotor Drum sehingga operator memiliki pandangan yang jelas ke operasi pencampuran. Akibatnya, mutu konstruksi dijamin bagus karena operator selalu mengontrol hasil pencampuran secara langsung.

Emulsion nozzle dirancang sedemikian sehingga memudahkan untuk buka/tutup, serta mudah dibersihkan. Kemudahan pemeliharaan berdampak terhadap biaya perawatan yang berkurang.

Untuk pekerjaan menggiling dan mencampur material hasil daur ulang, Stabilizer Sakai menggunakan sistem unik. Rotor stabilizer Sakai dapat bergerak selebar 50 cm dari area terluar (bahu jalan), yang berarti alat ini dapat memperbaiki sampai batas terluar sisi jalan tanpa mengubah posisi dari alat tersebut.

Stabilizer Sakai menggunakan empat ban yang sangat berguna untuk memudahkan mobilitas antar lokasi-lokasi proyek. Jadi, mobilitas antar lokasi kerja yang jaraknya berdekatan tidak memerlukan bantuan alat transportasi lain karena unit ini bisa berjalan sendiri dengan mengandalkan keempat bannya. Kecepatan larinya bisa mencapai 14 km per jam.

Kelebihan Metode Stabilisasi dengan menggunakan Stabilizer Sakai adalah menghemat waktu kerja, berbiaya rendah dan perawatan yang mudah, ramah lingkungan (mendaurulang material yang ada), jalan lebih tahan lama, mempercepat proses rehabilitasi setelah bencana alam dan pengoprasian yang mudah. #

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai Stabilizer Sakai PM550, silahkan menghubungi PT SAKAI INDONESIA.

 

Berita Terkait